CYRUSTIMES, JAKARTA – Satu dari tiga tersangka baru kasus tragedi Katingan dihadiahi timah panas setelah disebut melakukan perlawanan saat ditangkap jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Samarinda, Kalimantan Timur.
Tiga tersangka itu ditangkap dalam pengembangan kasus penyerangan terhadap anggota Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Penangkapan tiga tersangka baru tersebut dibenarkan Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi Cyrustimes, Jumat, 10 Juli 2026.
“Benar,” kata Dodik.
Dodik juga membenarkan informasi bahwa para tersangka sempat melakukan perlawanan saat proses penangkapan.
“Iya,” ujarnya.
Saat ditanya posisi para tersangka setelah ditangkap, Dodik menyebut ketiganya kini berada di Jakarta.
“Jakarta,” kata Dodik.
Ditembak karena Melawan
Informasi yang dihimpun menyebut, ketiga tersangka ditangkap Bareskrim Polri di Samarinda. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Kamis malam, 9 Juli 2026, sekitar pukul 23.32 WIB, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah penangkapan.
Dalam proses penangkapan, para tersangka disebut sempat melakukan perlawanan. Petugas kemudian mengambil tindakan tegas terukur.
Saat Cyrustimes mengonfirmasi informasi bahwa Bareskrim memberikan tindakan tegas terukur karena para tersangka melawan, Kapolres Katingan kembali membenarkan.
“Iya,” jawab Dodik.
Keterangan ini memperkuat bahwa penangkapan di Samarinda berlangsung tidak mudah. Para tersangka diduga masih berusaha melawan petugas saat pengejaran lintas provinsi itu dilakukan.
Satu Disebut Bandar, Dua Terlibat Pembunuhan
Berdasarkan keterangan Bareskrim Polri, tiga tersangka baru yang ditangkap memiliki peran berbeda.
Satu orang disebut sebagai bandar narkoba. Sementara dua orang lainnya diduga ikut terlibat dalam pembunuhan anggota Polres Katingan. Informasi ini juga dikonfirmasi kepada Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.
Dalam laporan sejumlah media nasional, tiga tersangka yang ditangkap di Samarinda disebut berinisial B, P, dan B. Mereka ditangkap oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Penangkapan ini menjadi perkembangan besar dalam pengusutan tragedi Katingan. Kasus yang semula terjadi di wilayah pedalaman Katingan kini berkembang menjadi pengejaran lintas provinsi.
Mandau Diamankan
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga disebut mengamankan barang bukti senjata tajam jenis mandau.
Senjata tajam itu diduga berkaitan dengan perlawanan para tersangka maupun rangkaian penyerangan terhadap anggota Polres Katingan.
Sebelumnya, tragedi Tumbang Kalemei menewaskan tiga anggota Polri saat operasi pemberantasan narkoba. Peristiwa itu bermula ketika personel kepolisian melakukan penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Namun, operasi tersebut berubah menjadi insiden berdarah setelah personel kepolisian mendapat perlawanan dari sejumlah pihak.
Tiga Polisi Gugur
Tiga anggota Polri gugur dalam tragedi tersebut.
Aipda Yudhi Perdana Putra meninggal dunia setelah mengalami luka bacok. Dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda atau Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.
Tragedi itu memicu operasi pengejaran besar-besaran terhadap para pelaku. Sejumlah orang sebelumnya telah diamankan di wilayah Katingan. Penangkapan tiga tersangka baru di Samarinda memperluas peta pengusutan kasus tersebut.
Pengusutan Jaringan Narkoba
Keterangan bahwa satu tersangka merupakan bandar narkoba membuat perkara ini tidak hanya dilihat sebagai penyerangan terhadap aparat.
Kasus ini juga mengarah pada pengungkapan jaringan narkotika yang diduga menjadi sasaran awal operasi kepolisian di Tumbang Kalemei.
Keterlibatan Bareskrim Polri dalam penangkapan di Samarinda menunjukkan perkara ini mendapat atensi serius di tingkat nasional.
Penyidik kini perlu mengurai peran masing-masing tersangka, jalur pelarian mereka setelah insiden, serta kemungkinan pihak lain yang membantu atau terlibat dalam jaringan tersebut.
Keadilan untuk Korban
Penangkapan tiga tersangka baru menjadi langkah penting bagi keluarga korban dan publik Kalimantan Tengah.
Namun, pengusutan tragedi Katingan belum boleh berhenti pada pelaku yang telah tertangkap.
Peran aktor lain, jaringan narkoba, pihak yang membantu pelarian, serta kronologi lengkap penyerangan terhadap tiga anggota Polri harus dibuka secara terang.
Tragedi Tumbang Kalemei menjadi alarm keras bahwa pemberantasan narkoba di daerah tidak hanya menghadapi jaringan peredaran barang haram, tetapi juga potensi perlawanan bersenjata terhadap aparat.
Penangkapan di Samarinda menjadi babak baru. Kini publik menunggu penyidik membongkar kasus ini sampai ke akar.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.


Tinggalkan Balasan