Di sisi lain, pemerintah juga sebelumnya menegaskan bahwa evaluasi tidak selalu berakhir dengan reshuffle.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Juli 2026 mengatakan pengawasan terhadap jajaran kabinet dilakukan secara rutin, tetapi proses tersebut tidak selalu berujung pada pergantian pejabat.
Karena itu, setelah reshuffle 1 Oktober, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah Prabowo bersedia merombak kabinet, tetapi apakah perombakan tersebut sudah selesai atau masih akan berlanjut menuju momentum dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026.
Dalam konteks itulah nama Erlin Hardi dan Aswin Usup masih berada dalam radar bursa politik.
Untuk sementara, belum ada kepastian keduanya akan masuk kabinet. Namun sepanjang belum ada penegasan bahwa penataan Kabinet Merah Putih selesai, pergerakan nama dan posisi menjelang 20 Oktober masih menjadi bagian penting dari dinamika politik nasional.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Tinggalkan Balasan