Estimasi waktu baca: 5 menit

Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas ke Negara Tetangga

CYRUSTIMES, JAKARTA – Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan media internasional setelah kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra, meningkatkan kasus gangguan pernapasan, mengganggu aktivitas masyarakat, serta merembet ke negara tetangga.

Reuters pada 16 September 2026 menyoroti kondisi warga di Kalimantan yang harus beraktivitas di tengah udara tercemar akibat kebakaran. Media internasional itu menyebut musim kebakaran Indonesia tahun ini sebagai yang paling parah dalam sekitar 11 tahun, diperburuk kondisi super-El Niño, suhu tinggi, dan kekeringan berkepanjangan.

Sorotan terhadap Indonesia semakin besar karena dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Kabut asap juga dilaporkan memengaruhi kualitas udara di Malaysia dan Singapura, sehingga kembali menghidupkan isu lama mengenai transboundary haze atau kabut asap lintas batas.

Lebih dari 12,5 Juta Warga Terpapar Asap

Data Kementerian Kesehatan yang dikutip Reuters menunjukkan lebih dari 12,5 juta penduduk di tujuh provinsi di Indonesia telah terpapar kabut asap akibat karhutla.

Kasus gangguan pernapasan di wilayah terdampak meningkat tajam dari 50.891 kasus pada 1 September menjadi 113.336 kasus pada 9 September 2026.

Artinya, dalam waktu sekitar delapan hari, jumlah kasus yang tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat.

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah memperingatkan bahwa kelompok paling rentan terhadap paparan asap adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta.

Kemenkes juga menyoroti ancaman partikel PM2,5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat masuk jauh ke sistem pernapasan bahkan peredaran darah.

Media Internasional Soroti Warga yang Kesulitan Bernapas

Dalam laporan terbarunya, Reuters menggambarkan bagaimana warga Pontianak, Kalimantan Barat, harus menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi kabut asap yang pekat.

Sejumlah warga mengeluhkan batuk, tenggorokan sakit hingga sesak napas.

Salah satu fasilitas kesehatan di Pontianak bahkan mencatat 187 kasus gangguan pernapasan hanya dalam 11 hari pertama September, dibandingkan 422 kasus sepanjang Agustus.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak kesehatan dapat meningkat dengan cepat ketika kualitas udara memburuk dalam waktu berhari-hari.

Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia

Sorotan internasional juga datang dari sisi emisi.

Data Copernicus yang dikutip Reuters menunjukkan emisi kebakaran Indonesia selama 1–7 September 2026 mencapai sekitar 19,7 juta ton karbon dioksida.

Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan emisi kebakaran tertinggi di dunia pada periode itu dan mencakup lebih dari sepertiga total emisi kebakaran global.

Angka tersebut juga tercatat sekitar 273 persen di atas rata-rata musiman dan mendekati tingkat emisi pada krisis karhutla 2015.

Kebakaran gambut menjadi salah satu sumber emisi terbesar karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan sulit dideteksi.

Kalimantan Jadi Pusat Perhatian

Kalimantan kembali menjadi salah satu wilayah utama dalam krisis tahun ini.

Kementerian Kehutanan mencatat pada 14 September 2026 terdapat 1.437 hotspot high confidence secara nasional, naik dari 592 titik sehari sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, Kalimantan Tengah menyumbang 689 hotspot high confidence, meningkat tajam dari 89 titik pada hari sebelumnya.

Kementerian Kehutanan kemudian memperkuat operasi darat dan udara, termasuk water bombing, patroli udara, pembasahan lahan, serta Operasi Modifikasi Cuaca.

Kabut Asap Sudah Terdeteksi di Banyak Pulau

BMKG menyatakan atmosfer kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Hingga pertengahan September, sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Citra Satelit Himawari-9 pada 14 September mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

BMKG juga mencatat banyak daerah mengalami Hari Tanpa Hujan panjang, sementara suhu maksimum di sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Tengah telah melampaui 36 derajat Celsius.

Kondisi tersebut memperbesar risiko munculnya titik api baru.

Asap Menyeberang ke Malaysia dan Singapura

Krisis karhutla tahun ini kembali membawa persoalan lintas batas.

Reuters melaporkan kabut asap dari kebakaran Indonesia telah memengaruhi kualitas udara di Malaysia dan Singapura.

Al Jazeera bahkan menggambarkan sebagian wilayah Sarawak, Malaysia, mengalami kualitas udara berbahaya akibat kabut asap regional.

Masalah ini bukan baru.

Indonesia dan negara-negara ASEAN sebelumnya telah memiliki ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) untuk menangani pencemaran kabut asap lintas batas.

Pada Juli 2026, Indonesia bahkan memimpin pertemuan regional ASEAN di Bali untuk memperkuat antisipasi terhadap El Niño dan ancaman haze lintas negara.

Sekolah hingga Penerbangan Ikut Terdampak

Dampak karhutla juga merembet ke aktivitas pendidikan dan transportasi.

Save the Children melaporkan lebih dari 1,4 juta siswa di kawasan terdampak harus menjalani pembelajaran jarak jauh akibat memburuknya kualitas udara.

AP juga melaporkan kabut asap di Kalimantan Barat telah mengganggu penerbangan karena jarak pandang berkurang hingga kurang dari satu kilometer di sejumlah wilayah.

Situasi tersebut menunjukkan karhutla tidak lagi hanya menyangkut hektare lahan yang terbakar, tetapi mulai memengaruhi sekolah, transportasi, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Pemerintah Kerahkan Lebih dari 50 Pesawat

Indonesia telah meningkatkan operasi penanganan karhutla secara besar-besaran.

Reuters melaporkan pemerintah mengerahkan lebih dari 50 pesawat dan helikopter untuk water bombing serta operasi modifikasi cuaca.

BMKG juga mencatat operasi modifikasi cuaca masih berlangsung di beberapa provinsi, termasuk Kalimantan Tengah hingga 19 September 2026.

Selain itu, Jepang ikut membantu dengan mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman.

Bantuan tersebut menunjukkan skala kebakaran tahun ini telah cukup besar hingga melibatkan dukungan internasional.

Presiden Prabowo Minta Sanksi Lebih Keras

Perkembangan terbaru juga datang dari Presiden Prabowo Subianto.

Pada 17 September 2026, Prabowo menyerukan penguatan sanksi terhadap individu maupun korporasi yang terbukti terlibat pembakaran hutan dan lahan.

Ia meminta pemerintah menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar serta memperkuat penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran korporasi.

Pemerintah juga mempertimbangkan penghapusan berbagai pengecualian pembakaran lahan yang dinilai dapat membuka ruang penyalahgunaan.

Karhutla Diprediksi Bisa Bertahan hingga November

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan kebakaran berpotensi bertahan hingga awal November 2026, karena datangnya musim hujan diperkirakan lebih lambat dari biasanya.

Peringatan tersebut menunjukkan Indonesia belum melewati fase kritis.

Selama hujan belum turun secara merata, lahan gambut tetap kering dan titik api baru masih muncul, risiko kabut asap akan tetap tinggi.

Krisis Asap Kini Jadi Isu Global

Sorotan internasional terhadap karhutla Indonesia tahun ini tidak hanya muncul karena asap terlihat di kota-kota besar.

Ada tiga alasan utama mengapa isu ini mendapat perhatian luas.

Pertama, dampak kesehatan yang menyentuh jutaan penduduk dan mendorong lonjakan kasus gangguan pernapasan.

Kedua, emisi karbon kebakaran Indonesia yang sempat menjadi tertinggi di dunia.

Ketiga, kabut asap lintas batas yang kembali berdampak ke negara tetangga.

Dengan skala tersebut, karhutla Indonesia kini tidak lagi sekadar masalah lingkungan lokal.

Ia telah berkembang menjadi krisis kesehatan, iklim, diplomasi regional, dan reputasi lingkungan Indonesia di mata dunia.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja