CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengklaim telah menuntaskan 378 titik desa dan kelurahan yang sebelumnya tidak memiliki akses internet. Pencapaian ini diraih dalam waktu setahun masa kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran melalui pemasangan internet satelit Starlink.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kalteng, Rangga Lesmana menyatakan seluruh titik blank spot tersebut kini sudah terpasang Starlink dan beroperasi penuh. “378 titik blank spot sudah kami pasang internet Starlink dan online semua selama setahun ke belakang,” ungkap Rangga di Palangka Raya, Senin (2/2/2026).

Pemilihan Starlink sebagai solusi utama didasarkan pada efisiensi dan kecepatan implementasi. Rangga menjelaskan bahwa teknologi satelit ini menjadi jawaban paling praktis untuk memastikan pelayanan publik berbasis digital dapat berjalan hingga tingkat desa.

Keputusan ini juga sejalan dengan rekomendasi Kementerian Komunikasi dan Digital yang menggunakan perangkat serupa. “Hasil komunikasi kami dengan Kementerian Komunikasi dan Digital pun, mereka menggunakan perangkat yang sama, solusi paling cepat,” kata Rangga.

Rangga membandingkan opsi Starlink dengan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) konvensional. Menurutnya, pembangunan BTS memerlukan banyak perhitungan bisnis yang rumit dan memakan waktu lama. “Banyak perhitungan Business to Business yang harus dilakukan kalau pembangunan BTS, memang agak berat kalau harus memenuhi syarat itu,” jelasnya.