CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – Aksi unjuk rasa Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Tengah (Kalteng) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng di Palangka Raya sempat diwarnai kericuhan, Senin (30/03/2026). Massa menuntut transparansi penggunaan dana pokok pikiran (pokir) DPRD Kalteng yang dinilai tidak terbuka kepada publik.

Ketua SEMMI Kalteng, Afan Safrian, menyebut aksi tersebut merupakan tindak lanjut atas dugaan penyelewengan dana pokir yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

“Kami melihat ada persoalan serius terkait dana pokir yang selama ini tidak transparan. Masyarakat tidak tahu peruntukannya untuk apa,” ujar Afan.

Ia menegaskan, tuntutan SEMMI tidak hanya menyasar oknum tertentu, melainkan menghendaki pemeriksaan menyeluruh atas seluruh alur penggunaan dana tersebut.

“Harus diperiksa semuanya, dari mana usulan pokir itu berasal dan digunakan untuk apa. Kalau bisa dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.

SEMMI turut memberikan batas waktu tiga kali dua puluh empat jam kepada Kejati Kalteng untuk segera memanggil pihak DPRD dan pihak terkait guna klarifikasi.

“Jika tidak ada perkembangan, kami akan kembali menggelar aksi,” tegas Afan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Kepala Kejati Kalteng, Arip Zahrulyani, menyatakan pihaknya telah menerima informasi dari para mahasiswa, namun penanganan resmi belum dilakukan.

“Jaksa bekerja berdasarkan alat bukti yang cukup dan harus profesional serta netral. Kami juga berterima kasih atas informasi dari mahasiswa,” ungkap Arip.

Sebelum situasi kembali kondusif, aksi sempat diwarnai dorong-dorongan antara massa dan staf kejaksaan. Aparat keamanan kemudian mengamankan situasi hingga suasana berangsur tenang.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita