Estimasi waktu baca: 4 menit

Dua terduga pelaku baru berinisial Y dan L diamankan. Polres Katingan masih mendalami peran masing-masing dalam tragedi Tumbang Kalemei.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kepolisian kembali mengamankan dua terduga pelaku dalam pengusutan kasus penyerangan terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Dengan penangkapan terbaru tersebut, total lima orang terduga pelaku telah diamankan penyidik dalam perkara yang menewaskan tiga anggota Polri tersebut.

Advertisement

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan adanya dua terduga pelaku baru yang diamankan.

“Ada dua,” kata Dodik saat dikonfirmasi Cyrustimes dari Palangka Raya, Selasa, 8 Juli 2026.

Dua Terduga Baru Berinisial Y dan L

Saat ditanya identitas dua terduga pelaku yang baru diamankan, Dodik menyebut keduanya berinisial Y dan L.

Advertisement

Meski demikian, polisi belum membeberkan secara rinci peran masing-masing dalam insiden penyerangan terhadap aparat saat operasi penindakan narkoba di Tumbang Kalemei.

“Y dan L. Peran masih didalami,” ujar Dodik.

Kapolres juga membenarkan bahwa dengan penambahan dua orang tersebut, hingga kini total lima terduga pelaku telah diamankan.

Advertisement

“Iya,” kata Dodik saat dikonfirmasi mengenai jumlah keseluruhan terduga pelaku yang telah ditangkap.

Sebelumnya Tiga Orang Diamankan

Sebelumnya, polisi lebih dulu mengamankan tiga terduga pelaku berinisial R, S, dan N.

Ketiganya masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa penyerangan terhadap personel kepolisian.

Advertisement

Penyidik juga terus mengembangkan perkara untuk memastikan siapa saja yang terlibat langsung dalam penyerangan, siapa yang membantu, dan apakah ada pihak lain yang berperan dalam menggerakkan massa maupun melindungi jaringan narkoba di wilayah tersebut.

“Kami juga masih memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat saat operasi penindakan narkoba di Desa Tumbang Kalemei,” pungkasnya.

Operasi Narkoba Berujung Ricuh

Peristiwa ini bermula dari operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.

Advertisement

Operasi tersebut dilakukan untuk menindak dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Katingan Tengah.

Namun, operasi berujung ricuh setelah petugas mendapat perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Situasi kemudian berkembang menjadi penyerangan terhadap personel kepolisian.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur setelah mengalami luka bacok di bagian kepala.

Advertisement

Sementara dua anggota lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dilaporkan hilang saat berupaya menyelamatkan diri dengan menyeberangi Sungai Katingan.

Dua Personel Ditemukan di DAS Katingan

Bripda Nopandri Ramadhana kemudian ditemukan di Daerah Aliran Sungai Katingan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Sementara Aiptu Sumariyanto menjadi personel terakhir yang ditemukan di wilayah DAS Katingan pada Minggu, 5 Juli 2026.

Advertisement

Dengan ditemukannya keduanya, seluruh personel Polres Katingan yang sempat hilang dalam insiden Tumbang Kalemei telah ditemukan.

Namun, penemuan itu sekaligus menambah duka mendalam bagi keluarga besar Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah.

Polisi Dalami Peran Para Terduga

Salah satu terduga pelaku sebelumnya diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Advertisement

Penangkapan itu dilakukan setelah terduga pelaku menjadi target pengejaran aparat pascainsiden yang menewaskan anggota kepolisian.

Para terduga pelaku yang kini diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam aksi penyerangan terhadap petugas, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika yang menjadi target operasi.

Advertisement

Pengusutan Belum Selesai

Meski lima orang telah diamankan, pengusutan kasus Tumbang Kalemei belum selesai.

Aparat gabungan masih memburu sejumlah orang lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena tidak hanya menyangkut penyerangan terhadap aparat, tetapi juga membuka dugaan adanya jaringan narkotika yang memiliki daya perlawanan kuat di lapangan.

Penyidikan menyeluruh menjadi kunci untuk menjawab rangkaian peristiwa: bagaimana operasi berubah menjadi penyerangan, siapa saja yang terlibat, dan apakah ada aktor lebih besar di balik tragedi tersebut.

Bagi publik, penangkapan lima terduga pelaku menjadi perkembangan penting. Namun, kepastian hukum baru akan terlihat setelah penyidik membeberkan peran masing-masing dan membawa perkara ini ke proses hukum lebih lanjut.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement