CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya memperluas jaringan Kelompok Informasi Masyarakat di Kelurahan Tumbang Tahai untuk meningkatkan literasi digital warga, Kamis (05/02/2026).
Kegiatan sosialisasi pembentukan KIM tersebut dibuka Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran masyarakat dalam mengelola dan menyebarkan informasi publik.
Hendra mengatakan, KIM memiliki peran penting sebagai mitra dialog pemerintah. Selain itu, KIM juga menjadi penggerak literasi digital, penyebar informasi pembangunan, dan penyerap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan KIM dapat meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Karena itu, Diskominfo Kota Palangka Raya terus memperluas pembentukan KIM di tingkat kelurahan.
Hingga saat ini, Diskominfo Kota Palangka Raya telah membentuk 36 KIM di 18 kelurahan dari lima kecamatan. Jumlah tersebut termasuk KIM yang baru dibentuk di wilayah Kelurahan Tumbang Tahai.
“Total saat ini sudah ada 36 KIM yang ada di Palangka Raya, termasuk KIM yang baru kita bentuk di wilayah Kelurahan Tumbang Tahai ini,” ucap Hendra.
Dengan terbentuknya KIM di Kelurahan Tumbang Tahai, mitra kerja Pemerintah Kota Palangka Raya dalam penyebarluasan literasi digital semakin bertambah. KIM diharapkan mampu membantu masyarakat menerima informasi yang relevan, benar, dan bermanfaat.
Hendra menjelaskan, Diskominfo Kota Palangka Raya akan melakukan pembinaan terhadap seluruh KIM melalui pelatihan dan pendampingan. Pembinaan itu dilakukan agar tujuan pembentukan KIM dapat berjalan sesuai harapan.
“Secara berkala, seluruh KIM yang ada di Kota Palangka Raya akan kita bina dengan berbagai pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman digital yang baik demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Hendra berharap, keberadaan KIM mampu mendorong masyarakat lebih kritis dalam menyikapi arus informasi. Hal itu penting untuk mencegah penyebaran informasi keliru dan memperkuat literasi digital di tingkat warga.
“Harapannya masyarakat lebih kritis dalam menyikapi informasi. Selain itu juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Hendra.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
