Estimasi waktu baca: 6 menit

Erlin Hardi dan Aswin Usup Kembali Disorot Usai Reshuffle Prabowo

CYRUSTIMES, JAKARTA – Reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober 2026, belum sepenuhnya meredakan spekulasi perubahan susunan pemerintahan menjelang dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Setelah sejumlah posisi strategis resmi berganti, perhatian kini beralih pada kemungkinan adanya penataan lanjutan kabinet menjelang 20 Oktober 2026, tepat dua tahun sejak Prabowo-Gibran dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Di tengah bursa tersebut, dua figur dari Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan Kabinet Merah Putih kembali relevan untuk diperhatikan.

Keduanya adalah Erlin Hardi, mantan Penjabat (Pj) Bupati Kapuas yang pernah dikaitkan dengan posisi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), serta Dr. Ir. Aswin Usup, M.Sc., Ph.D., akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) yang sebelumnya disebut dalam bursa Menteri Kehutanan (Menhut).

Hingga 1 Oktober 2026 malam, belum terdapat pengumuman resmi Presiden ataupun Istana yang memastikan Erlin maupun Aswin akan masuk Kabinet Merah Putih.

Reshuffle 1 Oktober Ubah Peta Kabinet

Presiden Prabowo melakukan perubahan besar pada sejumlah posisi pemerintahan pada 1 Oktober 2026.

Dalam reshuffle tersebut, Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Sugiono kemudian berpindah menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Pergantian tersebut merupakan perubahan kabinet besar kedua dalam kurun kurang dari tiga pekan setelah pergantian Menteri Keuangan pada pertengahan September 2026.

Perombakan terbaru menjadi penting karena memperlihatkan bahwa evaluasi kabinet yang sebelumnya disampaikan Prabowo benar-benar berujung pada perubahan sejumlah posisi strategis.

Namun reshuffle 1 Oktober juga belum menjawab seluruh nama dan posisi yang sebelumnya beredar dalam bursa politik.

20 Oktober Jadi Momentum Politik Berikutnya

Tanggal 20 Oktober 2026 kembali menjadi sorotan karena bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sebelumnya, Prabowo secara terbuka menyatakan bahwa masa dua tahun merupakan waktu yang cukup bagi para pembantunya untuk menunjukkan kemampuan dan kinerja.

“Saya kira itu sesuatu yang logis. Dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya,” kata Prabowo pada 16 September 2026 ketika menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan reshuffle menjelang dua tahun pemerintahan.

Prabowo juga menyebut evaluasi terhadap anggota kabinet dilakukan secara terus-menerus.

Sebelumnya, pada Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026, Prabowo telah menjadikan pertemuan tersebut sebagai momentum evaluasi program pemerintah sekaligus mengukur berbagai capaian menjelang memasuki dua tahun pemerintahan.

Meski demikian, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi bahwa reshuffle berikutnya dijadwalkan pada 20 Oktober 2026.

Tanggal tersebut masih menjadi momentum yang dikaitkan dengan evaluasi dua tahun pemerintahan, bukan jadwal resmi pelantikan.

Erlin Hardi Kembali Dikaitkan dengan Wamen PU

Nama Erlin Hardi sebenarnya telah beredar dalam isu reshuffle sejak April 2026.

Mantan Pj Bupati Kapuas tersebut disebut-sebut masuk dalam bursa Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Ketika isu itu muncul pada April, Erlin mengaku tidak mengetahui kabar mengenai dirinya akan masuk kabinet.

“Ya jangan nebak-nebaklah,” kata Erlin saat itu ketika ditanya mengenai wacana dirinya menjadi Wamen PU.

Meski belum pernah mendapat konfirmasi resmi, rekam jejak Erlin memiliki keterkaitan kuat dengan sektor pekerjaan umum dan infrastruktur.

Sebelum memimpin Kabupaten Kapuas sebagai Pj Bupati, Erlin menjalani karier panjang di birokrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng).

Ia pernah bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Kalteng.

Erlin juga pernah memimpin Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kalteng sebelum kemudian dipercaya menjadi Pj Bupati Kapuas.

Latar belakang teknik, pekerjaan umum, sumber daya air, perumahan dan pemerintahan daerah tersebut menjadi konteks utama mengapa namanya berulang kali dikaitkan dengan posisi Wamen PU.

Aswin Usup Masih Dikaitkan dengan Kursi Menteri Kehutanan

Nama lain dari Kalteng adalah Aswin Usup.

Akademisi UPR tersebut sebelumnya pernah disebut dalam bursa Menteri Kehutanan.

Aswin dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam bidang lingkungan, kehutanan, lahan gambut serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menempuh pendidikan pascasarjana di Hokkaido University, Jepang, dan mengembangkan berbagai penelitian berkaitan dengan ekosistem gambut Kalimantan.

Aswin juga pernah memimpin pusat pengendalian kebakaran dan rehabilitasi hutan di UPR serta terlibat dalam penelitian mengenai kebakaran gambut, pencemaran udara, restorasi gambut dan pengelolaan kawasan rawan karhutla.

Latar belakang tersebut membuat namanya memiliki keterkaitan langsung dengan sektor kehutanan apabila kembali muncul dalam pembicaraan mengenai perubahan Kabinet Merah Putih.

Seperti Erlin, sampai saat ini belum terdapat konfirmasi bahwa Aswin telah dipanggil Presiden ataupun mendapatkan penawaran resmi terkait posisi Menteri Kehutanan.

Dua Nama Kalteng Sudah Beredar Sejak April

Menariknya, nama Erlin Hardi dan Aswin Usup muncul hampir bersamaan sejak April 2026.

Informasi yang berkembang ketika itu mengaitkan Erlin dengan jabatan Wamen PU, sementara Aswin disebut dalam pembicaraan mengenai posisi Menhut.

Cyrustimes juga telah memberitakan kembali kedua nama tersebut pada 14 September 2026 ketika isu reshuffle menguat.

Saat itu belum terdapat pemanggilan resmi ataupun keputusan Presiden mengenai keduanya.

Perbedaannya, dinamika kabinet kini telah berubah setelah reshuffle 1 Oktober benar-benar terjadi.

Beberapa nama yang sebelumnya hanya beredar dalam skenario politik telah mendapat jabatan baru, sehingga perhatian terhadap nama-nama lain yang belum terealisasi kembali meningkat.

Posisi Wamen PU dan Menhut Jadi Sorotan

Bursa Erlin dan Aswin memiliki karakter berbeda.

Erlin dikaitkan dengan posisi wakil menteri sehingga tidak harus selalu bergantung pada pergantian menteri yang sedang menjabat.

Presiden memiliki ruang untuk melakukan penataan posisi wakil menteri sesuai struktur pemerintahan dan kebutuhan kabinet.

Sementara posisi Menteri Kehutanan akan berkaitan langsung dengan keputusan Presiden terhadap struktur kepemimpinan Kementerian Kehutanan.

Karena itu, kemunculan nama Aswin dalam bursa tidak dapat serta-merta diartikan bahwa pergantian Menhut telah diputuskan.

Sampai terdapat Keputusan Presiden maupun pengumuman langsung dari Istana, kedua nama tersebut tetap berada pada kategori bursa politik.

Kalteng Punya Kepentingan Strategis di Dua Sektor

Kemunculan Erlin dan Aswin juga menarik karena dua jabatan yang dikaitkan dengan mereka bersentuhan langsung dengan persoalan strategis di Kalimantan Tengah.

Sektor pekerjaan umum berkaitan dengan pembangunan jalan, jembatan, sumber daya air, permukiman hingga berbagai infrastruktur nasional dan daerah.

Sementara sektor kehutanan memiliki hubungan sangat erat dengan kondisi Kalteng sebagai wilayah dengan bentang hutan dan lahan gambut yang luas.

Kalteng juga menjadi salah satu daerah yang rutin menghadapi persoalan karhutla, rehabilitasi gambut, tata kelola kawasan hutan serta konflik pemanfaatan ruang.

Namun relevansi pengalaman profesional tersebut tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk menyatakan keduanya telah dipilih Presiden.

Keputusan mengenai menteri dan wakil menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.

Reshuffle Belum Tentu Selesai

Peluang perubahan kabinet lanjutan tetap menjadi perhatian terutama karena Prabowo sebelumnya tidak menutup kemungkinan melakukan evaluasi setelah dua tahun pemerintahan.

Dalam wawancara pada September, Prabowo mengibaratkan kabinet sebagai sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain utama dan cadangan serta membutuhkan penempatan orang sesuai fungsi masing-masing.

Di sisi lain, pemerintah juga sebelumnya menegaskan bahwa evaluasi tidak selalu berakhir dengan reshuffle.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Juli 2026 mengatakan pengawasan terhadap jajaran kabinet dilakukan secara rutin, tetapi proses tersebut tidak selalu berujung pada pergantian pejabat.

Karena itu, setelah reshuffle 1 Oktober, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah Prabowo bersedia merombak kabinet, tetapi apakah perombakan tersebut sudah selesai atau masih akan berlanjut menuju momentum dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026.

Dalam konteks itulah nama Erlin Hardi dan Aswin Usup masih berada dalam radar bursa politik.

Untuk sementara, belum ada kepastian keduanya akan masuk kabinet. Namun sepanjang belum ada penegasan bahwa penataan Kabinet Merah Putih selesai, pergerakan nama dan posisi menjelang 20 Oktober masih menjadi bagian penting dari dinamika politik nasional.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja