CYRUSTIMES.COM, KUALA KAPUAS – Di tengah tekanan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dan masih banyaknya ruas jalan rusak yang belum tertangani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas tetap memacu pembangunan infrastruktur jalan lintas kecamatan dari wilayah pesisir hingga pedalaman, dengan target dapat difungsikan pada 2028. Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menyampaikan hal itu kepada wartawan di Kuala Kapuas, Senin (04/05/2026).
Ruas jalan yang dikejar penyelesaiannya membentang dari Batanjung – Kuala Kapuas – Mantangai – Timpah – Pujon – Pasak Talawang – Sei Hanyo hingga Sei Pinang. Wiyatno meyakini jalur tersebut akan memangkas waktu tempuh perjalanan hingga sekitar 50 persen, sekaligus mengakhiri ketergantungan masyarakat yang selama ini harus memutar melalui wilayah kabupaten tetangga.
“Target kita, 2028 jalur ini sudah fungsional. Jadi masyarakat tidak perlu lagi memutar lewat daerah lain,” tegas Wiyatno.
Namun ambisi tersebut memunculkan pertanyaan soal skala prioritas. Sejumlah ruas jalan di dalam wilayah Kapuas sendiri hingga kini masih dalam kondisi rusak dan belum mendapat penanganan memadai, sementara kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat turut mempersempit ruang fiskal daerah. Kondisi ini memicu pertanyaan, apakah pembukaan jalur baru lebih mendesak ketimbang perbaikan jalan yang sudah ada dan sehari-hari digunakan warga.
Kondisi jalan rusak di Kapuas bukan sekadar angka di atas kertas. Pada Minggu (15/03/2026) lalu, Wiyatno bahkan turun langsung meninjau sejumlah titik kerusakan di Kecamatan Kapuas Kuala dan Kecamatan Bataguh menggunakan sepeda motor trail, didampingi Sekretaris Daerah Usis I Sangkai dan Kepala DPMPTSP Teguh Yunianto.
Peninjauan menyasar tiga titik kritis, yakni akses menuju feri penyeberangan Lupak, ruas jalan Desa Terusan Mulya, serta badan jalan menuju Pelabuhan Batanjung. Ketiga ruas itu merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan mobilitas warga sehari-hari.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil jalan yang mengalami kerusakan, baik di wilayah Kapuas Kuala maupun Bataguh. Ini penting agar penanganannya bisa tepat dan menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Wiyatno saat itu.
Untuk ruas jalan sepanjang 8 kilometer menuju Pelabuhan Batanjung yang melintasi lahan PT Hijau Pertiwi, Wiyatno menyebut akan menjalin kerja sama dengan pihak perkebunan sawit tersebut untuk perawatan bersama.
“Kita nanti bekerja sama dengan pihak kebun sawit untuk merawat jalan ini sepanjang 8 kilometer, semoga ke depan jalan ini menjadi bagus dan bisa dilewati masyarakat Terusan Mulya dan yang lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan data lapangan terbaru 2026, titik kerusakan jalan di Kapuas tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Dadahup, jalan di Desa Menteng Karya dan Dadahup Raya G2 berubah menjadi berlumpur dan licin, menghambat aktivitas warga termasuk akses ke sekolah.
Di Kecamatan Bataguh, ruas jalan Desa Sei Jangkit dilaporkan rusak selama bertahun-tahun tanpa penanganan. Sementara di Kecamatan Kapuas Murung, ruas Kuala Kapuas menuju Palingkau khususnya di Desa Teluk Palinget dikeluhkan warga, dan di Desa Buhut jalan permukiman warga juga mengalami kerusakan.
Sementara itu Wiyatno memastikan penanganan jalan rusak akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah. Namun dengan tekanan efisiensi dari pusat di satu sisi dan daftar panjang jalan rusak di sisi lain, realisasi target ambisius 2028 itu akan sangat bergantung pada ketepatan alokasi anggaran yang tersisa.
“Pembangunan ruas jalan tersebut dipastikan tidak mengganggu program Rp1 miliar satu desa maupun belanja pegawai dan kegiatan perangkat daerah lainnya. Semuanya sudah melalui penghitungan matang. Secara anggaran dan SDM, kita mampu,” ujarnya.
Pembangunan dirancang bertahap. Pada 2025, Pemkab telah menyelesaikan pelebaran ruas jalan perkotaan, penataan lampu penerangan, dan peningkatan akses antarwilayah sebagai fondasi awal. Memasuki 2026, fokus diarahkan pada penyelesaian ruas yang sudah berjalan, pembukaan jalur menuju Mandomai, penyelesaian badan jalan ke Batanjung, serta penuntasan program Waterfront City dan taman kota.
Pada 2027, pemerintah daerah akan menyelesaikan jalur menuju Pasak Talawang, termasuk pembangunan 35 titik box culvert dan sejumlah jembatan. Keseluruhan koridor lintas kecamatan ditargetkan fungsional pada 2028.
Wiyatno mengakui, dorongan membangun jalur ini juga bersifat personal. Ia menyebut selama ini tidak nyaman harus melintasi Pulang Pisau, Palangka Raya, hingga Gunung Mas setiap kali berkunjung ke wilayah hulu Kapuas.
“Kalau seluruh kecamatan sudah terkoneksi dari pesisir sampai pedalaman, tentu kita akan jauh lebih mudah dan bangga,” ujarnya.
Untuk sektor lain seperti pertanian, ketahanan pangan, perikanan, dan pendidikan, Wiyatno menyebut pembiayaan akan dilakukan melalui skema berbagi anggaran dengan pemerintah pusat. Realisasi seluruh target ini akan menjadi ujian nyata bagi Pemkab Kapuas dalam menyeimbangkan ambisi pembangunan baru dengan tuntutan perbaikan infrastruktur yang sudah lama dibutuhkan warga.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan