Estimasi waktu baca: 4 menit

Kabut Asap, Antrean BBM, Listrik Padam Himpit Palangka Raya

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Kabut asap, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, hingga pemadaman listrik yang kembali terjadi mewarnai aktivitas warga Kota Palangka Raya, Rabu (9/9/2026).

Tiga persoalan tersebut datang hampir bersamaan. Warga harus menjaga kesehatan di tengah udara kabur, meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar, serta menyesuaikan aktivitas karena pasokan listrik di sejumlah kawasan dihentikan sementara.

Rentetan gangguan itu mulai terasa seperti “santapan sehari-hari” bagi masyarakat. Persoalan bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga memengaruhi mobilitas, kegiatan usaha, layanan publik, dan kebutuhan rumah tangga.

Kabut Asap Masih Menyelimuti Palangka Raya

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya hilang dari Palangka Raya. Kondisi udara kabur masih terlihat di sejumlah kawasan, terutama pada pagi dan malam hari.

Data cuaca di Kelurahan Palangka yang diperbarui pada Rabu pukul 12.40 WIB mencatat jarak pandang kurang dari lima kilometer. Suhu udara mencapai 35 derajat Celsius dengan kelembapan 44 persen.

Prakiraan per jam juga menunjukkan kondisi udara kabur masih berpotensi berlangsung hingga malam dan berlanjut pada Kamis dini hari.

Kabut asap sebelumnya telah mendorong pemerintah mengambil sejumlah langkah perlindungan, mulai dari imbauan mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga penerapan pembelajaran jarak jauh di sejumlah sekolah.

Masyarakat, khususnya anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, diminta membatasi paparan udara luar serta menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus.

Antrean BBM Belum Terurai

Di tengah kabut asap, warga juga menghadapi antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Antrean terutama terlihat pada jalur pengisian Pertalite dan bahan bakar bersubsidi.

Kondisi tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir dan membuat antrean kendaraan mengular hingga ke bahu jalan di sejumlah titik.

Pertamina menyatakan antrean bukan disebabkan pengurangan volume BBM. Kondisi kemarau dan karhutla disebut turut menghambat kelancaran distribusi menuju SPBU.

Kekeringan membuat dinamika pasang surut air berubah, sedangkan kabut asap membatasi jarak pandang sehingga pengemudi mobil tangki harus mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas.

Distribusi juga sempat terdampak kondisi jalur darat. Percepatan pengiriman mulai dilakukan setelah jembatan di kawasan Kasongan kembali dapat dilalui kendaraan pengangkut BBM.

Meski pasokan diklaim tersedia, antrean yang masih terlihat menunjukkan bahwa kelancaran distribusi ke tingkat SPBU belum sepenuhnya dirasakan konsumen.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berulang yang dapat memperpanjang antrean.

Listrik Kembali Padam di Sejumlah Kawasan

Persoalan lain muncul dari layanan kelistrikan. PLN ULP Palangka Raya Timur mengumumkan penghentian sementara pasokan listrik kepada sebagian pelanggan akibat gangguan kelistrikan.

Penghentian terbatas dijadwalkan berlangsung pada Rabu mulai pukul 15.00 hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Sejumlah kawasan yang terdampak meliputi:

  • Hotel Luwansa
  • Seputaran Jalan G Obos IV hingga XXVI
  • Jalan Krisna
  • Jalan Sejati Raya
  • Sebagian Jalan Menteng XV hingga XXVI Ujung
  • Wilayah di sekitarnya

PLN menyatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampaknya kepada pelanggan.

Pemberitahuan tersebut menambah rangkaian gangguan listrik yang dirasakan masyarakat Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir. Meski penghentian pada Rabu disebut terjadi akibat gangguan dan bersifat terbatas, dampaknya tetap dirasakan rumah tangga, pelaku usaha, perkantoran, dan layanan yang bergantung pada listrik.

Tiga Persoalan Saling Menambah Beban Warga

Kabut asap, antrean BBM, dan gangguan listrik menunjukkan bahwa warga Palangka Raya sedang menghadapi tekanan berlapis.

Kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan. Berkurangnya jarak pandang juga memengaruhi mobilitas dan distribusi barang, termasuk perjalanan kendaraan pengangkut BBM.

Antrean BBM kemudian menyita waktu dan menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU. Pada saat bersamaan, penghentian pasokan listrik memaksa warga dan pelaku usaha kembali menyesuaikan kegiatan.

Situasi tersebut membutuhkan penanganan terkoordinasi. Pemerintah daerah perlu memperkuat pengendalian karhutla, memastikan distribusi BBM berlangsung lancar, serta meminta kepastian pemulihan sistem kelistrikan.

Keterbukaan informasi juga menjadi kebutuhan utama. Masyarakat perlu memperoleh pembaruan rutin mengenai kualitas udara, kondisi pasokan BBM, titik SPBU yang melayani konsumen, serta jadwal dan wilayah terdampak gangguan listrik.

Warga Palangka Raya tidak seharusnya terus-menerus beradaptasi dengan kabut asap, antrean BBM, dan listrik padam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ketiga persoalan tersebut memerlukan penyelesaian yang terukur agar pelayanan dasar dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja