CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – Kegiatan reses anggota DPRD Kota Palangka Raya di Daerah Pemilihan Palangka Raya II menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung. Bertempat di Kelurahan Palangka pada (9/4/2026), agenda bertajuk “Penjaringan Aspirasi Masyarakat Kota Palangka Raya” itu turut melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Palangka Raya (UPR) melalui program Magang Berdampak.

Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyuarakan kebutuhan dan kritik terhadap kondisi lingkungan serta pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. Kehadiran mahasiswa magang di tengah proses reses memberikan pengalaman langsung mengenai dinamika pemerintahan daerah, khususnya dalam proses penyerapan aspirasi masyarakat.

Mahasiswa Aktif Ikuti Proses Penyerapan Aspirasi

Para mahasiswa magang mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung, mulai dari pengamatan lapangan, dokumentasi, hingga mengikuti proses diskusi antara warga dan anggota DPRD. Salah satu peserta magang, Nurwanda Maulana, menyebut kegiatan ini membuka pemahaman baru tentang praktik pemerintahan sesungguhnya.

“Melalui kegiatan reses ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menyampaikan aspirasi serta bagaimana DPRD menerima dan menindaklanjutinya,” ujar Nurwanda.

Mahasiswa lainnya, Fristiya Berlianti Sancho, menambahkan kegiatan ini mengubah cara pandangnya terhadap proses kebijakan publik. “Kegiatan ini membuat kami memahami, penyerapan aspirasi bukan hanya sekadar mendengar keluhan, tetapi juga bagaimana memastikan persoalan tersebut benar-benar ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Tinjau Langsung Titik Keluhan Warga

Usai agenda reses, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik yang menjadi keluhan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan aspirasi yang telah disampaikan warga, sekaligus menjadi bahan pertimbangan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Claudy Oktarain Rumbayan mengaku peninjauan lapangan menjadi momen paling berkesan selama magang. “Kami bisa melihat secara nyata kondisi yang dialami warga, sehingga memahami setiap aspirasi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari,” jelasnya.

Peserta magang Dara Tiara Gemini menilai peninjauan lapangan memberikan pemahaman yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori perkuliahan. “Proses kebijakan memerlukan pengamatan langsung agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat,” katanya.

Foto mahasiswa magang Program Studi Manajemen Universitas Palangka Raya saat mengikuti peninjauan lapangan bersama anggota DPRD Kota Palangka Raya di Kelurahan Palangka.

Dosen Pembimbing: Mahasiswa Harus Pahami Realitas Lapangan

Program Magang Berdampak ini dirancang oleh Program Studi Manajemen UPR agar mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata di bawah bimbingan dosen lapangan. Dosen pembimbing, Dr. Ronni Haga, S.E., M.Si., menegaskan kegiatan ini adalah bagian inti dari proses pembelajaran berbasis praktik.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara nyata proses pelaksanaan kegiatan di lapangan, khususnya dalam penyerapan ilmu, pengalaman kerja, serta penerapan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan,” tuturnya.

Melalui reses dan peninjauan lapangan ini, diharapkan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan administratif semata, melainkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih responsif dan berdampak nyata bagi warga Kota Palangka Raya.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita