Estimasi waktu baca: 4 menit

Menhut Raja Juli Turun ke Kalteng

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung ke Kalimantan Tengah (Kalteng) ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga mereda. Di saat yang sama, warga mulai merasakan dampaknya: udara berasap, jarak pandang menurun hingga keluhan gangguan pernapasan.

Raja Juli meninjau lokasi karhutla di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Rabu, 19 Agustus 2026. Setelah itu, ia melanjutkan kunjungan ke kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika jumlah karhutla di Kalteng sudah mencapai 1.464 kejadian sejak awal tahun, dengan luas lahan terbakar 3.896,43 hektare berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 18 Agustus 2026.

Angka itu menjadi gambaran betapa besar tantangan yang masih dihadapi pemerintah menghadapi musim kering tahun ini.

Menhut Bicara OMC, Tapi Syaratnya Tidak Mudah

Saat melihat langsung penanganan karhutla di Petuk Katimpun, Raja Juli menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu solusi ideal.

Namun, OMC tidak bisa dilakukan begitu saja.

Pemerintah tetap membutuhkan kondisi atmosfer dan awan yang memenuhi syarat untuk disemai. Karena itu, Kementerian Kehutanan berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk melihat kemungkinan pelaksanaannya.

Jika kondisi memungkinkan, hujan buatan diharapkan membantu membasahi wilayah yang kering sekaligus mendukung pemadaman.

Sementara menunggu kondisi yang sesuai, pemadaman darat dan udara tetap dilakukan.

Helikopter digunakan untuk water bombing, sedangkan tim gabungan di darat terus mengejar titik-titik api.

Warga Mulai Merasakan Dampaknya

Persoalan karhutla kini bukan hanya soal berapa banyak lahan yang terbakar.

Dampaknya mulai dirasakan warga.

Kabut asap kembali muncul di Palangka Raya. Pada pagi hari, kondisi udara di sejumlah kawasan terlihat berkabut dan membuat aktivitas luar ruangan menjadi kurang nyaman.

Pengendara juga harus lebih berhati-hati ketika jarak pandang berkurang.

Di media sosial, kondisi tersebut ikut menjadi perhatian.

Akun X @antmegapolitan mengunggah kondisi kabut asap Palangka Raya pada 18 Agustus 2026. Sementara akun @EYulihastin turut menyoroti kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.

Kasus ISPA Ikut Naik

Dampak kesehatan menjadi salah satu alasan mengapa kabut asap perlu mendapat perhatian serius.

Puskesmas Bukit Hindu mencatat 257 kasus ISPA sepanjang 1-18 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 192 kasus yang tercatat selama Juli.

Keluhan pasien antara lain batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan demam.

Puskesmas Pahandut juga mencatat peningkatan kasus ISPA, dari sekitar 170 kasus pada Juni menjadi sekitar 300 kasus pada Juli.

Peningkatan kasus tersebut tidak otomatis berarti seluruhnya disebabkan kabut asap. Namun, waktunya bertepatan dengan memburuknya kondisi karhutla dan kualitas udara di Palangka Raya.

239 Hotspot Terdeteksi di Palangka Raya

Pemantauan titik panas juga menunjukkan kondisi yang masih perlu diwaspadai.

Dalam pemantauan 24 jam hingga 19 Agustus, terdapat 239 deteksi hotspot di Palangka Raya.

Kualitas udara di kota tersebut juga sempat berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Banjarbaru dan Pontianak Juga Mengalami Asap

Kabut asap tidak hanya dirasakan di Palangka Raya.

Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, asap tebal dilaporkan membuat jarak pandang menurun pada 19 Agustus.

Sementara di Kalimantan Barat, kabut asap kembali dirasakan di Pontianak dan Kubu Raya.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla memiliki dampak lintas wilayah.

Asap dapat bergerak mengikuti kondisi angin sehingga wilayah yang jauh dari titik kebakaran sekalipun dapat ikut terdampak.

Ada “Superman” di Tengah Pemadaman

Di tengah persoalan karhutla, kunjungan Menhut juga memperlihatkan sisi lain.

Raja Juli bertemu Rudiansyah, pemuda yang ikut membantu pemadaman karhutla di Petuk Katimpun.

Yang membuatnya menarik, Rudiansyah turun ke lapangan mengenakan kostum Superman.

Raja Juli kemudian menyebutnya sebagai “forest hero” dan mengapresiasi keterlibatannya dalam membantu pemadaman.

Rudiansyah juga disebut memiliki cita-cita menjadi polisi hutan.

Cerita tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya pekerjaan pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran semakin meluas.

Pemerintah Mulai Bicara Penindakan

Selain pemadaman, pemerintah juga menekankan penegakan hukum.

Raja Juli menyampaikan bahwa pihak yang terbukti melakukan perusakan hutan dan lingkungan akan ditindak.

Di Kalteng sendiri, informasi dari kepolisian menyebut adanya tersangka dalam kasus perusakan alam dan hutan.

Penindakan menjadi penting karena karhutla tidak bisa diselesaikan hanya dengan memadamkan api.

Jika penyebab kebakaran tidak ditangani, persoalan yang sama berpotensi kembali terjadi pada musim kemarau berikutnya.

Menhut Datang, Warga Menunggu Hasil

Kunjungan Raja Juli Antoni ke Kalteng berlangsung di tengah situasi yang cukup kompleks.

Pemerintah harus menghadapi ribuan kejadian karhutla, sementara masyarakat mulai merasakan dampak asap.

OMC bisa menjadi salah satu pilihan jika kondisi awan memungkinkan. Water bombing dan pemadaman darat tetap berjalan.

Di sisi lain, pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan bersamaan.

Bagi warga, keberhasilan penanganan karhutla bukan diukur dari berapa banyak pejabat yang datang meninjau lokasi.

Ukuran paling sederhana adalah ketika titik api berkurang, asap menghilang, jarak pandang kembali normal dan warga bisa bernapas tanpa khawatir.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja