CYRUSTIMES.COM, KAPUAS – Sekretariat DPRD Kabupaten Kapuas memastikan Rencana Umum Pengadaan (RUP) paket “Wallpaper Rujab Ketua DPRD” senilai Rp1.500.295.000 akan direvisi setelah menuai sorotan publik terkait besaran anggaran dan rincian pekerjaan, Kamis (14/05/2026).

Klarifikasi tersebut disampaikan Sekretaris DPRD Kapuas melalui Kasubbag Kepegawaian dan Tata Usaha (TU), Achmad Norhan. Ia menjelaskan, paket yang tayang di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun Anggaran 2026 itu belum menggambarkan keseluruhan pekerjaan yang direncanakan.

“Untuk kegiatan pemasangan wallpaper rujab yang tayang di SiRUP, kegiatan itu tidak dilaksanakan dulu dan akan direvisi di APBD Perubahan,” ujar Achmad Norhan.

Menurut dia, judul kegiatan yang tercantum saat ini dinilai belum sesuai dengan isi pekerjaan secara keseluruhan. Selain itu, anggaran untuk perencanaan dan pengawasan pekerjaan juga belum dirinci dari nilai pagu yang tercantum.

Achmad menjelaskan, pekerjaan yang dimaksud bukan hanya pemasangan wallpaper, melainkan juga mencakup pekerjaan interior lain berupa custom high pressure laminate (HPL), rak televisi, serta beberapa pekerjaan custom interior lainnya.

“Uraian pekerjaan bukan hanya pemasangan wallpaper, tetapi berupa pekerjaan interior seperti custom HPL, rak TV, dan custom lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, paket pengadaan yang saat ini tayang di SiRUP nantinya akan dibatalkan dan diumumkan ulang setelah dilakukan revisi judul kegiatan maupun penyesuaian pagu anggaran.

“Iya betul, karena judul akan berubah. Pagu anggarannya juga akan berkurang biaya perencanaan dan pengawasan,” ucapnya.

Sebelumnya, pengadaan paket berkode RUP 64906023 dengan nama “Wallpaper Rujab Ketua DPRD” menjadi sorotan publik karena nilai anggarannya mencapai Rp1,5 miliar.

Paket tersebut tercatat dalam kategori pekerjaan konstruksi menggunakan metode E-Purchasing yang dikelola Sekretariat DPRD Kabupaten Kapuas dengan sumber dana APBD 2026.

Sorotan publik semakin menguat setelah Ketua DPRD Kabupaten Kapuas, Ardiansyah, tidak memberikan penjelasan rinci saat dikonfirmasi wartawan terkait pengadaan tersebut.

Saat itu, Ardiansyah hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan singkat tanpa menjelaskan substansi penggunaan anggaran.

“Sdh di anu diamon tu,” ujar Ardiansyah, Kamis (07/05/2026).

Ketua Umum Perkumpulan Suara Masyarakat Borneo (SUMBO), Diamon, sebelumnya juga meminta rincian spesifikasi dan volume pekerjaan dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat dapat menilai kewajaran penggunaan anggaran.

“Jika benar hanya wallpaper, nilainya sulit diterima akal sehat,” tegas Diamon.

Polemik tersebut mencuat di tengah kondisi APBD Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026 yang mengalami penurunan sekitar Rp800 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Sejumlah kalangan pun mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran daerah, terutama terkait pengeluaran untuk rumah jabatan di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang tertekan.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita