Estimasi waktu baca: 1 menit

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kecepatan respons petugas menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) berkembang semakin luas.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh menekankan pentingnya respons cepat tersebut, Sabtu, 22 Agustus 2026, di tengah meningkatnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

Menurut Faridawaty, penanganan sejak api pertama kali terdeteksi memberikan peluang lebih besar untuk mengendalikan kebakaran.

Semakin lama titik api dibiarkan, semakin besar kebutuhan personel, peralatan dan sumber air untuk melakukan pemadaman.

Karena itu, proses penerimaan laporan, pengecekan lapangan hingga pengerahan tim harus dilakukan secepat mungkin.

Patroli dan pemantauan hotspot juga perlu terus dilakukan pada kawasan rawan.

Operasi penanganan karhutla melibatkan pemerintah daerah, BPBD atau BPBPK, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta unsur masyarakat lainnya.

DPRD meminta koordinasi antartim terus diperkuat sehingga informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti.

Lokasi yang telah berhasil dipadamkan juga perlu kembali diperiksa.

Bara yang masih tersisa, terutama pada lahan gambut, dapat kembali memicu api ketika kondisi cuaca kering dan berangin.

Masyarakat juga diminta tidak membuka ataupun membersihkan lahan menggunakan api.

DPRD menilai pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran berkembang menjadi luas dan menimbulkan kabut asap.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja