“Pembangunan ruas jalan tersebut dipastikan tidak mengganggu program Rp1 miliar satu desa maupun belanja pegawai dan kegiatan perangkat daerah lainnya. Semuanya sudah melalui penghitungan matang. Secara anggaran dan SDM, kita mampu,” ujarnya.
Pembangunan dirancang bertahap. Pada 2025, Pemkab telah menyelesaikan pelebaran ruas jalan perkotaan, penataan lampu penerangan, dan peningkatan akses antarwilayah sebagai fondasi awal. Memasuki 2026, fokus diarahkan pada penyelesaian ruas yang sudah berjalan, pembukaan jalur menuju Mandomai, penyelesaian badan jalan ke Batanjung, serta penuntasan program Waterfront City dan taman kota.
Pada 2027, pemerintah daerah akan menyelesaikan jalur menuju Pasak Talawang, termasuk pembangunan 35 titik box culvert dan sejumlah jembatan. Keseluruhan koridor lintas kecamatan ditargetkan fungsional pada 2028.
Wiyatno mengakui, dorongan membangun jalur ini juga bersifat personal. Ia menyebut selama ini tidak nyaman harus melintasi Pulang Pisau, Palangka Raya, hingga Gunung Mas setiap kali berkunjung ke wilayah hulu Kapuas.
“Kalau seluruh kecamatan sudah terkoneksi dari pesisir sampai pedalaman, tentu kita akan jauh lebih mudah dan bangga,” ujarnya.
Untuk sektor lain seperti pertanian, ketahanan pangan, perikanan, dan pendidikan, Wiyatno menyebut pembiayaan akan dilakukan melalui skema berbagi anggaran dengan pemerintah pusat. Realisasi seluruh target ini akan menjadi ujian nyata bagi Pemkab Kapuas dalam menyeimbangkan ambisi pembangunan baru dengan tuntutan perbaikan infrastruktur yang sudah lama dibutuhkan warga.

Tinggalkan Balasan