Estimasi waktu baca: 5 menit

Jepang-AS Bahas Pabrik Chip Senilai hingga US$19,27 Miliar

CYRUSTIMES, TEKNOLOGI – Jepang dan Amerika Serikat dilaporkan tengah membahas pembangunan pabrik semikonduktor baru bernilai hingga US$19,27 miliar sebagai bagian dari kesepakatan investasi bilateral senilai US$550 miliar.

Rencana proyek tersebut pertama kali dilaporkan Nikkei dan dikutip Reuters pada Kamis, 17 September 2026. Nilai pabrik diperkirakan berada di kisaran 2–3 triliun yen, atau sekitar US$12,85–19,27 miliar.

Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi salah satu investasi manufaktur chip terbesar yang lahir dari kerja sama ekonomi Jepang-AS dalam beberapa tahun terakhir.

GlobalFoundries Disebut Jadi Operator

Menurut laporan tersebut, pabrik kemungkinan akan dioperasikan oleh GlobalFoundries, perusahaan semikonduktor berbasis di Amerika Serikat.

Fokus produksinya disebut mengarah pada logic semiconductors atau chip logika, jenis chip yang digunakan untuk berbagai fungsi pemrosesan di perangkat elektronik, otomotif, industri, jaringan, hingga sistem komputasi.

Namun perlu dicatat, laporan awal ini belum menyebut sumber secara terbuka dan belum disertai pengumuman resmi final dari pemerintah Jepang, pemerintah AS, maupun GlobalFoundries.

Karena itu, status proyek masih berada pada tahap pembahasan.

Bagian dari Paket Investasi US$550 Miliar

Rencana pembangunan pabrik chip ini disebut menjadi bagian dari paket investasi Jepang di Amerika Serikat senilai US$550 miliar.

Paket tersebut mencerminkan hubungan ekonomi yang semakin dalam antara Tokyo dan Washington, terutama di sektor strategis seperti semikonduktor, energi, manufaktur maju, dan infrastruktur teknologi.

Bagi AS, investasi semacam ini sejalan dengan upaya memperkuat produksi chip di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok Asia.

Bagi Jepang, proyek ini memberi ruang untuk mempertahankan posisi dalam ekosistem semikonduktor global sembari memperkuat hubungan industri dengan Amerika Serikat.

Chip Logika Jadi Komoditas Strategis

Chip logika memegang peranan penting dalam hampir seluruh industri modern.

Berbeda dengan chip memori yang fokus menyimpan data, chip logika menjalankan proses komputasi, pengambilan keputusan, pengolahan sinyal, dan kontrol sistem.

Produk semacam ini digunakan dalam:

  • kendaraan,
  • perangkat komunikasi,
  • sistem industri,
  • komputer,
  • pusat data,
  • perangkat pertahanan,
  • hingga infrastruktur jaringan.

Karena itu, kapasitas produksi chip logika kini dipandang sebagai isu strategis, bukan sekadar bisnis teknologi.

AS Terus Dorong Produksi Chip Domestik

Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir terus menarik investasi manufaktur semikonduktor ke dalam negeri.

Langkah ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari gangguan rantai pasok global, ketegangan geopolitik, ledakan permintaan AI, hingga kekhawatiran terhadap ketergantungan pada fasilitas produksi di Asia.

Rencana Jepang-AS ini muncul di tengah gelombang investasi chip baru yang terus membesar.

Sehari sebelumnya, SK Hynix juga dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan Intel untuk kemungkinan memproduksi chip memori di AS untuk pertama kalinya.

Pada hari yang sama, Applied Materials mengumumkan investasi US$5 miliar di India dalam satu dekade untuk riset, penguatan rantai pasok, dan pengembangan SDM semikonduktor.

Artinya, persaingan membangun pusat produksi chip kini berlangsung serentak di banyak negara.

Jepang Juga Sedang Bangun Kembali Industri Chip

Jepang sendiri berupaya menghidupkan kembali industri semikonduktornya.

Negara tersebut pernah menjadi kekuatan besar chip dunia pada dekade 1980-an, tetapi kemudian kehilangan banyak pangsa pasar kepada Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat.

Kini Jepang kembali mendorong investasi melalui dukungan negara dan kemitraan internasional.

Salah satu contoh terbesarnya adalah proyek Rapidus, yang ditujukan untuk membawa produksi chip canggih kembali ke Jepang.

Karena itu, keterlibatan Jepang dalam proyek pabrik chip di AS memperlihatkan strategi ganda: membangun kapasitas domestik sambil memperkuat jejak industri di negara sekutu.

GlobalFoundries Bisa Diuntungkan

Jika GlobalFoundries benar menjadi operator fasilitas tersebut, proyek ini akan memperbesar kapasitas manufaktur perusahaan secara signifikan.

GlobalFoundries dikenal sebagai salah satu foundry terbesar di dunia untuk chip yang tidak selalu menggunakan proses paling mutakhir, tetapi sangat dibutuhkan industri.

Perusahaan banyak melayani sektor otomotif, komunikasi, industri, pertahanan, dan Internet of Things.

Model bisnis ini berbeda dengan TSMC yang sangat dominan di node paling canggih.

Karena itu, pabrik baru berpotensi memperkuat posisi GlobalFoundries pada segmen chip strategis yang pasarnya tetap besar.

Bukan Sekadar Persaingan Teknologi

Pabrik chip kini juga menjadi instrumen geopolitik.

AS, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, India, dan Uni Eropa sama-sama berlomba membangun kapasitas produksi agar tidak terlalu tergantung pada satu wilayah.

Taiwan masih menjadi pusat produksi chip tercanggih dunia, terutama melalui TSMC.

Namun ketegangan geopolitik di sekitar Taiwan membuat banyak negara dan perusahaan berusaha menyebarkan kapasitas manufaktur ke lokasi lain.

Inilah yang membuat investasi semikonduktor bernilai belasan hingga puluhan miliar dolar semakin sering muncul.

AI Ikut Mempercepat Ledakan Investasi

Ledakan kecerdasan buatan juga mempercepat kebutuhan pembangunan pabrik baru.

AI tidak hanya membutuhkan GPU kelas atas.

Ekosistem data center juga memerlukan CPU, chip jaringan, kontrol daya, penyimpanan, chip komunikasi, hingga semikonduktor pendukung lainnya.

Artinya, lonjakan permintaan akibat AI ikut mengangkat seluruh rantai industri chip, bukan hanya Nvidia atau produsen GPU.

Nilainya Bisa Tembus Rp300 Triliun

Jika menggunakan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS sebagai gambaran kasar, nilai investasi maksimum US$19,27 miliar setara lebih dari Rp300 triliun.

Angka tersebut menunjukkan betapa mahalnya membangun satu fasilitas semikonduktor modern.

Biaya tidak hanya digunakan untuk bangunan, tetapi juga mesin litografi, clean room, sistem air ultrapure, listrik berkapasitas besar, kontrol getaran, dan perangkat produksi berteknologi tinggi.

Inilah alasan hanya sedikit perusahaan dan negara yang mampu masuk serius ke industri fabrikasi chip.

Persaingan Chip Dunia Semakin Ketat

Rencana Jepang-AS muncul ketika negara-negara besar sedang berlomba memperkuat kedaulatan teknologi.

China mempercepat pengembangan chip domestik melalui Huawei dan perusahaan lain.

Amerika Serikat menarik investasi dari Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

India mulai meningkatkan insentif manufaktur.

Eropa juga terus menggelontorkan dukungan untuk industri semikonduktor.

Dengan kondisi tersebut, pabrik chip Jepang-AS bukan hanya proyek investasi biasa.

Ia menjadi bagian dari persaingan global untuk menguasai rantai pasok semikonduktor, teknologi AI, dan industri strategis masa depan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja