Estimasi waktu baca: 3 menit

ISPU Pontianak Tembus 679, Warga Diminta Hindari Aktivitas di Luar

CYRUSTIMES, PONTIANAK – Kualitas udara di Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berada dalam kategori berbahaya pada Rabu (9/9/2026) pagi.

Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 06.00 WIB, parameter PM10 mencapai angka 679. Nilai tersebut jauh melampaui batas kategori berbahaya yang dimulai ketika ISPU berada di atas 300.

Selain PM10, parameter PM2.5 juga menunjukkan angka sangat tinggi, yakni 403. Kedua jenis partikulat tersebut menjadi polutan dominan yang menyebabkan kualitas udara di kawasan tersebut masuk zona berbahaya.

Rincian ISPU Pontianak Tenggara

Data stasiun pemantauan yang berada di Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara mencatat nilai sejumlah parameter sebagai berikut:

  • PM10: 679
  • PM2.5: 403
  • Karbon monoksida atau CO: 28
  • Sulfur dioksida atau SO₂: 14
  • Nitrogen dioksida atau NO₂: 8
  • Ozon atau O₃: 6
  • Hidrokarbon atau HC: 5

Dari seluruh parameter tersebut, PM10 tercatat sebagai polutan dengan nilai tertinggi. Sementara parameter gas lainnya masih berada pada kategori baik berdasarkan tampilan data pemantauan.

Portal ISPU Kementerian Lingkungan Hidup mengelompokkan nilai 0–50 sebagai baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan lebih dari 300 sebagai berbahaya.

PM10 Sempat Menembus Sekitar 820

Grafik pemantauan selama 24 jam terakhir menunjukkan kualitas udara Pontianak Tenggara telah berada dalam kondisi buruk sejak Selasa (8/9/2026) pagi.

Nilai PM10 tercatat sekitar 650 pada pukul 07.00 WIB sebelum sempat turun mendekati 595 pada pukul 08.00 WIB.

Angkanya kemudian kembali meningkat secara bertahap dan mencapai puncak sekitar 820 pada pukul 15.00 WIB. Setelah itu, PM10 menurun hingga sekitar 585 pada Rabu pukul 02.00 WIB.

Namun, penurunan tersebut tidak berlangsung lama. Nilai PM10 kembali meningkat menjadi sekitar 679 pada pukul 06.00 WIB.

Sepanjang periode tersebut, parameter PM10 tetap berada jauh di atas ambang kategori berbahaya.

PM2.5 Bertahan di Atas 380

Kondisi serupa terlihat pada grafik PM2.5. Nilainya bergerak di kisaran 384 hingga 435 selama 24 jam terakhir.

PM2.5 sempat mencapai sekitar 435 pada Selasa pukul 15.00 WIB. Angkanya kemudian menurun pada malam hingga dini hari, tetapi kembali meningkat menjadi 403 pada Rabu pukul 06.00 WIB.

PM10 merupakan partikel udara berdiameter kurang dari 10 mikrometer. Sementara itu, PM2.5 berukuran lebih kecil sehingga dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

Paparan partikulat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan jantung.

Warga Diminta Menghindari Aktivitas di Luar

Tampilan pemantauan ISPU memberikan rekomendasi agar seluruh masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan.

Kelompok sensitif disarankan tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Jika harus keluar rumah, masyarakat perlu membatasi durasi berada di luar serta menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai.

Pintu dan jendela dapat ditutup ketika asap atau polusi udara meningkat. Penggunaan penyaring udara di dalam ruangan juga dapat dipertimbangkan, terutama untuk rumah yang dihuni kelompok rentan.

Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berat, nyeri dada, pusing, atau gangguan kesehatan lainnya disarankan segera mencari bantuan medis.

Data Dapat Berubah Setiap Jam

Nilai ISPU bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti konsentrasi polutan, kondisi cuaca, arah angin, serta sumber pencemaran di sekitar lokasi pemantauan.

Pada penelusuran berikutnya, portal resmi ISPU dapat menampilkan angka berbeda karena sistem memperbarui data secara berkala. Namun, data pukul 06.00 WIB pada tangkapan layar menunjukkan Pontianak Tenggara berada dalam kategori berbahaya dengan PM10 mencapai 679.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan serius terhadap seluruh populasi dan membutuhkan penanganan cepat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja