Karena itu, menyebut mujair sebagai “ikan asli Indonesia” tidak tepat secara ilmiah. Tetapi menyebut nama mujair sebagai warisan sejarah perikanan rakyat Indonesia sangatlah tepat.
Dari Afrika ke Blitar, dari kolam pekarangan ke meja makan, mujair menjadi contoh bagaimana ilmu hayati, sejarah lokal, dan kebutuhan pangan masyarakat bertemu dalam satu cerita panjang.
Mujair fish, scientifically known as Oreochromis mossambicus or Mozambique tilapia, is not originally from Indonesia. The species comes from southeastern Africa and later spread to many tropical countries through aquaculture. In Indonesia, the name mujair is closely linked to Mbah Moedjair from Blitar, East Java, who popularized its cultivation and helped make the fish widely known among local communities.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Tinggalkan Balasan