Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Progres Mega Proyek Waterfront City Kapuas

CYRUSTIMES, KUALA KAPUAS – Pembangunan Waterfront City Kabupaten Kapuas kembali menjadi perhatian. Sejumlah tiang pancang dan alat berat penumbuk tiang (piling rig) mulai terlihat di kawasan proyek tepian Sungai Kapuas Murung, Jalan Jenderal Soedirman, Rabu (19/8/2026).

Perkembangan tersebut menjadi kabar terbaru dari proyek bernilai Rp82,6 miliar yang sebelumnya juga telah diberitakan CyrusTimes.

Material tiang pancang kini telah berada di lokasi bersama alat berat yang akan digunakan untuk pekerjaan pemancangan. Aktivitas tersebut menjadi tanda bahwa proyek mulai memasuki tahapan konstruksi yang lebih terlihat.

Namun, kedatangan material tersebut sekaligus memunculkan perhatian publik mengenai progres pekerjaan. Pasalnya, kontrak proyek telah berjalan sejak Maret 2026, sementara tiang pancang baru terlihat berada di lokasi pada pertengahan Agustus.

Netizen Soroti Jarak Waktu

Perkembangan tersebut turut dibagikan melalui akun Instagram @storykapuas dan memancing sejumlah komentar dari warganet.

Salah satu komentar menyoroti lamanya waktu yang dibutuhkan hingga tiang pancang tiba di lokasi.

“Lawasnya tiang pancang hanya datang di hari ke 157??? Tinggal 129 hari lagi pengerjaan tu…”

Komentar tersebut menggambarkan perhatian publik terhadap sisa waktu pekerjaan. Dengan masa pelaksanaan selama 286 hari kalender, waktu yang tersedia memang terus berkurang seiring berjalannya proyek.

Komentar lain menyoroti besarnya anggaran proyek dibandingkan kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas.

“Waw 82 milyar, banyak aja ternyata duit kabupaten tercinta ni. Tapi kenapa masih banyak yang mengeluh jalan sulit jar lah yang di pelosok-pelosok Kabupaten Kapuas sana.”

Ada pula netizen yang menekankan pentingnya pemerintah melihat skala prioritas pembangunan, terutama pembangunan yang manfaatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa dan wilayah pelosok.

Di sisi lain, sejumlah komentar menyambut positif pembangunan Waterfront City dan berharap proyek tersebut dapat membawa wajah baru bagi Kabupaten Kapuas.

Kontrak Berjalan Sejak Maret

Berdasarkan informasi proyek yang sebelumnya beredar, pembangunan Dermaga Waterfront City Kapuas memiliki nilai kontrak Rp82.614.785.402 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026.

Kontrak pekerjaan tercatat pada 9 Maret 2026, sementara Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tercatat pada 16 Maret 2026.

Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 286 hari kalender.

Jika dihitung dari SPMK hingga 19 Agustus 2026, sekitar 156 hari telah berlalu. Artinya, proyek telah memasuki lebih dari separuh masa pelaksanaan dengan waktu sekitar 130 hari tersisa.

Di sinilah kedatangan tiang pancang menjadi menarik untuk diperhatikan.

Bukan hanya karena material utama tersebut akhirnya berada di lokasi, tetapi juga karena pekerjaan pemancangan kini harus segera berjalan dan diikuti tahapan konstruksi berikutnya.

Dari Tiang Pancang ke Progres Nyata

Kehadiran piling rig memberikan sinyal bahwa pekerjaan struktur mulai dipersiapkan.

Namun, masyarakat tentu akan menunggu lebih jauh. Material yang sudah berada di lokasi diharapkan segera berubah menjadi aktivitas pemancangan dan progres fisik yang dapat terlihat dari waktu ke waktu.

Sebab, keberhasilan proyek bukan hanya ditentukan oleh tersedianya material, tetapi juga kemampuan kontraktor menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan sesuai jadwal dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Dengan nilai proyek mencapai puluhan miliar rupiah, perkembangan fisik Waterfront City dipastikan menjadi perhatian masyarakat Kapuas.

Muncul Istilah “Roro Jonggrang”

Perkembangan proyek ini juga mengingatkan pada istilah “Roro Jonggrang” yang biasa digunakan untuk menggambarkan pekerjaan yang berpotensi dikebut menjelang batas akhir kontrak.

Analogi tersebut muncul seiring perhatian terhadap waktu pelaksanaan proyek dan perkembangan fisik yang mulai terlihat di lapangan.

Kini, dengan tiang pancang dan piling rig sudah berada di lokasi, pekerjaan Waterfront City Kapuas memasuki fase yang akan menentukan apakah progres pembangunan mampu mengejar waktu yang tersedia.

Jika pemancangan segera berlangsung dan dilanjutkan dengan tahapan konstruksi lainnya secara konsisten, proyek akan mulai menunjukkan perkembangan yang lebih jelas.

Sebaliknya, apabila aktivitas kembali berjalan lambat, perhatian publik terhadap sisa waktu kontrak tentu akan semakin besar.

Waterfront City Ditunggu Wujudnya

Waterfront City Kapuas dirancang menjadi bagian dari penataan kawasan tepian Sungai Kapuas Murung dan diharapkan dapat mendukung pengembangan ruang publik serta pariwisata di Kuala Kapuas.

Dengan anggaran Rp82,6 miliar, proyek ini bukan pembangunan kecil. Harapan masyarakat pun tidak hanya sebatas proyek selesai, tetapi kawasan tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi warga dan menjadi ruang publik yang layak.

Kini, setelah tiang pancang mulai tiba, publik memiliki alasan baru untuk kembali memperhatikan proyek tersebut.

Apakah kedatangan tiang pancang akan menjadi titik awal percepatan Waterfront City Kapuas? Perkembangan pekerjaan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi jawabannya.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja