CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – Halili Hasbullah memenuhi panggilan klarifikasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait rekaman percakapannya dengan terdakwa H. Romy yang beredar di media sosial. Di hadapan awak media, Halili membenarkan suara dalam rekaman itu adalah miliknya, namun membantah keras tuduhan, ia mengarahkan sejumlah uang untuk diserahkan kepada oknum jaksa maupun pegawai Kejaksaan, Sabtu (18/04/2026).

“Apa yang dipercakapkan via rekaman itu tidak benar. Membenarkan itu suara saya, itu benar. Namun, yang mengarahkan minta sekian untuk Jaksa maupun petugas Kejaksaan, itu sama sekali tidak benar,” tegas Halili saat ditemui di depan gedung Kejati Kalteng.

Halili menceritakan, percakapan itu bermula saat H. Romy berulang kali mendatangi kediamannya untuk meminta pendapat dan bantuan terkait kasus yang menjeratnya. Sebagai bentuk saran, Halili meminta H. Romy menyiapkan dana jika sewaktu-waktu ada peluang pengembalian kerugian negara.

“Saya sampaikan, kalau Pak Haji merasa ada kesalahan, disiapkan saja dana untuk pengembalian kerugian negara. Karena biasanya batas waktu pengembalian itu singkat, jadi supaya uangnya sudah siap saat diperlukan,” jelasnya.

Terkait angka Rp1 miliar yang muncul dalam rekaman, Halili menyebut nominal itu hanya perkiraan pribadi atas pertanyaan H. Romy, bukan angka yang ditentukan pihak Kejaksaan. Ia bahkan menyarankan H. Romy meminta dukungan dari konsultan pengawas atau subkontraktor jika merasa keberatan dengan jumlah tersebut.