Estimasi waktu baca: 1 menit

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin mendapat perhatian setelah ratusan kejadian tercatat sepanjang paruh pertama 2026.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh, Senin, 20 Juli 2026, meminta upaya pencegahan diperkuat sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Data BPBD Kalteng yang menjadi perhatian DPRD mencatat hingga pertengahan 2026 terdapat 323 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 456,78 hektare.

Kebakaran lahan gambut di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, menjadi salah satu peringatan mengenai tingginya risiko kebakaran selama musim kemarau.

Pada periode yang sama, Kabupaten Kotawaringin Timur juga disebut menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas tinggi.

Faridawaty meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut yang mudah terbakar ketika kondisi kering.

Dampak karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan.

Kabut asap dapat mengganggu kesehatan, kegiatan pendidikan, aktivitas ekonomi serta sumber penghidupan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Penanganan pada tahap awal dinilai jauh lebih efektif dibandingkan ketika api sudah meluas.

Pemprov Kalteng bersama BPBD, aparat keamanan dan seluruh pihak terkait juga diminta memperkuat patroli dan edukasi di wilayah rawan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja