Estimasi waktu baca: 4 menit

Timnas Indonesia Usai Gagal di AFF 2026

CYRUSTIMES, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 menjadi alarm bagi skuad Garuda. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), memastikan Indonesia tersingkir dari fase grup. 

Alih-alih berlama-lama meratapi kegagalan tersebut, Timnas Indonesia kini harus segera mengalihkan perhatian ke turnamen berikutnya, FIFA ASEAN Cup 2026.

Advertisement

Pelatih John Herdman menegaskan bahwa skuad Garuda harus kembali dengan semangat baru. Ia juga menyatakan bakal melakukan pembenahan setelah kegagalan di ASEAN Championship. 

FIFA sendiri telah mengonfirmasi FIFA ASEAN Cup sebagai kompetisi regional baru yang mempertemukan negara-negara anggota FIFA di kawasan Asia Tenggara. Turnamen ini dibuat dengan konsep yang terinspirasi dari FIFA Arab Cup dan diharapkan menjadi panggung bagi pemain terbaik kawasan. 

1. Membenahi Efektivitas Permainan

Pekerjaan rumah pertama Herdman adalah memperbaiki efektivitas permainan.

Advertisement

Kegagalan Indonesia di ASEAN Championship menunjukkan bahwa dominasi penguasaan bola atau intensitas serangan tidak selalu berujung pada hasil maksimal.

Ketika menghadapi lawan yang bermain disiplin, Indonesia membutuhkan variasi serangan yang lebih efektif.

Herdman perlu memastikan skuad Garuda memiliki solusi ketika strategi utama tidak berjalan.

Kemampuan mengubah pola permainan dari penguasaan bola, serangan cepat hingga memanfaatkan bola mati akan menjadi penting ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

2. Menyiapkan Plan B

Kebutuhan terhadap plan B juga menjadi sorotan setelah Indonesia gagal menembus semifinal.

Indonesia tidak boleh bergantung pada satu pola permainan.

Advertisement

Ketika lawan mampu memutus aliran bola atau menutup ruang antarlini, pemain harus memiliki alternatif untuk membongkar pertahanan.

Hal ini menjadi salah satu pekerjaan terbesar Herdman sebelum menghadapi turnamen berikutnya.

Pelatih asal Inggris itu sebelumnya memang menjadikan rangkaian turnamen sebagai bagian dari proses untuk mengenali dan membentuk skuad terbaik Indonesia. 

3. Memaksimalkan Pemain Terbaik

FIFA ASEAN Cup memiliki satu keuntungan penting bagi Indonesia.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung dalam periode kalender internasional, sehingga peluang untuk memanggil pemain yang berkarier di luar negeri menjadi lebih besar. The Straits Times melaporkan FIFA ASEAN Cup berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026. 

Kondisi ini berbeda dengan persiapan turnamen yang tidak berada dalam jendela internasional.

Advertisement

Herdman kini mempunyai kesempatan membangun skuad yang lebih komplet dengan menggabungkan pemain dari kompetisi domestik dan pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri.

Sebelumnya, Herdman juga telah menggunakan pemusatan latihan untuk memantau pemain domestik dan mencari komposisi terbaik Timnas Indonesia. 

4. Bangkit Menghadapi Malaysia dan Singapura

Tantangan Indonesia di FIFA ASEAN Cup juga tidak ringan.

Berdasarkan hasil undian, Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura dan India. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina dan Pakistan. 

Menariknya, Indonesia akan kembali bertemu Singapura dalam turnamen tersebut.

Pertemuan itu berpotensi menjadi pertandingan yang sarat tekanan karena Singapura baru saja menggagalkan langkah Indonesia ke semifinal ASEAN Championship.

Advertisement

Herdman bahkan sudah menegaskan bahwa Indonesia akan membawa semangat baru ketika kembali menghadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup. 

FIFA ASEAN Cup Jadi Kesempatan Menebus Kegagalan

Kegagalan di ASEAN Championship memang menjadi hasil mengecewakan bagi Timnas Indonesia.

Namun, situasi tersebut sekaligus memberikan Herdman kesempatan untuk mengevaluasi skuad sebelum memasuki kompetisi yang memiliki format dan konteks berbeda.

FIFA ASEAN Cup bukan sekadar turnamen baru.

FIFA menyebut kompetisi ini dirancang untuk memperkuat sepak bola kawasan Asia Tenggara dan memberikan kesempatan bagi pemain terbaik regional tampil dalam panggung yang mendapat dukungan langsung FIFA. 

Bagi Indonesia, turnamen tersebut juga bisa menjadi kesempatan untuk menguji seberapa jauh proses pembangunan skuad di bawah Herdman telah berjalan.

Tantangan Herdman Dimulai dari Sekarang

Herdman tidak memiliki alasan untuk menunggu hingga FIFA ASEAN Cup dimulai.

Evaluasi harus dilakukan sejak sekarang.

Kegagalan menghadapi Singapura menjadi bahan untuk melihat kelemahan permainan Indonesia, sementara pengalaman sepanjang ASEAN Championship dapat digunakan untuk menentukan pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.

Dengan lawan seperti Malaysia, Singapura dan India di Grup A, Indonesia membutuhkan konsistensi sejak pertandingan pertama.

FIFA ASEAN Cup 2026 kini menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menjawab kegagalan di ASEAN Championship dengan performa yang lebih baik.

Bagi Herdman, tantangannya bukan hanya membawa Indonesia meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan bahwa skuad Garuda memiliki identitas permainan dan mentalitas yang lebih kuat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja