Estimasi waktu baca: 2 menit

CYRUSTIMES, SAMPIT Identitas mayat yang ditemukan mengapung di bawah titian Pelabuhan Kelotok Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya atau PPM Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, akhirnya mulai terungkap.

Korban diketahui bernama Siti Aisyah, perempuan berusia sekitar 38 tahun. Informasi awal menyebut korban beralamat di kawasan Jalan Baamang, Sampit.

Advertisement

Sebelumnya, warga di sekitar Pelabuhan Kelotok PPM Sampit digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di Sungai Mentaya, Minggu, 28 Juni 2026 sore.

Jasad korban ditemukan dalam posisi tengkurap di permukaan air dan berada di bawah titian kayu kawasan dermaga pelabuhan. Penemuan itu sempat menarik perhatian warga dan pengguna jasa pelabuhan.

Saat ditemukan, korban disebut masih mengenakan pakaian lengkap. Jenazah kemudian dievakuasi oleh relawan bersama petugas dan dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Advertisement

Meski identitas korban sudah diketahui, penyebab kematian Siti Aisyah masih belum dapat dipastikan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap sebelum korban ditemukan mengapung di Sungai Mentaya.

Belum diketahui apakah korban meninggal karena tenggelam, mengalami kecelakaan, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematiannya.

Advertisement

Kepolisian masih perlu menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Penemuan mayat tersebut sebelumnya membuat kawasan Pelabuhan Kelotok PPM Sampit mendadak ramai. Warga yang berada di sekitar lokasi berkumpul untuk melihat proses evakuasi.

Lokasi penemuan berada di area yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas pelabuhan, termasuk taksi air dan transportasi sungai.

Advertisement

Peristiwa itu menambah daftar kejadian menonjol di kawasan bantaran Sungai Mentaya yang kerap menjadi pusat aktivitas warga Sampit.

Aparat diharapkan segera menyampaikan keterangan resmi setelah proses pemeriksaan dan identifikasi selesai dilakukan, agar tidak berkembang spekulasi di masyarakat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement

Advertisement