Estimasi waktu baca: 3 menit

Kirin 9050 Pro Jadi Senjata Huawei

CYRUSTIMES, TEKNOLOGI – Peluncuran Huawei Mate 90 Series pada Kamis, 1 Oktober 2026, bukan hanya menandai kehadiran generasi baru ponsel flagship Huawei. Sorotan utama justru mengarah pada Kirin 9050 Pro, chipset yang membawa arsitektur baru bernama LogicFolding.

Teknologi tersebut menjadi salah satu upaya Huawei meningkatkan performa chip di tengah keterbatasan akses terhadap teknologi manufaktur semikonduktor tercanggih akibat pembatasan Amerika Serikat (AS).

Apa Itu LogicFolding?

LogicFolding merupakan pendekatan desain chip yang mengatur ulang struktur dan jalur interkoneksi dalam bentuk tiga dimensi untuk meningkatkan kepadatan serta efisiensi pemrosesan.

Pendekatan ini memungkinkan Huawei mendapatkan peningkatan performa tanpa sepenuhnya bergantung pada proses fabrikasi yang lebih kecil.

Reuters melaporkan teknologi tersebut menjadi salah satu strategi Huawei menghadapi keterbatasan produksi semikonduktor canggih di China, yang hingga kini masih menghadapi kendala akses terhadap teknologi litografi ekstrem ultraviolet atau Extreme Ultraviolet (EUV).

Huawei sendiri sebelumnya memperkenalkan Kirin 9050 Pro melalui Mate XT 2. Kini teknologi yang sama diperluas ke jajaran flagship Mate 90 tertentu.

Tak Semua Mate 90 Pakai Kirin 9050 Pro

Meski Mate 90 Series dipasarkan sebagai generasi baru flagship Huawei, tidak seluruh model menggunakan chipset yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Huawei dan laporan industri, Mate 90 standar menggunakan Kirin 9030, sedangkan Mate 90 Pro menggunakan Kirin 9035.

Sementara itu, Kirin 9050 dan Kirin 9050 Pro ditempatkan pada varian yang lebih tinggi, termasuk Mate 90 Pro Max dan Mate 90 RS Ultimate Design tertentu.

Strategi ini menunjukkan Huawei masih membagi tingkat performa berdasarkan kelas perangkat, meski seluruh lini telah terintegrasi dengan HarmonyOS 7.

Performa Kirin 9050 Pro Meningkat

Menurut laporan TrendForce yang merujuk sejumlah sumber teknologi China, Kirin 9050 Pro mencatat peningkatan performa yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Chip tersebut dilaporkan menawarkan kenaikan performa CPU multi-core sekitar 23 persen, peningkatan rendering GPU sekitar 40 persen, serta peningkatan performa Neural Processing Unit (NPU) hingga 140 persen.

Sementara Reuters mencatat Huawei mengklaim Mate 90 Pro Max mampu memberikan peningkatan performa keseluruhan hingga sekitar 31 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Angka tersebut merupakan klaim performa dari produsen dan laporan awal, sehingga hasil penggunaan nyata tetap dapat berbeda tergantung konfigurasi perangkat, aplikasi serta sistem pendinginan.

LogicFolding Punya Tantangan Produksi

Di balik peningkatan performanya, LogicFolding juga membawa tantangan besar.

Reuters menyebut pendekatan desain ini membutuhkan lebih banyak wafer dalam proses produksi. Kondisi itu dapat meningkatkan kompleksitas sekaligus tekanan terhadap kapasitas produksi chip canggih di China.

Kepala Consumer Business Huawei, Richard Yu, juga mengatakan kapasitas produksi chip smartphone kelas atas masih terbatas.

Masalah tersebut menjadi semakin penting karena kapasitas manufaktur semikonduktor China juga harus berbagi dengan kebutuhan chip Artificial Intelligence (AI), termasuk lini Ascend milik Huawei.

Huawei belum secara resmi menyebut perusahaan yang memproduksi Kirin 9050 Pro. Namun, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) secara luas disebut sebagai pihak yang memproduksi sebagian chip Kirin Huawei. Informasi tersebut belum dikonfirmasi resmi oleh Huawei.

Huawei Perkuat Ekosistem Mandiri

Kehadiran Kirin 9050 Pro memperlihatkan strategi Huawei yang semakin terintegrasi.

Perusahaan kini mengembangkan chipset Kirin, sistem operasi HarmonyOS, kamera XMAGE serta ekosistem layanan secara bersamaan.

Huawei menyebut integrasi perangkat keras, perangkat lunak, chip dan layanan cloud menjadi fondasi pengembangan Mate 90 Series.

HarmonyOS 7 sendiri menjadi sistem operasi utama pada Mate 90 Series. Pada Mate 90 standar, Huawei mengombinasikannya dengan Kirin 9030 dan mengklaim peningkatan performa perangkat hingga 27 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan industri smartphone premium kini tidak lagi hanya bertumpu pada desain, kamera atau kapasitas baterai, tetapi juga pada kemampuan produsen membangun ekosistem chip dan perangkat lunaknya sendiri.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja