KAPUAS, CYRUSTIMES.com – Rencana sosialisasi pembangunan menara telekomunikasi milik PT Centratama Menara Indonesia di Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas gagal dilaksanakan.

Acara yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Desa Teluk Palinget pada Kamis, (18/12/2025), batal lantaran pihak perusahaan tak kunjung hadir. Sejak pukul 07.00 WIB, warga bersama perangkat desa telah menunggu kedatangan perwakilan PT Centratama.

Undangan sosialisasi itu dihadiri Kepala Desa Teluk Palinget, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga yang tinggal di sekitar lokasi rencana pembangunan menara di Jalan Pemuda Km 8,5, Jajangkit RT 002.

Namun hingga pukul 08.15 WIB, tak satu pun perwakilan perusahaan muncul. Merasa diperlakukan tidak serius, warga akhirnya membubarkan diri.

Ketua BPD Desa Teluk Palinget, H. Arbainsyah, menyebut ketidakhadiran perusahaan sebagai bentuk pengabaian terhadap masyarakat.

“Bagaimana persoalan mau diselesaikan kalau pihak yang mengundang justru tidak datang. Kami merasa dipermainkan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Ia mengatakan, pihak desa sebenarnya berupaya memfasilitasi dialog agar rencana pembangunan menara telekomunikasi tidak berlarut-larut menjadi konflik. “Kami ingin ada kejelasan dan komunikasi terbuka,” tambahnya.

Kekecewaan juga disampaikan Rahwandi, perwakilan warga. Menurutnya, sejak awal perusahaan tidak menunjukkan itikad baik dalam melibatkan masyarakat.

“Tidak ada sosialisasi yang jelas. Sekarang undangan pun tidak dihargai,” ujarnya dengan nada kecewa.

Pasca kegagalan sosialisasi tersebut, warga sekitar lokasi menyatakan sikap menolak kelanjutan pembangunan menara untuk sementara waktu.

Mereka menilai proyek itu berjalan tanpa persetujuan lingkungan dan tanpa sosialisasi, terlebih lokasi menara disebut berdekatan dengan sekolah taman kanak-kanak.

Warga mendesak PT Centratama Menara Indonesia menghentikan sementara pembangunan dan membuka ruang dialog dengan masyarakat sebelum melanjutkan proyek di kawasan permukiman tersebut. (*)