Ia juga mengingatkan, tidak semua kepala daerah memiliki latar belakang pengusaha. Karena itu, ia mendorong kepala daerah membuka ruang diskusi bersama Kadin untuk merumuskan langkah konkret. “Lebih baik kita mendengar. Apa potensi Sultra, dan insentif apa yang dibutuhkan Kadin,” tuturnya.
Tito menutup pidatonya dengan ajakan untuk mewujudkan aksi nyata dari kolaborasi Pemda dan dunia usaha. “Mari kita dukung bersama kolaborasi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, khususnya Kadin, agar Sulawesi Tenggara benar-benar lebih maju,” katanya.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta jajaran pengurus Kadin Indonesia dan daerah.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
