Estimasi waktu baca: 4 menit

CYRUSTIMES, JAKARTA – FIFA kembali membuka wacana besar terkait masa depan Piala Dunia. Setelah edisi 2026 memakai format 48 tim, kini muncul pembahasan kemungkinan Piala Dunia 2030 diperluas menjadi 64 tim.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan rencana ekspansi tersebut akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 selesai. Ia menilai format 48 tim yang digunakan pada edisi 2026 memberi ruang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai benua untuk tampil di panggung dunia.

Advertisement

Wacana 64 tim ini mencuat dalam momentum menuju Piala Dunia 2030, yang akan menjadi edisi spesial karena menandai 100 tahun penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar tersebut.

Masih Wacana, Belum Keputusan Final

Rencana Piala Dunia 2030 dengan 64 tim belum menjadi keputusan final FIFA. Infantino menyebut pembahasan akan dilakukan setelah edisi 2026 berakhir.

Artinya, format resmi Piala Dunia 2030 masih menunggu keputusan FIFA. Saat ini, format yang sudah berlaku adalah 48 tim, seperti yang digunakan pada Piala Dunia 2026.

Advertisement

Namun, pernyataan Infantino menunjukkan FIFA tidak menutup pintu untuk memperluas jumlah peserta. Alasan utama yang disampaikan adalah inklusivitas dan kesempatan lebih luas bagi negara-negara kecil untuk berkembang melalui pengalaman tampil di Piala Dunia.

Usulan Berawal dari Amerika Selatan

Wacana 64 tim sebelumnya juga datang dari Amerika Selatan. CONMEBOL mengusulkan agar Piala Dunia 2030 diperluas menjadi 64 tim sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Turnamen pertama Piala Dunia digelar pada 1930 di Uruguay. Karena itu, edisi 2030 memiliki nilai historis besar bagi kawasan Amerika Selatan.

CONMEBOL menilai format lebih besar dapat menjadi bagian dari perayaan global satu abad Piala Dunia. Usulan tersebut dibawa dalam pembahasan dengan FIFA dan mendapat perhatian dari kalangan sepak bola dunia.

Piala Dunia 2030 Digelar di Tiga Benua

Piala Dunia 2030 sendiri sudah dirancang sebagai edisi unik. Turnamen akan berlangsung di Maroko, Portugal, dan Spanyol, dengan laga pembuka atau perayaan khusus juga melibatkan Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Skema ini membuat Piala Dunia 2030 menjadi turnamen lintas benua. Uruguay mendapat tempat khusus karena menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama pada 1930.

Advertisement

Jika format 64 tim benar-benar disetujui, jumlah pertandingan berpotensi bertambah besar. Reuters melaporkan skenario 64 tim bisa membuka peluang bagi negara-negara tuan rumah peringatan seabad di Amerika Selatan untuk mendapat porsi pertandingan lebih banyak, bukan hanya satu laga pembuka atau seremonial.

Format 64 Tim Bisa Ubah Total Pertandingan

Jika Piala Dunia 2030 benar-benar diperluas menjadi 64 tim, format turnamen akan berubah signifikan. Salah satu skenario yang banyak dibahas adalah pembagian ke 16 grup berisi empat tim.

Dengan format seperti itu, jumlah pertandingan bisa mencapai 128 laga. Angka ini jauh lebih besar dibanding format 48 tim yang digunakan pada Piala Dunia 2026.

Namun, format besar juga membawa konsekuensi. Jadwal turnamen bisa lebih padat, durasi kompetisi bisa lebih panjang, dan beban terhadap pemain serta klub dapat meningkat.

Pro dan Kontra Mulai Menguat

Pendukung ekspansi menilai Piala Dunia 64 tim akan memberi kesempatan lebih luas kepada negara-negara yang selama ini sulit lolos. Mereka berpendapat turnamen yang lebih besar bisa mempercepat perkembangan sepak bola di kawasan yang belum dominan.

Infantino juga menyoroti performa negara-negara dari berbagai benua pada edisi 2026. Menurutnya, keberhasilan tim-tim dari benua berbeda menjadi bukti bahwa perluasan peserta tidak otomatis menurunkan kualitas turnamen.

Advertisement

Namun kritik juga muncul. Sebagian pihak menilai terlalu banyak peserta dapat menurunkan nilai kompetitif kualifikasi. Kekhawatiran lain adalah kualitas pertandingan menjadi tidak merata serta kalender sepak bola internasional semakin padat.

Piala Dunia Makin Besar

Piala Dunia terus mengalami perluasan dalam beberapa dekade terakhir. Dari 32 tim, FIFA menambah jumlah peserta menjadi 48 tim mulai edisi 2026.

Kini, wacana 64 tim menunjukkan arah FIFA untuk menjadikan Piala Dunia semakin besar dan lebih global.

Jika disetujui, Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Turnamen itu tidak hanya menjadi perayaan 100 tahun Piala Dunia, tetapi juga bisa menjadi titik baru dalam perubahan format kompetisi sepak bola dunia.

Untuk saat ini, publik masih harus menunggu keputusan resmi FIFA. Rencana 64 tim masih berada pada tahap pembahasan dan belum ditetapkan sebagai format final Piala Dunia 2030.

Namun sinyal dari Infantino membuat wacana ini semakin kuat. Setelah format 48 tim diuji pada Piala Dunia 2026, FIFA tampaknya akan mengevaluasi dampaknya sebelum menentukan apakah ekspansi berikutnya layak dilakukan.

Advertisement

Jika rencana ini disetujui, Piala Dunia 2030 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah, dengan lebih banyak negara, lebih banyak pertandingan, dan konsekuensi besar bagi masa depan sepak bola dunia.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement