Estimasi waktu baca: 4 menit

Vokalis R.A.S.Y.A Laporkan Dugaan Pelecehan di GIGS

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Vokalis band lokal R.A.S.Y.A, Natasya (19), resmi melaporkan dugaan pelecehan seksual nonfisik yang dialaminya saat tampil dalam kegiatan amal karhutla di Palangka Raya.

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/242/IX/2026/SPKT/POLDA KALIMANTAN TENGAH dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kalimantan Tengah pada Selasa, 22 September 2026, pukul 11.26 WIB.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STTLP/242/IX/YAN.2.5./2026/SPKT, pihak yang dilaporkan adalah Ain Nasriko atau dikenal dengan nama Ain Koto.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Kopiteja, kawasan Jalan G. Obos Induk, simpang empat lampu merah Jalan Thamrin–William AS, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.

Mikrofon Diduga Diambil Paksa

Dalam uraian laporan disebutkan, kegiatan amal karhutla tersebut disaksikan lebih dari 50 orang.

Saat R.A.S.Y.A tampil, terlapor diduga mengambil paksa mikrofon yang sedang digunakan Natasya. Terlapor kemudian disebut melontarkan kalimat bernada ancaman disertai umpatan terkait lagu dari grup musik Noah.

Tindakan berikutnya terjadi ketika Natasya menyanyikan lagu berjudul “Sisa Kita”. Terlapor diduga mengambil celana dalam yang tidak diketahui pemiliknya, kemudian meletakkannya di atas penyangga teks lagu di depan vokalis.

Perbuatan tersebut disaksikan dan didengar oleh penonton karena berlangsung dalam sebuah pertunjukan terbuka, bukan di ruang privat.

Dalam laporannya, Natasya mengaku merasa tersinggung, terhina, dan dilecehkan secara verbal di muka umum. Peristiwa itu juga disebut menimbulkan tekanan dan trauma terhadap dirinya.

Natasya Menangis Setelah Tampil

Dalam wawancara, Natasya mengatakan peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika dirinya sedang membawakan lagu.

“Saat saya menyanyi, saya kaget karena orang itu tiba-tiba memberikan sebuah celana dalam kepada saya. Saya berusaha mengontrol emosi agar tidak terjadi sesuatu yang lebih besar,” kata Natasya.

Meski merasa terguncang, Natasya tetap menyelesaikan penampilannya bersama R.A.S.Y.A.

“Saya tetap melanjutkan penampilan sampai selesai. Setelah selesai, emosi saya pecah dan saya menangis. Saya menemui teman-teman band di parkiran, kemudian kami berbicara,” tuturnya.

Untuk sementara, Natasya memilih menunda aktivitas panggung karena masih mengalami trauma. Namun, ia menegaskan akan kembali berkarya setelah persoalan yang dihadapinya selesai.

Dilaporkan dengan Pasal 5 UU TPKS

Kuasa hukum Natasya, Jeffriko Seran, mengatakan langkah hukum ditempuh untuk memberikan perlindungan kepada korban sekaligus mencegah kejadian serupa terhadap perempuan dan musisi lainnya.

“Kenapa hari ini kami mengambil jalur hukum? Karena perempuan harus dilindungi. Musisi Kalimantan Tengah juga harus dilindungi,” kata Jeffriko.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang mengatur pelecehan seksual nonfisik.

Menurut Jeffriko, pihak korban sebelumnya menunggu permintaan maaf langsung dari terlapor. Namun, dalam uraian laporan disebutkan belum terdapat iktikad baik berupa klarifikasi atau permintaan maaf secara langsung kepada korban hingga laporan dibuat.

Jeffriko juga membantah anggapan bahwa tindakan memberikan celana dalam kepada vokalis merupakan bagian dari kultur pertunjukan musik tertentu.

“Musiknya boleh keras, tetapi kesopanan dan etika tetap dijaga. Tidak ada kultur seperti itu dalam musik punk. Narasi tersebut hanya menjadi pembenaran,” tegasnya.

Mengenai kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan, Jeffriko mengatakan pihaknya terlebih dahulu menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian.

Panitia GIGS Sampaikan Versi Berbeda

Terpisah, Hendra selaku pihak panitia GIGS membenarkan adanya peristiwa saat penampilan R.A.S.Y.A. Ia menjelaskan acara tersebut merupakan pertunjukan amal dengan karakter dan genre musik yang beragam.

Hendra mengakui panitia kurang selektif dalam menyesuaikan karakter band yang tampil.

“Mungkin itu kesalahan kami juga karena kurang menyaring band-band mana saja yang bermain,” kata Hendra.

Menurut versi panitia, celana dalam tersebut merupakan bagian dari merchandise band Headquarter bertuliskan “Thanks for Coming Headquarter”. Benda itu disebut diletakkan di atas penyangga teks vokal tanpa terjadi kontak fisik dengan Natasya.

Keterangan tersebut berbeda dengan uraian laporan polisi yang turut menyebut adanya tindakan mengambil paksa mikrofon yang digunakan Natasya. Perbedaan keterangan kedua pihak selanjutnya menjadi kewenangan penyidik untuk diperiksa.

Hendra juga mengeklaim panitia telah berupaya menyampaikan klarifikasi, permintaan maaf, dan menawarkan mediasi sejak malam setelah kejadian.

Menurut Hendra, Ain Koto telah mengakui tindakannya keliru dan memiliki iktikad untuk meminta maaf.

“Ain Koto merasa salah. Dia mengakui kesalahan itu dan sudah ada iktikad untuk meminta maaf,” ujarnya.

Namun, pihak korban akhirnya memilih membawa perkara tersebut ke jalur hukum. Hendra mengatakan panitia menghormati keputusan itu dan akan mendampingi terlapor selama proses pemeriksaan.

Polisi Akan Memeriksa Laporan

Diterbitkannya STTLP menunjukkan bahwa laporan Natasya telah diterima secara resmi oleh SPKT Polda Kalimantan Tengah.

Selanjutnya, penyidik akan memeriksa pelapor, terlapor, saksi, serta bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk menentukan tindak lanjut perkara.

Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi kepolisian mengenai hasil pemeriksaan awal maupun status hukum Ain Nasriko. Seluruh pihak tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja