Estimasi waktu baca: 5 menit

Agustiar juga dikenal di sektor bisnis dan olahraga. Ia adalah Ketua Asosiasi Perusahaan Tambang (APTA) Kalimantan Tengah dan CEO Kalteng Putra FC, klub sepak bola yang bersaing di Liga 2 Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, klub tersebut berhasil menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam sepak bola nasional. Namun, Bos Klub Sepak Bola Kalteng Putra berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut sempat dihantam masalah terkait tunggakan gaji para pemain dan menjadi sorotan publik. Kabar tunggakan gaji pemain tersebut diketahui berdasarkan pengakuan dari kiper Jandia Eka Putra yang diunggah di Instagram hingga viral pada saat itu.

Kabar terbaru Agustiar Sabran kini sedang menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Gugatan ini dilayangkan oleh Yudhy Timbo Jaya Pangaribuan, seorang pengusaha pemasangan billboard dan reklame, yang menuntut pembayaran senilai Rp225 juta atas jasa pemasangan spanduk dan baliho. Sidang pertama kasus ini digelar pada Rabu, 25 September lalu.

Tidak hanya fokus pada politik dan bisnis, Agustiar menunjukkan komitmen terhadap pelestarian budaya lokal dengan menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalteng. Posisi ini mencerminkan dedikasinya untuk menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai tradisional serta kearifan lokal masyarakat Dayak.

Dengan latar belakang yang kuat dan berbagai peran yang dijalani, Agustiar Sabran telah menjadi sosok berpengaruh di Kalimantan Tengah, dan masyarakat menantikan langkah-langkahnya dalam menghadapi Pilgub 2024.

Edy Pratowo

Edy Pratowo resmi maju sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) Kalimantan Tengah dalam Pilgub 2024, berpasangan dengan Agustiar Sabran sebagai calon gubernur (Cagub). Pasangan ini didukung oleh lima partai politik: Gerindra, PAN, PKS, PSI, dan PKN.

Karier politik Edy dimulai pada tahun 1999 saat ia terpilih sebagai anggota DPRD Kapuas. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya di legislatif dengan menjadi anggota DPRD Pulang Pisau pada 2023 dan menjabat sebagai ketua DPRD Pulang Pisau pada 2004.

Kepemimpinannya di DPRD membuka jalan baginya untuk menjabat sebagai Wakil Bupati Pulang Pisau dari 2008 hingga 2013. Kesuksesan tersebut membawanya terpilih sebagai Bupati Pulang Pisau selama dua periode, yaitu 2013-2018 dan 2018-2021. Pengalamannya sebagai kepala daerah mengantarkannya ke panggung politik yang lebih besar, di mana ia saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Tengah sejak 2021.

Edy Pratowo juga aktif di partai politik, menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pulang Pisau dari 2009 hingga 2015. Dalam hal pendidikan, ia menyelesaikan studinya di Universitas Islam Kalimantan dan STIE Mahardika Surabaya.

Kini, bersama Agustiar Sabran, yang merupakan kakak kandung dari Sugianto Sabran, Edy bertekad untuk mewujudkan visi dan misi mereka untuk membawa perubahan signifikan bagi Kalimantan Tengah. Pasangan ini siap bersaing dalam Pilgub 2024, mengusung harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.

Abdul Razak

Nama Abdul Razak telah menjadi legenda di Kalimantan Tengah. Politikus senior ini telah mengabdikan dirinya di dunia politik sejak tahun 1980, menempati berbagai posisi strategis, mulai dari bupati hingga pimpinan tinggi partai.

Lahir di Pangkalan Bun pada 10 November 1949, Abdul Razak mengenyam pendidikan di daerahnya sebelum melanjutkan studi di Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Gadjah Mada. Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai pegawai honorer di Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, sebelum beranjak ke berbagai jabatan, termasuk Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepemimpinannya sebagai Bupati Kotawaringin Barat periode 2000-2005 ditandai dengan dukungan luas dari tokoh masyarakat dan pemuda, di mana ia meraih kemenangan telak dengan 26 kursi DPRD dari total 30. Abdul Razak menjadi putra daerah pertama yang berasal dari kalangan birokrasi menjabat sebagai kepala daerah di Kotawaringin Barat.

Setelah masa jabatannya, ia tetap aktif dalam politik sebagai Ketua DPD Golkar Kalteng, kemudian menjabat Wakil Ketua DPRD Kalteng selama tiga periode berturut-turut. Dengan latar belakang yang kuat di partai Golkar, Abdul Razak menjadi salah satu tokoh dominan dalam perpolitikan daerah, dengan kader Golkar menduduki jabatan penting di hampir tujuh kabupaten.

Tidak hanya sukses di dunia politik, Abdul Razak juga berhasil mendidik anaknya, Fairid Naparin, yang kini menjabat sebagai Wali Kota Palangka Raya. Dengan pengalaman dan jaringan yang luas, Abdul Razak tetap menjadi sosok berpengaruh di Kalimantan Tengah, terus berjuang untuk aspirasi masyarakat. Di Pilkada 2024, Ia bersama Sri Suwanto akan bertarung melawan 3 paslon lainnya.

Sri Suwanto

Sri Suwanto, sosok yang dikenal dengan dedikasi dan integritasnya, memiliki rekam jejak yang kaya dalam pemerintahan dan pelayanan publik. Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini telah mengabdikan puluhan tahun di berbagai organisasi dan instansi.

Sebagai Ketua Paguyuban Kulowargo Wong Jowo (Pakuwojo) Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Suwanto menunjukkan komitmennya dalam merangkul berbagai komunitas serta memperkuat persatuan masyarakat. Kepemimpinannya dalam organisasi ini mencerminkan kemampuannya dalam mengelola tantangan yang dihadapi oleh masyarakat yang beragam.

Dalam karier profesionalnya, Sri Suwanto menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dari 2017 hingga 2022. Selama masa jabatannya, ia berhasil mengimplementasikan program-program strategis yang fokus pada pelestarian hutan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Saat ini, ia aktif sebagai Asisten III Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Provinsi Kalimantan Tengah, menunjukkan kapabilitasnya dalam mengelola pemerintahan.

Sri Suwanto, yang memiliki gelar Ir. H. Sri Suwanto, MS, juga dipercaya sebagai Ketua Pengurus Daerah KAGAMAHUT (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada-Fakultas Kehutanan) selama dua periode, serta anggota Dewan Pakar Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Kalimantan Tengah.

Dengan reputasi yang kuat dan dukungan luas dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi non-pemerintah, Sri Suwanto menjadi salah satu calon yang diharapkan membawa perubahan positif bagi Kalimantan Tengah. Saat ditanya tentang pencalonannya dalam Pilgub Kalteng 2024, ia menegaskan ajakannya kepada seluruh elemen untuk bersatu membangun daerah ini.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.