Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Melihat Iman yang Bertindak Aktif

Renungan Minggu, 4 Oktober 2026
Oleh: Pdm. Nadi Kodun, S.Th.

Landasan Firman: Lukas 5:18–19

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Shalom. Selamat hari Minggu, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Selamat pula memasuki Minggu pertama di bulan Oktober 2026.

Dalam beberapa minggu ke depan, saya ingin mengajak kita bersama-sama merenungkan tentang iman. Bukan hanya iman yang diucapkan, tetapi iman yang bergerak, berusaha, berkorban, dan bertindak.

Pada kesempatan ini, kita dibawa untuk merenungkan Firman Tuhan yang tertulis dalam Lukas 5:18–19. Bagian ini tentu cukup akrab bagi banyak orang percaya. Kita membaca kisah tentang sekelompok orang yang membawa seorang lumpuh untuk bertemu dengan Yesus Kristus.

Ketika mereka tidak dapat masuk karena banyaknya orang, mereka tidak berhenti. Mereka naik ke atas rumah, membuka bagian atap, lalu menurunkan orang yang lumpuh itu tepat di hadapan Yesus.

Di sinilah kita melihat sesuatu yang sangat penting: iman mereka tidak berhenti dalam keyakinan, tetapi diwujudkan melalui tindakan.

Iman yang Tidak Menyerah

Dalam komentarnya mengenai bagian ini, John MacArthur menggambarkan bahwa orang lumpuh pada masa itu tidak hanya menghadapi penderitaan fisik, tetapi juga stigma sosial.

Dalam budaya Yahudi pada zaman Yesus, penyakit dan penderitaan sering kali dikaitkan secara langsung dengan dosa seseorang atau keluarganya. Akibatnya, mereka yang sakit bukan hanya menanggung rasa sakit secara jasmani, tetapi juga tekanan sosial dan batin.

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak menghentikan orang-orang yang membawa si lumpuh kepada Yesus.

Mereka tetap datang.

Mereka tetap berusaha.

Mereka tetap percaya.

Ketika pintu tidak dapat dilewati, mereka mencari jalan lain. Ketika kerumunan menjadi penghalang, mereka tidak pulang dengan kecewa.

Mereka naik ke atap.

Mereka membongkar jalan.

Mereka menurunkan sahabatnya di hadapan Kristus.

Inilah iman yang bertindak.

Yesus Melihat Iman Mereka

Saudara-saudari yang saya kasihi, yang menarik dari kisah ini adalah bahwa Yesus melihat iman mereka.

Iman itu terlihat melalui usaha mereka, tekad mereka, ketidaknyamanan yang harus mereka hadapi, pengorbanan, kasih kepada sahabatnya, serta penolakan untuk menyerah.

Mereka percaya bahwa hanya Yesus yang dapat menolong.

Mereka tidak sekadar berkata, “Kami percaya Yesus sanggup menyembuhkan.”

Mereka membawa keyakinan itu menjadi sebuah tindakan nyata.

Karena itu, iman sejati tidak hanya berada dalam pikiran atau perkataan. Iman juga harus terlihat melalui langkah hidup.

Bagaimana dengan Iman Kita?

Pertanyaan bagi kita pada hari ini adalah: apakah iman kita juga sedang bertindak?

Betapa ironis apabila kita mengaku percaya kepada Kristus, tetapi tidak pernah berusaha membawa orang-orang terdekat kita kepada-Nya.

Ada begitu banyak orang di sekitar kita yang mungkin tidak lumpuh secara fisik, tetapi sedang mengalami “kelumpuhan secara rohani”.

Mungkin mereka kehilangan pengharapan.

Mungkin mereka semakin jauh dari Tuhan.

Mungkin mereka tidak lagi memiliki semangat untuk beribadah.

Mungkin mereka sedang jatuh dan membutuhkan seseorang yang bersedia menopang mereka.

Apakah kita mau menjadi seperti sahabat-sahabat dalam Lukas 5?

Orang-orang yang tidak menyerah.

Orang-orang yang tetap membawa sahabatnya kepada Yesus.

Iman Harus Terlihat dalam Keluarga

Memasuki bulan Oktober ini, mari kita kembali memiliki iman yang bertindak.

Iman yang membuat kita tidak menyerah membawa anak-anak mengikuti sekolah Minggu.

Iman yang membuat kita tidak berhenti mengajak suami atau istri untuk berdoa.

Iman yang membuat kita tetap mengajak keluarga beribadah ke gereja.

Iman yang membuat kita terus mendoakan orang-orang yang kita kasihi, sekalipun perubahan belum terlihat.

Jangan mudah menyerah hanya karena jalan yang kita tempuh terasa sulit.

Orang-orang yang membawa si lumpuh juga menghadapi hambatan. Namun, hambatan tidak menghentikan iman mereka.

Sebaliknya, iman membuat mereka menemukan jalan.

Jangan Hanya Percaya, Bertindaklah

Saudara-saudari, iman bukan sekadar mengatakan bahwa Tuhan sanggup.

Iman adalah keberanian untuk tetap berjalan karena kita percaya Tuhan sanggup.

Iman bukan hanya menunggu.

Iman juga bekerja.

Iman bukan hanya berbicara.

Iman menghasilkan tindakan.

Mari memasuki bulan Oktober dengan iman yang semakin dewasa. Iman yang tidak mudah menyerah dan iman yang membawa orang-orang yang kita kasihi semakin dekat kepada Kristus.

Kristus tidak pernah berutang kepada siapa pun, termasuk kepada Anda dan keluarga.

Tetaplah percaya.

Tetaplah berdoa.

Tetaplah bertindak dalam iman.

Tuhan memberkati.

Pdm. Nadi Kodun, S.Th.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja