CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Ketimpangan pembangunan antara kawasan perkotaan dan wilayah pelosok Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi persoalan yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng Siti Nafsiah, Rabu, 24 Juni 2026, mengatakan berbagai aspirasi masyarakat menunjukkan masih terdapat desa yang belum memperoleh infrastruktur dan pelayanan dasar secara memadai.
Persoalan tersebut mencakup akses jalan dan jembatan, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.
Kondisi infrastruktur yang terbatas juga memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.
Nafsiah mencontohkan sejumlah desa di Kabupaten Katingan yang masih menghadapi keterbatasan akses darat.
Sebagian masyarakat masih mengandalkan transportasi sungai menggunakan perahu untuk mencapai wilayah tertentu.
Situasi menjadi lebih sulit ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Distribusi barang, akses kesehatan maupun aktivitas pendidikan dapat terganggu ketika masyarakat tidak memiliki alternatif transportasi yang memadai.
DPRD menilai pembangunan jalan dan jembatan menjadi pintu masuk untuk mempercepat pembangunan sektor lainnya.
Ketika akses wilayah terbuka, pembangunan jaringan listrik, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi akan lebih mudah dikembangkan.
Karena itu, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten didorong memperkuat koordinasi dalam menentukan prioritas pembangunan.
DPRD Kalteng berharap anggaran pembangunan dapat diarahkan lebih proporsional sehingga masyarakat di wilayah pelosok memperoleh manfaat pembangunan yang setara dengan masyarakat perkotaan.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan