Estimasi waktu baca: 4 menit

Surplus Rp2,86 Triliun, Laba Agrinas Rp27,9 Miliar

CYRUSTIMES, JAKARTA – Pengamat Ekonomi Rio Kriswana menyoroti perlunya transparansi lebih rinci dalam menjelaskan kinerja PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), terutama hubungan antara surplus operasional pengelolaan perkebunan dan laba bersih perusahaan pada Tahun Buku 2025.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan perusahaan, Agrinas Palma disebut membukukan surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp2,86 triliun. Sementara laba bersih perusahaan tercatat sekitar Rp27,9 miliar.

Advertisement

Perbedaan nilai yang cukup besar tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pertanyaan publik apabila tidak disertai penjelasan mengenai dasar pencatatan, status dana, biaya pengelolaan, dan hubungannya dengan laporan keuangan perusahaan.

Rio menjelaskan surplus operasional dan laba bersih tidak dapat dibandingkan secara langsung karena keduanya merupakan indikator yang berbeda.

“Surplus operasional Rp2,86 triliun merupakan hasil pengelolaan aset perkebunan negara dalam rangka penugasan pemerintah. Sedangkan laba bersih Rp27,9 miliar merupakan hasil akhir kegiatan usaha perseroan setelah memperhitungkan seluruh biaya operasional, beban administrasi, penyusutan, beban keuangan, pajak, dan komponen akuntansi lainnya,” kata Rio.

Advertisement

Menurutnya, selisih antara kedua angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan rendahnya kinerja Agrinas Palma. Publik perlu mengetahui apakah surplus itu merupakan penerimaan bruto, hasil sebelum pembagian, kas yang dikelola untuk kepentingan negara, atau komponen lain yang memang tidak seluruhnya menjadi pendapatan perusahaan.

Laba Naik di Tengah Penurunan Pendapatan

Laporan Tahunan Agrinas Palma 2025 mencatat pendapatan usaha sebesar Rp173,35 miliar, turun dari Rp240,53 miliar pada 2024.

Meski pendapatan menurun, laba tahun berjalan justru meningkat dari Rp12,77 miliar pada 2024 menjadi Rp27,88 miliar pada 2025. Laba usaha setelah pajak final juga naik menjadi Rp25,74 miliar dari sebelumnya Rp13,14 miliar.

Perseroan membukukan laba bruto Rp51,02 miliar, EBITDA Rp35,81 miliar, serta margin EBITDA sebesar 20,66 persen. Margin laba bersih perusahaan tercatat sekitar 16,08 persen.

Kinerja tersebut masih hampir seluruhnya berasal dari segmen konsultansi konstruksi. Dalam laporan tahunan disebutkan, kinerja segmen perkebunan belum dimasukkan ke dalam laporan keuangan 2025 karena masih berlangsung proses konsolidasi aset dan inisiasi operasional.

Kondisi itu menjadi konteks penting untuk menjelaskan mengapa nilai hasil pengelolaan perkebunan tidak otomatis tercermin sebagai pendapatan maupun laba bersih Agrinas Palma.

Advertisement

Data Luas Lahan Perlu Dijelaskan

Informasi perusahaan juga menyebut Agrinas kini mendapat mandat mengelola aset perkebunan sekitar 4,11 juta hektare. Namun, angka tersebut perlu dibedakan dari posisi yang dicatat dalam Laporan Tahunan 2025.

Dokumen laporan tahunan menyatakan hingga akhir 2025, luas lahan yang telah diterima dan dikelola secara bertahap mencapai sekitar 1,7 juta hektare. Lahan itu berasal dari penugasan negara dan pengelolaan aset hasil penertiban kawasan hutan tahap I hingga tahap V.

Dengan demikian, angka sekitar 4,11 juta hektare diduga menggambarkan perkembangan penugasan setelah periode pelaporan atau cakupan aset yang lebih luas. Perusahaan dinilai perlu menjelaskan tanggal posisi, status serah terima, luas produktif, luas belum produktif, serta aset yang telah menghasilkan pendapatan.

Sepanjang 2025, Agrinas mencatat produksi tandan buah segar sebesar 1,13 juta ton, CPO sekitar 197,93 ribu ton, dan kernel sebesar 32,90 ribu ton. Namun, perusahaan menegaskan kinerja sektor perkebunan tersebut belum dicatatkan dalam laporan keuangan tahun yang sama.

Transparansi Surplus dan Arus Kas

Rio menilai pengelolaan aset perkebunan dalam skala jutaan hektare merupakan potensi strategis bagi negara. Namun, besarnya aset harus diikuti sistem pelaporan yang memungkinkan publik mengukur produktivitas dan manfaat ekonominya.

“Ke depan, tantangan utamanya adalah bagaimana aset tersebut mampu menghasilkan produktivitas yang semakin tinggi, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat hilirisasi industri perkebunan, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas perusahaan serta kontribusi terhadap penerimaan negara,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Rio, Agrinas perlu menyajikan rekonsiliasi yang memperlihatkan hubungan antara hasil pengelolaan kebun, surplus operasional, arus kas, bagian negara, pembayaran kepada mitra, biaya operasional, dan pendapatan yang diakui perusahaan.

Laporan tahunan mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi Agrinas sebesar Rp32,41 miliar pada 2025, meningkat dari Rp6,04 miliar pada tahun sebelumnya. Posisi kas dan setara kas akhir tahun juga naik menjadi Rp73,83 miliar dari Rp47,49 miliar.

Total aset perusahaan tercatat Rp331,90 miliar, dengan liabilitas Rp117,24 miliar dan ekuitas Rp214,66 miliar. Angka tersebut merupakan posisi keuangan korporasi dan tidak otomatis mencerminkan seluruh nilai aset perkebunan negara yang berada dalam penugasan pengelolaan.

Empat Hal Perlu Diperkuat

Rio menyampaikan sedikitnya empat aspek yang perlu diperkuat dalam transformasi Agrinas Palma.

Pertama, perusahaan perlu meningkatkan transparansi pelaporan agar publik dapat memahami hubungan antara surplus operasional, arus kas, pendapatan, dan laba bersih.

Kedua, efisiensi biaya operasional harus ditingkatkan melalui optimalisasi aset, digitalisasi, dan penggunaan teknologi dalam pengawasan produksi.

Advertisement

Ketiga, hilirisasi perlu dipercepat agar nilai tambah tidak berhenti pada penjualan komoditas primer, tetapi berkembang menuju biodiesel, bioenergi, dan produk turunan dengan margin lebih tinggi.

Keempat, penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance, pengendalian risiko, serta akuntabilitas harus diperkuat selama proses konsolidasi aset.

“Secara umum, kami melihat Tahun Buku 2025 sebagai fase konsolidasi bagi Agrinas Palma Nusantara dalam menjalankan mandat strategis dari pemerintah,” kata Rio.

Ia menilai pengelolaan secara profesional, transparan, dan efisien diperlukan agar besarnya aset yang dipercayakan kepada Agrinas benar-benar menghasilkan nilai ekonomi bagi perusahaan, negara, dan masyarakat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement