Estimasi waktu baca: 4 menit

Kabut Asap Makin Pekat, AQI Palangka Raya Tembus 440 dan Jarak Pandang 1 Km

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan. Pada Minggu (6/9/2026) sore, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 440 dan masuk kategori Berbahaya.

Data Dashboard Karhutla 2026 menunjukkan pembacaan stasiun darat pada pukul 17.00 WIB mencatat AQI 440 dengan PM2.5 berada pada sub-indeks 440. Pada saat bersamaan, jarak pandang di kawasan Bandara Tjilik Riwut hanya sekitar 1 kilometer dengan kondisi dikategorikan buruk dan berasap.

Situasi tersebut terjadi di tengah masih tingginya deteksi titik panas. Data yang ditampilkan dashboard mencatat 4.261 deteksi titik panas di Kalteng, yang diperkirakan berada di sekitar 1.524 lokasi. Dari jumlah tersebut, 254 deteksi berkategori kepercayaan tinggi, 3.937 sedang dan 70 rendah.

Palangka Raya Jadi Salah Satu Wilayah Terbanyak

Palangka Raya menjadi salah satu daerah dengan konsentrasi titik panas terbesar. Ringkasan dashboard mencatat 951 deteksi atau sekitar 292 lokasi yang tersebar di Kecamatan Jekan Raya, Bukit Batu, Sabangau, Pahandut dan Rakumpit.

Data per kelurahan memperlihatkan Bukit Tunggal menjadi wilayah dengan deteksi paling banyak, mencapai 446 titik. Disusul Marang 161 titik, Kereng Bengkirai 120 titik, Kalampangan 73 titik, Sabaru 52 titik dan Petuk Katimpun 37 titik.

Meski demikian, angka tersebut perlu dibaca sebagai jumlah deteksi satelit dalam 24 jam terakhir dan bukan jumlah kejadian kebakaran. Satu lokasi kebakaran yang sama dapat terdeteksi berulang oleh satelit berbeda. Dashboard memperkirakan lokasi dengan menggabungkan deteksi yang berjarak kurang dari 500 meter.

Palangka Raya dan Pulang Pisau Mendominasi

Sebaran titik panas juga menunjukkan karhutla terjadi luas di sejumlah kabupaten/kota di Kalteng.

Berdasarkan atribut wilayah yang digunakan dalam tabel dashboard, Palangka Raya tercatat sebanyak 946 deteksi, disusul Pulang Pisau 937, Kapuas 634, Kotawaringin Timur 523 dan Katingan 379.

Seruyan mencatat 291 deteksi, Sukamara 173, Lamandau 136, Barito Selatan 106, Kotawaringin Barat 70, Gunung Mas 56, Barito Timur sembilan dan Murung Raya satu deteksi.

Perbedaan kecil antara angka Palangka Raya pada tabel, yakni 946, dengan ringkasan dashboard sebanyak 951 terjadi karena metode penghitungan yang berbeda. Tabel menggunakan atribut wilayah dari SiPongi, sedangkan ringkasan menggunakan geometri batas kelurahan ditambah titik di sekitar wilayah dalam radius 2,5 kilometer.

Sejumlah Kelurahan Sentuh AQI 499

Kondisi udara berdasarkan pemodelan CAMS juga menunjukkan situasi serius di tingkat kelurahan.

Model tersebut mencatat AQI 499 di Marang, Pahandut, Pahandut Seberang, Petuk Katimpun dan Tumbang Rungan. Sementara sejumlah wilayah lainnya berada pada angka 472 dan 407.

Namun, angka per kelurahan tersebut merupakan hasil Model CAMS, bukan pengukuran langsung stasiun darat. Resolusi model sekitar 45 kilometer sehingga wilayah yang berdekatan dapat menunjukkan angka sama dan data tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat pola regional.

Prakiraan CAMS selama 96 jam, dari 5 September hingga 8 September 2026, menunjukkan rentang AQI maksimum 489 dan minimum 285. Dashboard menegaskan bagian prakiraan belum tentu terjadi karena merupakan hasil pemodelan.

ISPA Ikut Menjadi Perhatian

Memburuknya kualitas udara berjalan beriringan dengan munculnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data terakhir untuk 5 September 2026 mencatat 100 kunjungan penderita ISPA dari delapan puskesmas yang telah melaporkan. Tiga puskesmas, yakni Kereng Bangkirai, Rakumpit dan Tangkiling, saat itu belum menyampaikan laporan.

Puskesmas Bukit Hindu mencatat jumlah tertinggi sebanyak 20 kasus, kemudian Pahandut 18 kasus, Menteng 15 kasus, Panarung 14 kasus, Marina Permai dan Jekan Raya masing-masing sembilan kasus, Kalampangan delapan kasus serta Kayon tujuh kasus.

Grafik harian pada dashboard juga memperlihatkan jumlah kunjungan ISPA sempat mencapai puncak 215 kasus dalam sehari selama periode yang ditampilkan.

Data ISPA tersebut dihimpun dari 11 puskesmas se-Kota Palangka Raya dan diinput setiap hari melalui formulir resmi di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Angka yang ditampilkan merupakan jumlah kunjungan penderita ISPA per hari. 

Warga Diminta Hindari Paparan Udara

Dengan AQI telah berada pada kategori berbahaya, rekomendasi kesehatan dalam Dashboard Karhutla mengingatkan masyarakat untuk menghindari paparan udara kotor.

Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan masker N95 atau KN95 apabila terpaksa keluar. Kualitas udara di dalam ruangan juga perlu dijaga.

Situasi pada Minggu sore menunjukkan dampak karhutla di Palangka Raya tidak lagi hanya terlihat dari banyaknya titik panas. Kabut asap telah menekan jarak pandang hingga sekitar satu kilometer, sementara kualitas udara mencapai level yang berbahaya bagi masyarakat.

Data titik panas pada dashboard bersumber dari API SiPongi Kementerian Kehutanan dengan gabungan satelit NASA-SNPP, NASA-NOAA20 dan NASA-MODIS/TERRA-AQUA. Sementara data jarak pandang berasal dari pengamatan Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG di Bandara Tjilik Riwut.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja