Api membesar sejak Rabu siang. Jalan rusak, kemarau panjang, dan tanah gambut menghambat pemadaman di Desa Soren, Kotim
CYRUSTIMES, KOTAWARINGIN TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim.
Api dilaporkan mulai muncul sejak Rabu, 8 Juli 2026 siang. Hingga Kamis, 9 Juli 2026 sore sekitar pukul 17.35 WIB, kebakaran masih membesar dan terus meluas.
- Api membesar sejak Rabu siang. Jalan rusak, kemarau panjang, dan tanah gambut menghambat pemadaman di Desa Soren, Kotim
- Api Membesar di Tengah Kemarau
- Kebun Warga Habis Dilalap Api
- Jalan Rusak Hambat Mobil Pemadam
- Gambut Membuat Api Sulit Padam
- Warga Dikepung Asap
- Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
- Redaksi Masih Menunggu Keterangan Resmi
Kepala Desa Soren, Subhanur, mengatakan kebakaran telah ditangani sejumlah pihak, baik dari instansi pemerintah maupun pihak swasta yang memiliki konsesi di wilayah tersebut.
“Sudah ada dari BPBD, Kehutanan sama PT GAP yang punya konsesi,” ujar Subhanur.
Api Membesar di Tengah Kemarau
Warga Desa Soren, Dewi, menyampaikan kondisi terkini kebakaran cukup mengkhawatirkan.
Menurutnya, upaya pemadaman sempat dilakukan dari udara. Warga melihat helikopter BNPB menumpahkan air ke titik api.
Namun, api belum sepenuhnya terkendali. Kondisi cuaca kering membuat kobaran api cepat menyebar.
Dewi menyebut kemarau panjang selama hampir satu bulan menjadi salah satu penyebab api sulit dipadamkan. Selain itu, karakter tanah gambut di kawasan tersebut membuat api lebih mudah meluas dan sulit dikendalikan.
“Karena tidak ada hujan hampir sebulan, akhirnya jalan kemarin yang rusak parah sudah kering dan penuh kabut asap,” kata Dewi.
Kebun Warga Habis Dilalap Api
Dewi menambahkan, kebakaran di Desa Soren tidak hanya membakar lahan kosong.
Sejumlah kebun milik warga ikut terdampak dan habis dilalap api. Kondisi itu membuat warga semakin cemas karena sebagian kebun tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
“Kebun warga juga habis dilalap api. Warga sekarang khawatir karena api cepat sekali menyebar, apalagi lahannya gambut dan sudah lama tidak turun hujan,” ujar Dewi.
Menurutnya, warga berharap pemadaman dapat segera diperkuat agar api tidak semakin meluas ke kebun warga lainnya maupun mendekati kawasan permukiman.
“Harapan kami api cepat dipadamkan. Jangan sampai makin meluas lagi, karena kebun warga sudah banyak yang kena,” katanya.
Jalan Rusak Hambat Mobil Pemadam
Selain faktor cuaca dan tanah gambut, upaya pemadaman juga terkendala akses jalan.
Dewi mengatakan, mobil pemadam sempat tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran karena kondisi jalan rusak.
“Kemarin sudah ada mobil pemadam, tapi karena terkendala jalan tidak bisa lewat. Tadi malam didatangkan ekskavator dari PT GAP, akhirnya hari ini sedikit demi sedikit jalan diperbaiki agar mobil pemadam bisa masuk, tapi apinya sudah menyebar luas,” ucap Dewi.
Kondisi tersebut membuat penanganan darat tidak berjalan maksimal sejak awal.
Dalam situasi karhutla, akses jalan menjadi faktor penting. Mobil pemadam, alat berat, personel, dan logistik harus bisa bergerak cepat menuju titik api. Ketika akses terhambat, api memiliki lebih banyak waktu untuk menjalar.
Gambut Membuat Api Sulit Padam
Kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan berbeda dibanding kebakaran di lahan mineral.
Api tidak hanya terlihat di permukaan. Dalam banyak kasus, bara dapat masuk ke lapisan bawah tanah dan tetap menyala meski permukaan tampak mulai padam.
Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan air dalam jumlah besar dan waktu yang lebih panjang.
Karena itu, pemadaman karhutla di Desa Soren membutuhkan koordinasi kuat antara pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, dan masyarakat.
Jika tidak segera dikendalikan, api berpotensi terus merembet ke kebun warga, kawasan semak, hingga area lain yang sedang kering akibat kemarau.
Warga Dikepung Asap
Dewi menyebut kawasan sekitar lokasi kebakaran mulai dipenuhi kabut asap.
Asap tersebut mengganggu pandangan dan membuat warga semakin khawatir terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Karhutla juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan, kegiatan kebun, hingga pekerjaan harian warga.
Situasi ini membuat warga berharap penanganan dilakukan lebih cepat dan tidak menunggu api semakin besar.
Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Keterangan pemerintah desa dan warga menunjukkan karhutla di Desa Soren perlu penanganan serius.
Kehadiran BPBD, pihak kehutanan, dan PT GAP disebut sudah ada di lapangan. Namun, meluasnya api dan terbakarnya kebun warga menunjukkan upaya pemadaman perlu diperkuat.
Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh sumber daya tersedia, mulai dari armada pemadam, pompa air, alat berat, personel, hingga dukungan pemadaman udara jika dibutuhkan.
Selain itu, akses jalan menuju titik api perlu segera dibuka agar tim pemadam darat dapat menjangkau lokasi.
Redaksi Masih Menunggu Keterangan Resmi
Hingga berita ini disusun, redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada BPBD Kotawaringin Timur dan Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah terkait perkembangan karhutla di Desa Soren.
Konfirmasi tersebut diperlukan untuk memastikan luas area terdampak, jumlah personel yang diterjunkan, kendala pemadaman, serta langkah lanjutan pemerintah.
Namun, belum ada keterangan resmi yang diterima redaksi hingga berita ini ditayangkan.
Cyrustimes akan memperbarui informasi setelah memperoleh penjelasan dari pihak terkait.
Karhutla di Desa Soren kini menjadi alarm bagi semua pihak. Kemarau panjang, tanah gambut, akses rusak, dan kebun warga yang terbakar menunjukkan kebakaran ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa.
Bagi warga, yang paling mendesak saat ini adalah api segera dipadamkan sebelum kerugian semakin besar dan asap semakin mengganggu kehidupan masyarakat.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.


Tinggalkan Balasan