Estimasi waktu baca: 5 menit

Purbaya Dicopot, Isu ke BI hingga Pejabat Terganggu Ramai

CYRUSTIMES, JAKARTA – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan memicu gelombang reaksi di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan alasan pergantian yang dinilai berlangsung mendadak, sementara sebagian lainnya berspekulasi mengenai posisi baru yang kemungkinan diberikan kepada Purbaya.

Salah satu spekulasi yang kembali beredar menyebut Purbaya dapat dipindahkan ke Bank Indonesia. Narasi lain mengaitkan pemberhentiannya dengan kebijakan serta perombakan ratusan pejabat Kementerian Keuangan yang dilakukannya empat hari sebelum dicopot.

Belum ada keterangan resmi Presiden Prabowo Subianto maupun Istana yang membenarkan kedua spekulasi tersebut.

Purbaya Dicopot, Netizen Mengaku Terkejut

Presiden Prabowo resmi memberhentikan Purbaya dan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Pergantian itu menjadi pembicaraan karena Purbaya masih mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI beberapa jam sebelum pengumuman.

Purbaya mengetahui pemberhentiannya melalui sambungan telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia kemudian terlihat meninggalkan rapat sebelum acara pelantikan Suahasil berlangsung.

Momentum tersebut memunculkan pertanyaan warganet mengenai alasan dan waktu pergantian. Sebagian netizen menilai Purbaya sedang memperoleh popularitas karena gaya komunikasinya yang lugas dan sejumlah kebijakannya yang dinilai berani.

Komentar seperti “mengapa justru dicopot ketika mulai bekerja”, “siapa yang terganggu”, hingga “lanjut ke Bank Indonesia” terlihat meramaikan sejumlah unggahan tentang pergantian Menteri Keuangan.

Reaksi itu bersifat pendapat individual di media sosial dan tidak dapat dianggap mewakili pandangan seluruh masyarakat.

Spekulasi Purbaya Dipindahkan ke Bank Indonesia

Sejumlah warganet menduga pencopotan dari Kementerian Keuangan bukan akhir karier Purbaya di pemerintahan.

Dalam kolom komentar beberapa unggahan, muncul perkiraan bahwa mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan tersebut akan memperoleh posisi di Bank Indonesia.

Spekulasi itu sebenarnya bukan isu baru. Nama Purbaya pernah dikaitkan dengan jabatan Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli 2026.

Ketika itu, Purbaya menanggapi kabar tersebut secara hati-hati. Ia menyatakan bersyukur masih menjadi Menteri Keuangan dan menilai spekulasi mengenai perubahan kepemimpinan bank sentral terlalu dini.

Namun, situasinya kini telah berubah. Presiden Prabowo sebelumnya mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI. DPR kemudian menyetujui Destry dalam rapat paripurna pada 1 September 2026.

Karena itu, kabar Purbaya akan dipindahkan menjadi Gubernur BI tidak memiliki dasar resmi berdasarkan susunan kepemimpinan terbaru.

Pengangkatan Gubernur BI juga tidak dapat dilakukan hanya melalui mekanisme reshuffle kabinet. Presiden harus mengajukan calon kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum memperoleh persetujuan.

Dugaan Ada Pejabat Terganggu Ikut Mengemuka

Narasi lain yang ramai dibicarakan adalah dugaan bahwa langkah Purbaya menertibkan dan merombak jajaran Kementerian Keuangan menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan internal.

Kecurigaan tersebut muncul setelah Purbaya melakukan perombakan ratusan pejabat Kementerian Keuangan pada Kamis, 10 September 2026.

Perombakan mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, fungsional dan pejabat pada unit organisasi noneselon. Sekitar 350 pejabat eselon III disebut termasuk dalam perombakan tersebut.

Sebagian besar perhatian tertuju kepada perubahan jajaran pada Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Empat hari setelah perombakan itu, Purbaya diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan. Kedekatan waktu kedua peristiwa tersebut kemudian menjadi bahan spekulasi warganet.

Purbaya Sebut Perombakan Pejabat Sebagian Berkaitan

Spekulasi mengenai resistensi internal mendapat perhatian lebih besar setelah Purbaya memberikan jawaban mengenai penyebab pemberhentiannya.

Saat ditanya apakah pencopotannya berkaitan dengan perombakan pejabat Kementerian Keuangan, Purbaya mengakui hal tersebut kemungkinan menjadi salah satu faktor.

“Sebagian ada. Sebagian iya,” kata Purbaya setelah serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Selasa, 15 September 2026.

Purbaya tidak menjelaskan pejabat mana yang merasa keberatan maupun bagaimana perombakan tersebut berhubungan dengan keputusan Presiden.

Ia juga menyatakan surat keputusan terhadap pejabat yang baru dilantik seharusnya tetap berlaku. Namun, keputusan itu masih dapat diubah kembali oleh Menteri Keuangan yang baru.

Pernyataan tersebut belum cukup membuktikan anggapan bahwa terdapat pejabat tertentu yang meminta Purbaya dicopot.

Tidak Berbeda Kebijakan dengan Prabowo

Purbaya mengatakan dirinya tidak memiliki perbedaan kebijakan dengan Presiden Prabowo.

Menurutnya, kebijakan yang dijalankan selama memimpin Kementerian Keuangan mengikuti arah Presiden. Ia menyebut perbedaan pandangan justru terjadi dengan beberapa pejabat lain, tetapi tidak mengungkap identitasnya.

Purbaya juga membantah adanya konflik khusus dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

Karena itu, narasi tentang pejabat yang terganggu harus tetap ditempatkan sebagai dugaan publik. Belum ada bukti bahwa perbedaan internal menjadi alasan utama Presiden mengganti Menteri Keuangan.

Mengapa Pencopotan Purbaya Begitu Ramai?

Purbaya mempunyai gaya komunikasi yang berbeda dibandingkan kebanyakan pejabat pemerintahan. Ia kerap berbicara spontan, menggunakan bahasa sederhana dan menyampaikan kritik secara terbuka.

Gaya tersebut membuat Purbaya mendapat julukan “Menteri Koboi” sekaligus berkembang menjadi figur yang populer di kalangan sebagian pengguna media sosial.

Selama menjabat, Purbaya juga kerap menyoroti pelayanan pajak, kinerja Bea Cukai, dana pemerintah yang mengendap, penyaluran kredit perbankan hingga pengelolaan dividen badan usaha negara.

Langkahnya memindahkan dana pemerintah ke perbankan, memperingatkan jajaran pajak dan Bea Cukai, serta merombak pejabat internal membuat publik melihatnya sebagai sosok yang berani mengusik kebiasaan lama.

Citra tersebut yang kemudian melahirkan anggapan di media sosial bahwa Purbaya dicopot karena terlalu berani. Akan tetapi, anggapan itu belum didukung keputusan atau penjelasan resmi pemerintah.

Purbaya Pilih Pensiun dan Kembali Menjadi Trader

Di tengah spekulasi mengenai jabatan baru, Purbaya justru mengatakan ingin pensiun dari jabatan publik.

Ia membantah kabar bahwa dirinya ditawari menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Purbaya juga menyatakan tidak berminat kembali menjadi menteri dalam waktu dekat.

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut berencana kembali menjalani aktivitas sebagai trader, memelihara ikan dan memancing.

Purbaya mengakui sempat merasa kesal dan mengalami kesulitan tidur setelah diberhentikan. Namun, ia memilih menerima keputusan Presiden sebagai bagian dari hak prerogatif kepala negara.

Dengan pernyataan tersebut, spekulasi Purbaya akan langsung memperoleh jabatan baru—baik di kabinet maupun Bank Indonesia—belum memiliki dasar resmi.

Spekulasi Belum Menjawab Alasan Pencopotan

Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan alasan terperinci di balik pemberhentian Purbaya.

Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 hanya menjadi dasar pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan, tanpa menjelaskan pertimbangan politik maupun kebijakan di balik pergantian tersebut.

Ketiadaan penjelasan lengkap membuat berbagai teori terus berkembang, mulai dari persoalan kredibilitas fiskal, perbedaan pendekatan ekonomi, perombakan pejabat internal hingga dugaan adanya pihak yang merasa terganggu.

Namun, seluruh dugaan itu belum dapat dinyatakan sebagai fakta sampai terdapat penjelasan resmi dari Presiden, Istana atau pihak yang disebut terlibat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja