CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – Gerakan Pemuda Untuk Rakyat (GAPURA) menyoroti kondisi pengecatan jalur sepeda dan pembatas jalan di sejumlah ruas protokol Kota Palangka Raya yang mulai mengalami kerusakan dan pengelupasan cat. Organisasi tersebut menilai kualitas pengerjaan proyek infrastruktur itu perlu dievaluasi karena menggunakan anggaran publik.
Beberapa titik yang menjadi perhatian berada di kawasan jalan utama Kota Palangka Raya. Cat jalur sepeda terlihat mulai memudar dan terkelupas meski proyek tersebut belum lama selesai dikerjakan.
Ketua GAPURA, Aris, menyampaikan proyek pengecatan jalan dinilai lebih mengedepankan tampilan visual dibanding kualitas dan kebutuhan utama masyarakat.
“Pengecatan pembatas jalan bukan hanya salah prioritas, tetapi juga menjadi simbol proyek yang terkesan asal-asalan. Belum lagi hitungan bulan, masyarakat sudah melihat cat terkelupas di berbagai sudut jalan. Ini menunjukkan kualitas pengerjaan patut dipertanyakan,” ujar Aris, Sabtu (17/05/2026).
Aris juga mempertanyakan besarnya anggaran yang digunakan dalam proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran secara terbuka dan rinci.
“Kami juga mempertanyakan, apakah anggaran sebesar itu memang hanya digunakan untuk pengecatan jalan? Jangan sampai anggaran rakyat dihabiskan untuk proyek estetika instan yang rapuh sementara banyak persoalan infrastruktur utama masih membutuhkan perhatian serius,” tegasnya.
GAPURA meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengerjaan proyek. Evaluasi tersebut mencakup spesifikasi bahan, proses pengerjaan, hingga pengawasan di lapangan.
Menurut GAPURA, pembangunan infrastruktur seharusnya mengutamakan kualitas, ketahanan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Organisasi itu menilai proyek yang cepat rusak berpotensi menambah pemborosan anggaran daerah.
“Rakyat membutuhkan pembangunan yang benar-benar berdampak dan tahan lama, bukan proyek yang hanya terlihat bagus di awal tetapi cepat rusak di kemudian hari,” tutup Aris.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
