Selain itu, tercatat 22.533 kasus diare secara kumulatif. Pada pekan kedua September terdapat tambahan 5.512 kasus ISPA.
Angka tersebut merupakan kasus yang tercatat dalam sistem pelayanan kesehatan dan tidak berarti seluruh kasus secara individual telah dibuktikan disebabkan langsung oleh kabut asap karhutla.
Namun data kesehatan tersebut menjadi perhatian ketika kualitas udara di berbagai wilayah Kalteng masih berada pada kategori Tidak Sehat hingga Berbahaya.
Sekolah Masih Menyesuaikan Kondisi Udara
Dampak asap juga telah memengaruhi kegiatan pendidikan.
Pemprov Kalteng sebelumnya menetapkan satuan pendidikan SMA, SMK dan SKh di wilayah terdampak dengan kualitas udara Tidak Sehat hingga Berbahaya dapat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Sementara di Palangka Raya, kebijakan pembelajaran PAUD hingga SMP juga telah beberapa kali disesuaikan berdasarkan perkembangan ISPU.
Dinas Pendidikan menyatakan evaluasi dilakukan setiap hari dengan kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama.
Dengan kondisi kualitas udara kembali berada pada level Berbahaya, perkembangan kebijakan pembelajaran pada Senin menjadi salah satu hal yang perlu dipantau.
Kalteng Masih Berstatus Siaga Darurat
Pemerintah Provinsi Kalteng sebelumnya menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026 melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026.
Sejumlah kabupaten/kota juga telah meningkatkan status penanganan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Murung Raya termasuk daerah yang pada 18 September meningkatkan status menjadi Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla.
Status tersebut memungkinkan penguatan personel, logistik dan operasi penanganan ketika kondisi kebakaran maupun dampaknya terhadap masyarakat meningkat.
Udara Berbahaya Masih Jadi Ancaman Utama
Perkembangan Senin pagi memperlihatkan dua indikator yang bergerak berbeda.
Dari sisi titik panas, terdapat penurunan dari 1.035 menjadi 968 hotspot high confidence di Kalteng.
Namun dari sisi kualitas udara, Murung Raya justru mencatat ISPU 4.090, Mobile AQMS BPBD Kalteng 762, Barito Selatan-Sanggu 987, Kotawaringin Timur 587 dan Kapuas 303.
Di Palangka Raya, pemantauan PM2.5 BMKG juga masih menunjukkan kategori Berbahaya.
Artinya, penurunan hotspot belum cukup menjadi dasar untuk menyatakan kondisi udara Kalteng telah pulih.
Perkembangan berikutnya akan sangat ditentukan oleh keberhasilan pemadaman, pembasahan gambut, OMC, kondisi angin serta realisasi hujan.
BMKG sebelumnya menyatakan kondisi atmosfer kering masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia akibat musim kemarau yang diperkuat El Niño sangat kuat. Namun peluang hujan lokal dengan intensitas sedang tetap terdapat di Kalteng.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, Kementerian Kehutanan mengimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus diperlukan bagi anak-anak, ibu hamil, lansia serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan