Estimasi waktu baca: 9 menit

Isu Reshuffle Prabowo Menguat, Dua Tokoh Kalteng Ikut Disorot

CYRUSTIMES, JAKARTA – Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali menguat menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah figur mulai dibicarakan sebagai sosok yang dinilai dapat memperkuat pemerintahan apabila Presiden memutuskan melakukan reshuffle.

Selain nama-nama nasional seperti Sandiaga Salahuddin Uno, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Ahmad Heryawan dan Chatib Basri, dua figur asal Kalimantan Tengah juga kembali menarik perhatian.

Keduanya adalah Erlin Hardi, mantan Penjabat Bupati Kapuas dan birokrat senior berlatar belakang teknik, serta Aswin Usup, akademisi Universitas Palangka Raya yang dikenal sebagai pakar lingkungan, lahan gambut dan kebakaran hutan.

Nama keduanya bukan baru pertama kali dikaitkan dengan Kabinet Merah Putih. Pada April 2026, Erlin sempat disebut dalam bursa Wakil Menteri Pekerjaan Umum, sedangkan Aswin dikaitkan dengan posisi Menteri Kehutanan.

Meski demikian, hingga pertengahan September 2026, belum terdapat pengumuman resmi Presiden maupun Istana yang menyatakan kedua tokoh Kalteng tersebut, maupun figur lain yang beredar, telah ditetapkan sebagai calon menteri atau wakil menteri.

Isu Reshuffle Menguat Setelah Survei Publik

Wacana reshuffle kembali mendapat momentum setelah hasil survei nasional menunjukkan adanya dorongan masyarakat agar Presiden melakukan evaluasi terhadap kabinet.

Sebanyak 51,9 persen responden dalam survei Poltracking Indonesia menilai reshuffle kabinet diperlukan.

Sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang paling banyak mendapat perhatian, disusul persoalan hukum dan penegakan hukum.

Hasil tersebut memperkuat diskursus bahwa memasuki tahun ketiga pemerintahan, Presiden Prabowo berpotensi melakukan evaluasi tidak hanya terhadap figur menteri, tetapi juga efektivitas pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Namun reshuffle tetap menjadi hak prerogatif Presiden. Setiap nama yang beredar sebelum pengumuman resmi harus ditempatkan sebagai bagian dari wacana atau bursa politik.

Erlin Hardi Pernah Dikaitkan dengan Wakil Menteri PU

Dari Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, S.T., M.T. menjadi salah satu nama yang pernah disebut dalam bursa kabinet.

Pada April 2026, Erlin dikaitkan dengan kemungkinan menduduki posisi Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Kabar tersebut muncul bersamaan dengan spekulasi reshuffle Kabinet Merah Putih saat itu.

Ketika ditanya mengenai isu tersebut, Erlin tidak memberikan konfirmasi bahwa dirinya telah menerima tawaran jabatan dari pemerintah pusat. Ia memilih menanggapi kabar tersebut secara hati-hati dan meminta publik mengikuti perkembangan yang ada.

Latar belakang Erlin dinilai memiliki hubungan cukup kuat dengan sektor infrastruktur.

Putra Kabupaten Kapuas itu memiliki latar pendidikan teknik dan merupakan alumnus Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya. Sebelum masuk lebih jauh ke birokrasi, Erlin juga pernah menjadi dosen di Fakultas Teknik UPR.

Karier birokratnya kemudian banyak bersentuhan dengan infrastruktur, pekerjaan umum, permukiman hingga penanggulangan bencana.

Erlin pernah bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pulang Pisau sebelum melanjutkan karier di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia pernah menjabat Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kalteng, kemudian menduduki jabatan di bidang kearsipan dan perpustakaan daerah, hingga masuk ke Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah.

Erlin juga pernah menjadi Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalteng.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Kalimantan Tengah. Posisi tersebut semakin memperkuat pengalaman Erlin dalam pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman.

Pada September 2023, Menteri Dalam Negeri menunjuk Erlin sebagai Penjabat Bupati Kapuas.

Pengalaman sebagai kepala daerah membuat Erlin memiliki kombinasi latar belakang teknis, birokrasi pemerintahan serta pengelolaan pembangunan daerah.

Ia kemudian maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas 2024 bersama Alberkat Yadi.

Dengan rekam jejak tersebut, kemunculan namanya dalam bursa Wakil Menteri PU pada April 2026 memiliki keterkaitan dengan pengalaman profesional yang dimilikinya.

Namun sampai saat ini belum terdapat informasi resmi bahwa Erlin mendapat panggilan baru dari Presiden atau Istana terkait reshuffle September 2026.

Aswin Usup Dikaitkan dengan Menteri Kehutanan

Nama kedua dari Kalimantan Tengah adalah Dr. Ir. Aswin Usup, M.Sc., Ph.D.

Akademisi Universitas Palangka Raya tersebut sempat dikaitkan dengan jabatan Menteri Kehutanan pada April 2026.

Berbeda dengan figur berlatar belakang politik, Aswin memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik, penelitian lingkungan, lahan gambut dan pengendalian kebakaran hutan.

Aswin merupakan akademisi Universitas Palangka Raya dan dikenal sebagai pakar lingkungan serta kebakaran lahan gambut.

Ia menempuh pendidikan pascasarjana di Hokkaido University, Jepang, dan meraih gelar Master of Science serta Doctor of Philosophy dalam bidang yang berkaitan dengan lingkungan dan geoekologi.

Pengalaman akademiknya banyak berhubungan dengan karakteristik ekosistem gambut Kalimantan.

Aswin pernah memimpin Pusat Pengendalian Kebakaran dan Rehabilitasi Hutan Universitas Palangka Raya selama bertahun-tahun.

Ia juga pernah menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya sebelum kepemimpinan lembaga tersebut berganti untuk periode berikutnya.

Riset Aswin mencakup kebakaran gambut, kondisi cuaca pemicu kebakaran lahan gambut, pencemaran udara akibat kebakaran, restorasi gambut hingga pengelolaan kawasan rawan karhutla.

Pengalamannya tidak hanya berada di lingkungan kampus. Aswin juga terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan restorasi gambut serta kerja sama yang melibatkan lembaga nasional maupun internasional.

Ia juga dikenal memiliki inovasi terkait teknologi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Latar belakang tersebut membuat namanya cukup relevan ketika dikaitkan dengan sektor kehutanan.

Pada April 2026, ketika kabar dirinya disebut berpeluang menduduki posisi Menteri Kehutanan beredar, Aswin memberikan respons positif terhadap dukungan yang muncul, namun tidak menyebut adanya keputusan resmi Presiden.

Sama seperti Erlin, sampai September 2026 belum terdapat konfirmasi bahwa Aswin telah dipanggil kembali atau masuk daftar resmi calon menteri.

Dua Putra Kalteng Pernah Muncul Bersamaan

Hal menarik dari isu kabinet pada April 2026 adalah munculnya Erlin Hardi dan Aswin Usup secara bersamaan.

Saat itu informasi yang berkembang mengaitkan Aswin dengan Menteri Kehutanan, sedangkan Erlin dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Keduanya memiliki karakter latar belakang berbeda.

Aswin datang dari jalur akademik, penelitian, kehutanan, lingkungan dan gambut. Sementara Erlin berasal dari jalur teknik, birokrasi, infrastruktur dan pemerintahan daerah.

Apabila nama keduanya kembali muncul dalam dinamika reshuffle September 2026, hal tersebut sekaligus membuka pembicaraan mengenai keterwakilan figur Kalimantan Tengah di pemerintahan pusat.

Terlebih Kalteng merupakan salah satu daerah strategis dalam persoalan kehutanan, lahan gambut, ketahanan pangan, pembangunan kawasan dan penanganan karhutla.

Namun sampai ada pengumuman Presiden, konteks tersebut tetap harus dipandang sebagai dinamika bursa kabinet, bukan kepastian penunjukan.

Sandiaga Uno Didorong Perkuat Sektor Ekonomi

Nama Sandiaga Salahuddin Uno menjadi salah satu figur yang belakangan secara terbuka didorong masuk kabinet.

Pengalaman Sandiaga di bidang bisnis, investasi, UMKM, ekonomi kreatif dan pemerintahan dinilai menjadi modal apabila Presiden menginginkan penguatan sektor ekonomi.

Sandiaga sebelumnya pernah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ia juga memiliki hubungan politik panjang dengan Prabowo setelah menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019.

Dorongan terhadap Sandiaga semakin mendapat perhatian karena sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang paling banyak diminta masyarakat untuk dievaluasi.

Meski demikian, dorongan tersebut berasal dari kelompok masyarakat dan belum merupakan keputusan Presiden.

Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan untuk Sektor Hukum

Sektor hukum juga memunculkan dua nama besar, yakni Mahfud MD dan Busyro Muqoddas.

Mahfud pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi, Menteri Pertahanan hingga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Sementara Busyro merupakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dan dikenal luas melalui aktivitasnya dalam isu pemberantasan korupsi, hukum dan hak asasi manusia.

Dalam usulan yang berkembang pada Juli 2026, Mahfud didorong menduduki posisi Menko Polkam, sedangkan Busyro diproyeksikan sebagai Wakil Menko Polkam.

Namun usulan tersebut datang dari pihak di luar pemerintah dan belum menjadi keputusan Presiden.

Ahmad Heryawan Masuk Diskursus Kabinet

Dari Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher juga mulai masuk dalam pembicaraan.

Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan daerah dan legislatif.

Pada Agustus 2026, muncul aspirasi dari kelompok tokoh Jawa Barat agar Aher dipertimbangkan masuk kabinet sebagai representasi figur berpengalaman dari Jawa Barat.

Saat ini Aher merupakan anggota DPR RI periode 2024-2029.

Pengalaman memimpin provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia membuat nama Aher ikut dinilai memiliki kapasitas pemerintahan yang dapat dipertimbangkan apabila Presiden melakukan penyegaran kabinet.

Sekali lagi, belum terdapat konfirmasi bahwa Aher sudah menerima tawaran jabatan tertentu.

Chatib Basri Pernah Dikaitkan dengan Menteri Keuangan

Dari kalangan ekonom, Muhamad Chatib Basri juga sempat masuk pusaran isu reshuffle.

Mantan Menteri Keuangan tersebut pernah dikaitkan dengan kemungkinan kembali memimpin kementerian ekonomi.

Isu semakin berkembang setelah Chatib bertemu Presiden Prabowo di Istana pada Juni 2026.

Namun pemerintah ketika itu membantah adanya rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet.

Karena itu, posisi Chatib dalam daftar ini berbeda dengan Sandiaga, Mahfud, Busyro, Aher, Erlin maupun Aswin.

Namanya memang pernah dikaitkan dengan posisi kabinet, tetapi kabar tersebut sudah pernah mendapat bantahan dari pemerintah.

Tujuh Nama, Tingkat Isunya Berbeda

Setidaknya terdapat tujuh nama yang muncul dalam berbagai pemberitaan dan diskursus mengenai penguatan Kabinet Merah Putih sepanjang 2026.

Mereka adalah Sandiaga Uno, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Ahmad Heryawan, Chatib Basri, Erlin Hardi dan Aswin Usup.

Namun tingkat kekuatan informasinya tidak sama.

Sandiaga merupakan figur yang didorong kelompok pendukungnya untuk sektor ekonomi. Mahfud dan Busyro diusulkan untuk memperkuat sektor hukum dan politik-keamanan.

Aher mendapatkan dorongan dari kelompok tokoh Jawa Barat.

Aswin Usup dan Erlin Hardi sebelumnya diberitakan masuk bursa kabinet pada April 2026 dari Kalimantan Tengah.

Sementara Chatib pernah diisukan mengisi posisi Menteri Keuangan tetapi kabar tersebut mendapat bantahan pemerintah.

Karena itu, ketujuh nama tersebut tidak dapat disebut sebagai daftar resmi calon menteri Presiden Prabowo.

Keputusan Akhir Tetap di Tangan Prabowo

Spekulasi mengenai reshuffle dapat berkembang dari survei, dinamika partai politik, kelompok masyarakat hingga kebutuhan pemerintah memperkuat sektor tertentu.

Namun dalam sistem presidensial, keputusan mengangkat dan memberhentikan menteri merupakan kewenangan Presiden.

Sampai terdapat pemanggilan resmi, undangan pelantikan, Keputusan Presiden atau pernyataan Istana, seluruh nama yang muncul masih berada dalam spektrum wacana.

Pertanyaan berikutnya kini bukan hanya siapa menteri yang mungkin diganti, tetapi juga figur seperti apa yang akan dipilih Prabowo apabila penyegaran kabinet benar-benar dilakukan.

Bagi Kalimantan Tengah, munculnya nama Erlin Hardi dan Aswin Usup memberi warna tersendiri dalam dinamika tersebut.

Keduanya menawarkan dua latar belakang berbeda: Erlin dengan pengalaman teknik, pembangunan, birokrasi dan pemerintahan daerah; Aswin dengan keahlian akademik di bidang lingkungan, gambut, kehutanan dan karhutla.

Apakah keduanya kembali masuk radar Presiden dalam reshuffle berikutnya, sejauh ini masih harus menunggu keputusan resmi dari Istana.

Fakta latar belakangnya cukup solid. Erlin tercatat pernah menjadi dosen Fakultas Teknik UPR, berkarier di PUPR, BPBD, memimpin Disperkimtan Kalteng pada 2021–2024, lalu menjadi Pj Bupati Kapuas; MK juga mencatat Erlin sebagai peserta sengketa hasil Pilkada Kapuas 2024. Aswin tercatat di UPR sebagai mantan Ketua LPPM, sementara basis SINTA mencatat afiliasinya di UPR dan penelitian terkait kebakaran gambut; rekam pendidikan publiknya mencantumkan Hokkaido University.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja