Estimasi waktu baca: 3 menit

Jalan Rusak Jalur Sampit–Samuda Mulai Dibenahi

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kerusakan ruas Jalan HM Arsyad atau jalur Sampit–Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, dipastikan segera ditangani. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau pemprov Kalteng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar melalui APBD 2026 untuk perbaikan jalur strategis tersebut.

Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, usai rapat kerja Komisi IV bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalteng, Kamis, 10 Juli 2026.

Advertisement

“Sudah teranggarkan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, kita tunggu saja,” kata Abdul Hafid.

Menurut Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur itu, proses kegiatan kini masih berada pada tahap lelang dan memasuki masa sanggah. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026.

“Dari keterangan Dinas PUPR dalam rapat tersebut, kegiatan itu sudah dilelang, namun masih ada yang menyanggah. Mereka memastikan pertengahan Juli atau awal Agustus sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Advertisement

Kerusakan Membahayakan Pengendara

Ruas Jalan HM Arsyad merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Kotawaringin Timur dan Seruyan. Kondisi jalan tersebut dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kerusakan terlihat mulai dari lubang di badan jalan, aspal terkelupas, hingga permukaan jalan bergelombang. Kondisi itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Saat musim hujan, risiko kecelakaan semakin meningkat karena lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air. Pengendara kerap sulit membedakan permukaan jalan yang aman dan titik yang berlubang.

Sejumlah kecelakaan lalu lintas juga dilaporkan pernah terjadi di ruas Sampit–Samuda. Beberapa insiden bahkan mengakibatkan korban luka hingga meninggal dunia.

Kendaraan Bertonase Besar Ikut Disorot

Selain faktor usia dan kondisi konstruksi jalan, tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari diduga turut mempercepat kerusakan ruas tersebut.

Padahal, Jalan HM Arsyad memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antarwilayah. Kerusakan jalan bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak pada biaya logistik dan keselamatan pengguna jalan.

Advertisement

Rahman, salah seorang pengendara yang kerap melintas di ruas itu, mengatakan kondisi jalan sangat berbahaya, terutama pada malam hari.

“Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil mencari jalan yang tidak berlubang,” ungkapnya.

Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Abdul Hafid meminta masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek perbaikan Jalan HM Arsyad. Menurutnya, pengawasan publik penting agar pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan kualitas yang baik.

“Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama,” ucap mantan Ketua PWI Kotim tersebut.

Ia berharap perbaikan Jalan HM Arsyad tidak hanya menjadi proyek penanganan sementara, tetapi benar-benar mampu menjawab keluhan masyarakat dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Dengan alokasi Rp10 miliar tersebut, publik kini menunggu realisasi pekerjaan di lapangan. Perbaikan diharapkan berjalan tepat waktu, transparan, dan tidak mengulang persoalan klasik proyek infrastruktur yang kerap disorot karena mutu pekerjaan tidak sesuai harapan.

Advertisement
Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement