Dompet Dhuafa Gelar Doa dan Aksi Kemanusiaan
CYRUSTIMES, KOTAWARINGIN TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang belum mereda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendorong Dompet Dhuafa menggelar doa bersama memohon turunnya hujan, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sabilal Muttaqin, Basirih Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain doa bersama, kegiatan dirangkai dengan layanan kesehatan gratis dan pembagian masker kepada masyarakat terdampak kabut asap.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi kemarau panjang serta karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat hingga ketersediaan air bersih.
“Sebagai bentuk usaha lahir dan batin dalam menghadapi kondisi tersebut, Dompet Dhuafa menginisiasi pelaksanaan doa bersama, sekaligus dirangkaikan dengan sejumlah aksi kemanusiaan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Juwaini.
Doa bersama turut menghadirkan KH Muhammad Makki, Ustaz Nanang Kasim serta Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kalimantan Tengah Puji Siswanto.
Karhutla Kotim Belum Mereda
Kegiatan tersebut berlangsung di tengah memburuknya kondisi kabut asap di Sampit dan sejumlah wilayah Kotawaringin Timur pada Jumat.
Pantauan ISPUnet menyebut Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kotim mencapai 763 pada pukul 10.00 WIB dengan parameter PM10, yang masuk kategori berbahaya. Kabut asap juga menyebabkan sejumlah sekolah di Sampit memulangkan siswa lebih awal.
Pemkab Kotim sebelumnya memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 30 September 2026. Pemerintah daerah menyebut masih terdapat titik api dan sejumlah lokasi bekas kebakaran yang membutuhkan pendinginan.
BMKG Kotim juga memperkirakan September masih menjadi puncak musim kemarau di wilayah tersebut. Awal musim hujan diprakirakan terjadi bertahap mulai Oktober, sementara wilayah Sampit dan Baamang diperkirakan baru memasuki awal musim hujan pada dasarian pertama November.
Doa Bersama Jadi Ruang Kolaborasi
Ahmad berharap doa bersama tidak hanya menjadi kegiatan spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla.
“Doa bersama ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pesantren, relawan, mitra, dan berbagai pihak dalam merespons kondisi kemarau dan karhutla melalui pendekatan spiritual, sosial, dan kemanusiaan,” katanya.
Di sisi lain, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) juga terus mengerahkan relawan untuk membantu pemadaman titik-titik kebakaran.
Dalam beberapa hari terakhir, tim DMC Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan tercatat ikut melakukan pemadaman karhutla di wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.
Relawan, Tim Medis hingga Safe School Dikerahkan
Menurut Ahmad, respons Dompet Dhuafa terhadap karhutla dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari pemadaman, pelayanan kesehatan, pembagian masker hingga perlindungan bagi siswa yang tetap menjalani kegiatan belajar mengajar di tengah kabut asap.
“Kami terus berupaya membantu masyarakat terutama dari dampak karhutla dengan menggerakkan para relawan dan tim DMC (Disaster Management Center) Dompet Dhuafa untuk melakukan pemadaman pada titik api,” ujarnya.
Dompet Dhuafa juga mengerahkan tim medis untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap.
Selain itu, organisasi tersebut menjalankan program Safe School sebagai upaya mengurangi paparan asap di lingkungan sekolah.
Program Safe School sebelumnya mulai diterapkan di SMP Negeri 9 Sampit. Ruangan tersebut dilengkapi sejumlah sarana yang ditujukan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan selama kabut asap berlangsung.
“Di sisi lain tim medis membantu penanganan pada penyintas asap karhutla, membagikan masker hingga membentuk Safe School,” kata Ahmad.
Menurut dia, ruangan Safe School antara lain dilengkapi kipas penyedot udara atau exhaust fan, akuarium serta berbagai tanaman sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak asap di lingkungan sekolah.
“Pada kegiatan ini kami juga menghadirkan layanan pos medis secara gratis dan pembagian masker kepada masyarakat,” pungkas Ahmad.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan