Estimasi waktu baca: 2 menit

Kualitas Udara Gunung Mas Berbahaya!

CYRUSTIMES, GUNUNG MASKualitas udara di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng), berada dalam kategori berbahaya pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Data pemantauan di Kuala Kurun pada pukul 04.00 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter PM10 mencapai 453. Sementara itu, indeks PM2.5 tercatat 414.

Kedua parameter partikulat tersebut menjadi pencemar dominan yang menyebabkan kualitas udara di wilayah Gunung Mas masuk kategori berbahaya.

PM10 Sempat Mencapai Sekitar 555

Grafik pemantauan selama 24 jam terakhir memperlihatkan tingkat pencemaran udara telah berada pada kategori berbahaya sejak Minggu (6/9/2026) pagi.

ISPU PM10 tercatat sekitar 464 pada pukul 05.00 WIB dan terus mengalami fluktuasi. Angkanya kemudian meningkat tajam pada malam hari hingga mencapai sekitar 555 pada pukul 22.00 WIB.

Setelah mencapai titik tertinggi, indeks PM10 berangsur menurun menjadi sekitar 536 pada pukul 23.00 WIB, 515 pada pukul 00.00 WIB, dan akhirnya 453 pada pukul 04.00 WIB.

Kondisi serupa terlihat pada parameter PM2.5. Indeks partikulat halus tersebut sempat mencapai sekitar 443 pada pukul 22.00 WIB sebelum turun menjadi 414 pada pukul 04.00 WIB.

Adapun parameter pencemar lainnya terpantau jauh lebih rendah. ISPU sulfur dioksida atau SO2 tercatat 43, karbon monoksida atau CO sebesar 47, ozon atau O3 sebesar 3, serta nitrogen dioksida atau NO2 sebesar 12. Sementara data hidrokarbon atau HC tidak tersedia.

Warga Diminta Menghindari Aktivitas di Luar

Kategori berbahaya menunjukkan kualitas udara dapat menimbulkan dampak kesehatan serius terhadap seluruh kelompok masyarakat dan memerlukan penanganan cepat.

Kelompok sensitif, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan jantung, disarankan tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas.

Masyarakat secara umum juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Jika terpaksa keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, batuk berat atau gangguan kesehatan lainnya.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera menyampaikan informasi perkembangan kualitas udara secara berkala, sekaligus mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja