Estimasi waktu baca: 5 menit

Huawei Siapkan Dua Chip AI Baru untuk Tantang Nvidia

CYRUSTIMES, TEKNOLOGI – Persaingan chip kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin memanas. Huawei Technologies mengumumkan rencana meluncurkan dua chip AI baru pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat bisnis komputasi AI sekaligus mengurangi ketergantungan China terhadap teknologi Nvidia.

Huawei menyiapkan Ascend 960DT untuk diluncurkan pada kuartal I 2027, disusul Ascend 960PR pada kuartal III tahun yang sama. Perusahaan juga mempercepat jadwal peluncuran chip generasi barunya di tengah melonjaknya kebutuhan komputasi AI di China.

Langkah tersebut datang ketika permintaan terhadap perangkat komputasi AI Huawei disebut sudah melampaui kapasitas produksi yang tersedia.

Permintaan Chip AI Huawei Melebihi Pasokan

Rotating Chairman Huawei Eric Xu mengatakan kebutuhan terhadap perangkat komputasi AI di China meningkat sangat cepat.

Huawei saat ini bahkan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik, sehingga ekspansi internasional perusahaan masih terbatas.

Kondisi itu menjadi peluang besar bagi Huawei.

Pembatasan ekspor chip canggih Amerika Serikat ke China membuat perusahaan teknologi China semakin terdorong membangun ekosistem AI sendiri.

Huawei kini menempatkan lini Ascend sebagai salah satu alternatif utama bagi perusahaan China yang tidak bisa memperoleh GPU Nvidia paling mutakhir.

Ascend 960DT Meluncur Lebih Dulu

Huawei berencana merilis Ascend 960DT pada kuartal pertama 2027.

Chip tersebut kemudian akan diikuti Ascend 960PR pada kuartal ketiga 2027.

Huawei belum mengungkap spesifikasi penuh kedua chip tersebut secara terbuka.

Namun arah pengembangannya cukup jelas: perusahaan ingin meningkatkan kemampuan komputasi untuk pelatihan dan inferensi model AI skala besar.

Inferensi merupakan proses ketika model AI yang sudah dilatih digunakan untuk menghasilkan jawaban, gambar, prediksi, atau tindakan secara langsung.

Tantang Nvidia Bukan Hanya Lewat Chip Tunggal

Strategi Huawei tidak hanya berfokus membuat satu chip yang sangat cepat.

Perusahaan justru mencoba mengatasi keterbatasan performa chip tunggal melalui sistem komputasi berskala sangat besar.

Huawei memperkenalkan arsitektur baru bernama Peerium Computing Architecture, yang dirancang agar hingga satu juta prosesor dapat bekerja sebagai satu sistem komputasi besar.

Teknologi ini menggunakan interkoneksi UnifiedBus sebagai salah satu fondasi utama.

Huawei mengklaim pendekatan tersebut memungkinkan prosesor dalam jumlah sangat besar berbagi memori, berkomunikasi lebih efisien, dan menangani kebutuhan komputasi AI yang semakin ekstrem.

Huawei Bidik Sistem AI Berskala Raksasa

Dengan pendekatan tersebut, Huawei mencoba bersaing bukan hanya pada level chip, tetapi pada level sistem AI terintegrasi.

Perusahaan telah mengirim lebih dari 1.000 sistem komputasi AI kepada lebih dari 370 pelanggan.

Strategi ini penting karena Nvidia selama ini juga tidak hanya menjual GPU.

Keunggulan Nvidia datang dari kombinasi chip, perangkat lunak CUDA, sistem server, jaringan NVLink, serta ekosistem developer yang sudah sangat matang.

Huawei mencoba membangun pendekatan serupa dalam ekosistemnya sendiri.

UnifiedBus Jadi Senjata Baru

Teknologi UnifiedBus menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.

Huawei menyebut UnifiedBus sebagai interkoneksi yang memungkinkan banyak prosesor AI bekerja seperti satu komputer besar.

Dalam arsitektur Peerium, sistem ini menggunakan konsep unified memory addressing dan peer interconnect untuk menghubungkan prosesor dalam skala masif.

Jika berhasil diterapkan dalam skala produksi, pendekatan tersebut dapat membantu Huawei mengimbangi keterbatasan performa per chip dengan menambah jumlah prosesor yang bekerja secara paralel.

Nvidia Masih Punya Keunggulan Besar

Meski Huawei bergerak agresif, Nvidia masih memiliki posisi kuat di pasar global.

Reuters mencatat Nvidia tetap unggul terutama dari sisi perangkat lunak melalui ekosistem CUDA, yang sudah menjadi standar de facto bagi banyak developer AI.

CUDA memungkinkan pengembang mengoptimalkan model AI langsung untuk GPU Nvidia.

Keunggulan perangkat lunak ini sulit ditiru dalam waktu singkat karena melibatkan ekosistem developer, pustaka perangkat lunak, alat pengembangan, dan kompatibilitas dengan berbagai framework AI.

Karena itu, persaingan Huawei dan Nvidia bukan hanya soal siapa memiliki chip paling cepat.

Pertarungan sebenarnya juga terjadi pada software, jaringan, server, developer, dan ekosistem AI secara keseluruhan.

China Dorong Kemandirian Semikonduktor

Peluncuran chip baru Huawei juga tidak bisa dilepaskan dari strategi besar China membangun kemandirian teknologi.

Pembatasan ekspor semikonduktor dari Amerika Serikat sejak 2022 membuat China mempercepat pengembangan chip domestik.

Huawei kini menjadi salah satu perusahaan paling penting dalam strategi tersebut.

Perusahaan bukan hanya mengembangkan chip AI, tetapi juga sistem komputasi, interkoneksi, perangkat lunak, dan infrastruktur data center.

Presiden China Xi Jinping pada 17 September kembali mendorong penguatan sektor manufaktur canggih dan penguasaan rantai pasok teknologi strategis.

Permintaan AI China Masih Sangat Besar

Pasar domestik China memberi Huawei keuntungan tersendiri.

Negara tersebut memiliki perusahaan internet besar, startup AI, operator cloud, dan lembaga pemerintah yang membutuhkan daya komputasi dalam jumlah sangat besar.

Huawei memproyeksikan pada 2035 akan terdapat hingga 900 miliar AI agents aktif di seluruh dunia, dengan lebih dari 90 persen lalu lintas token AI berasal dari sistem otonom berbasis agent.

Jika proyeksi itu mendekati kenyataan, kebutuhan terhadap chip dan sistem komputasi akan meningkat berkali-kali lipat.

Itulah alasan Huawei berupaya mempercepat pengembangan hardware AI sejak sekarang.

Perang Chip AI Masuk Babak Baru

Peluncuran Ascend 960DT dan 960PR menunjukkan persaingan chip AI mulai masuk ke fase baru.

Nvidia masih memimpin pasar global.

Namun Huawei perlahan membangun alternatif domestik untuk China, terutama di tengah pembatasan akses terhadap GPU Amerika Serikat.

Keunggulan Huawei saat ini bukan hanya pada chip, tetapi juga pada kemampuannya membangun sistem komputasi besar yang menggabungkan ribuan hingga jutaan prosesor.

Jika teknologi Peerium dan UnifiedBus berhasil dikomersialkan dalam skala besar, Huawei berpotensi memperkecil ketergantungan China terhadap Nvidia.

Namun tantangan terbesar tetap berada pada performa chip individual, kapasitas produksi, proses manufaktur, dan terutama ekosistem perangkat lunak.

Persaingan Huawei dan Nvidia dengan demikian belum akan ditentukan oleh satu generasi chip saja.

Pertarungan sebenarnya baru dimulai.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja