Kualitas Udara Memburuk di Lima Provinsi
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menekan lima provinsi di Kalimantan pada Jumat (18/9/2026). Kabut asap, hotspot, hingga penurunan kualitas udara terpantau dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
Pemantauan terbaru menunjukkan kondisi tiap provinsi berbeda. Kalimantan Tengah masih menghadapi hotspot berkepercayaan tinggi, Kalimantan Barat mencatat ratusan titik panas, Banjarmasin berada dalam kualitas udara tidak sehat, sementara Tarakan menerima dampak asap kiriman dari wilayah lain.
- Kualitas Udara Memburuk di Lima Provinsi
- Kalimantan Tengah: Hotspot Turun, Udara Palangka Raya Masih Berbahaya
- Kalimantan Barat: 444 Hotspot Terdeteksi
- Kalimantan Selatan: Banjarmasin Masuk Tidak Sehat
- Kalimantan Timur: Samarinda Mulai Membaik
- Kalimantan Utara: Tarakan Terima Asap Kiriman
- Cuaca Kering Masih Jadi Ancaman
- Lima Provinsi Belum Sepenuhnya Aman
- Data Singkat 5 Provinsi Kalimantan
Kementerian Kehutanan mencatat secara nasional terdapat 475 hotspot high confidence hingga Kamis (17/9/2026) pukul 21.05 WIB. Dari enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah mencatat 61 titik, turun dari 102 titik sehari sebelumnya. Kalimantan Barat tercatat 30 titik dan Kalimantan Selatan lima titik.
Kalimantan Tengah: Hotspot Turun, Udara Palangka Raya Masih Berbahaya
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang masih mendapat perhatian serius.
Meski hotspot high confidence turun menjadi 61 titik, kualitas udara di Palangka Raya belum sepenuhnya membaik. Jaringan pemantauan IQAir pada pagi 18 September mencatat pembacaan AQI ekstrem pada salah satu stasiun di Jalan Semeru, yakni AQI⁺ US 1.010 atau kategori berbahaya.
Data tersebut bukan ISPU resmi pemerintah, sehingga harus dibaca sebagai data pembanding dari jaringan sensor kualitas udara.
Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa sebagian wilayah Kalimantan masih berada dalam kategori udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya pada titik tertentu.
Kalimantan Barat: 444 Hotspot Terdeteksi
Kondisi cukup berat terjadi di Kalimantan Barat.
BMKG Pontianak mencatat sebanyak 444 hotspot pada Jumat (18/9/2026). Kabut asap masih mendominasi sejumlah daerah, meskipun peluang hujan ringan hingga sedang mulai muncul di beberapa wilayah.
Di Pontianak, pemantauan IQAir pada hari yang sama menunjukkan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat, dengan AQI berada di kisaran 240-an pada sejumlah pembacaan.
Kondisi tersebut menunjukkan kebakaran dan akumulasi asap masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Barat.
Kalimantan Selatan: Banjarmasin Masuk Tidak Sehat
Kalimantan Selatan juga belum sepenuhnya terbebas dari dampak karhutla.
Kementerian Kehutanan mencatat lima hotspot high confidence pada pemantauan 17 September, turun dari 11 titik sehari sebelumnya.
Namun kualitas udara Banjarmasin masih buruk.
IQAir mencatat pada Jumat siang AQI⁺ US Banjarmasin berada di 188 atau kategori tidak sehat. Pada pagi hari, nilainya bahkan sempat mencapai 217 atau sangat tidak sehat, dengan PM2.5 sebesar 141,4 mikrogram per meter kubik. Data berasal dari dua stasiun, salah satunya terafiliasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kalimantan Timur: Samarinda Mulai Membaik
Kondisi relatif lebih baik terpantau di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda.
Pemantauan IQAir pada pukul 12.00 waktu setempat mencatat AQI⁺ US 96 atau kategori sedang, dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 33 mikrogram per meter kubik. Data tersebut berasal dari satu stasiun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Meski demikian, kondisi udara dapat berubah cepat mengikuti arah angin, jumlah titik api, dan konsentrasi partikel asap.
Samarinda sebelumnya sempat mengalami kabut asap lebih pekat sehingga tren perbaikan saat ini masih perlu dipantau secara berkala.
Kalimantan Utara: Tarakan Terima Asap Kiriman
Kalimantan Utara menghadapi situasi berbeda.
Hotspot lokal relatif rendah, namun kabut asap kiriman justru memengaruhi Kota Tarakan.
Dinas Lingkungan Hidup Tarakan mencatat ISPU 108 pada pukul 06.00 WITA, masuk kategori tidak sehat. Parameter kritisnya adalah PM2.5.
DLH Tarakan menyebut kabut asap tidak hanya berasal dari aktivitas lokal. Arah angin membawa asap dari daerah lain menuju Tarakan, menyebabkan konsentrasi partikel meningkat sejak malam hingga pagi hari.
Cuaca Kering Masih Jadi Ancaman
BMKG memperkirakan periode 18–24 September masih dipengaruhi kondisi atmosfer relatif kering akibat musim kemarau dan El Niño kategori sangat kuat.
Kondisi ini meningkatkan potensi kebakaran baru dan meluasnya kabut asap di wilayah rawan karhutla. Namun peluang hujan lokal masih terbuka di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 18–20 September.
Artinya, hujan dapat membantu menekan kebakaran, tetapi ancaman belum sepenuhnya hilang selama vegetasi dan lahan gambut masih berada dalam kondisi kering.
Lima Provinsi Belum Sepenuhnya Aman
Pantauan lima provinsi menunjukkan bahwa karhutla di Kalimantan belum bisa dinyatakan mereda secara menyeluruh.
Kalimantan Tengah masih menghadapi kualitas udara ekstrem pada sebagian titik sensor, Kalimantan Barat mencatat ratusan hotspot, Banjarmasin berada di level tidak sehat, Samarinda mulai menunjukkan perbaikan, sementara Tarakan terkena asap kiriman.
Perbedaan kondisi antarwilayah juga memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak selalu berhenti di lokasi kebakaran.
Asap dapat bergerak lintas kabupaten bahkan lintas provinsi mengikuti arah angin, sehingga wilayah dengan sedikit hotspot pun tetap dapat mengalami penurunan kualitas udara.
Masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi BMKG, pemerintah daerah, BPBD dan stasiun pemantauan kualitas udara serta mengurangi aktivitas luar ruang ketika konsentrasi asap meningkat.
Data Singkat 5 Provinsi Kalimantan
| Provinsi | Kondisi Utama 18 September 2026 |
|---|---|
| Kalimantan Tengah | 61 hotspot high confidence; sensor Palangka Raya menunjukkan kualitas udara sangat buruk hingga berbahaya pada titik tertentu |
| Kalimantan Barat | BMKG mencatat 444 hotspot; kualitas udara Pontianak sangat tidak sehat |
| Kalimantan Selatan | 5 hotspot high confidence; AQI Banjarmasin 188 atau tidak sehat pada siang hari |
| Kalimantan Timur | AQI Samarinda 96 atau sedang, menunjukkan perbaikan dibanding kondisi sebelumnya |
| Kalimantan Utara | ISPU Tarakan 108 atau tidak sehat; kabut asap dipengaruhi kiriman dari wilayah lain |
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan