CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) mewanti-wanti dampak ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional, khususnya rantai pasok dan aktivitas usaha dalam negeri. Peringatan ini disampaikan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Perekonomian dunia masih menghadapi tantangan dengan ketidakpastian meningkat. Dinamika ekonomi triwulan IV 2025 dipengaruhi ketegangan perang dagang AS-Tiongkok dan penurunan suku bunga The Fed yang lebih agresif sebesar 50 basis poin ke kisaran 3,50-3,75 persen.
Meski demikian, AWKI menilai kondisi Indonesia masih relatif stabil dan memiliki ketahanan menghadapi tekanan global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap kuat didukung stimulus kebijakan fiskal dan moneter.
Wakil Ketua Umum II AWKI, Rio Kriswana, menjelaskan pertumbuhan sektor ekonomi diperkirakan lebih tinggi, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi.
“Pertumbuhan sektor ekonomi diperkirakan lebih tinggi, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung stimulus kebijakan fiskal dan moneter,” ucapnya.
Rio menyampaikan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 berada di sekitar 5,2 persen. Sementara pada 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 5,4 persen, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai sinergi kebijakan pemerintah.
Menurutnya, ada empat segmen strategis yang harus diperkuat agar Indonesia tetap tangguh menghadapi dinamika global. Keempat segmen tersebut meliputi keamanan nasional, ketahanan ekonomi, persatuan dan kesatuan, serta lingkungan.
