Estimasi waktu baca: 4 menit

Kualitas Udara Hari Ini Tidak Sehat

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Palangka Raya pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kondisi kualitas udara memburuk dan pemantauan terbaru BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 telah masuk kategori sangat tidak sehat.

Data BMKG pada 18 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya mencapai 166,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Berdasarkan klasifikasi BMKG, angka tersebut berada pada rentang 150,5–250,4 µg/m³, yang masuk kategori sangat tidak sehat. 

Advertisement

Kondisi ini menunjukkan persoalan kabut asap di Palangka Raya pada 18 Agustus bukan sekadar jarak pandang yang terganggu. Konsentrasi partikel halus di udara juga mengalami peningkatan signifikan.

PM2.5 Palangka Raya Tembus 166,4 µg/m³

Data pemantauan BMKG menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi udara secara objektif.

Pada pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 Palangka Raya tercatat 166,4 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat. 

Advertisement

Dalam klasifikasi BMKG, konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³ masuk kategori tidak sehat. Sementara konsentrasi 150,5–250,4 µg/m³ masuk kategori sangat tidak sehat. 

Dengan angka 166,4 µg/m³, kualitas udara Palangka Raya pada pemantauan tersebut sudah melewati ambang kategori tidak sehat.

Kabut Asap Terlihat Pekat Sejak Pagi

Kondisi lapangan juga memperlihatkan kabut asap yang cukup pekat di sejumlah kawasan Palangka Raya.

Pemantauan pada Selasa pagi menunjukkan asap kembali menyelimuti sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Tingang hingga Kecamatan Jekan Raya. 

Sementara itu, hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya bersama BMKG dan BPBD pada pagi hingga siang hari juga menunjukkan kondisi udara tidak sehat. DLH menyebut kadar partikulat sempat menurun menjelang siang, tetapi kondisi udara tetap berada pada kategori tidak sehat dan dinilai lebih buruk dibandingkan hari-hari sebelumnya. 

Artinya, kondisi kabut asap yang terlihat secara kasatmata sejalan dengan memburuknya indikator kualitas udara.

Advertisement

265 Karhutla Terjadi di Palangka Raya

Memburuknya kualitas udara tidak dapat dilepaskan dari masih berlangsungnya karhutla di wilayah Palangka Raya.

Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat 265 kejadian karhutla sejak status siaga darurat ditetapkan pada 1 Juni hingga 17 Agustus 2026.

Total lahan yang terbakar dalam periode tersebut mencapai 241,65 hektare. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 172 kejadian, disusul Sabangau 64 kejadian, Pahandut 21 kejadian dan Bukit Batu delapan kejadian. 

Data tersebut memperlihatkan bahwa sumber persoalan asap masih berkaitan dengan aktivitas karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

Jarak Pandang di Bandara Tjilik Riwut Turun

Dampak kabut asap juga terlihat dari kondisi atmosfer di sekitar Bandara Tjilik Riwut.

Data BMKG pada 18 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB menunjukkan kondisi cuaca di Bandara Tjilik Riwut adalah berasap, dengan jarak pandang tercatat sekitar 2,4 kilometer. 

Advertisement

Kondisi ini menjadi indikator lain bahwa asap cukup memengaruhi atmosfer di wilayah Palangka Raya pada hari tersebut.

Meski demikian, kondisi jarak pandang dapat berubah mengikuti pergerakan angin dan dinamika atmosfer.

Warga Perlu Mewaspadai Paparan Asap

Dengan konsentrasi PM2.5 yang sudah masuk kategori sangat tidak sehat, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan udara tercemar.

Pemerintah Kota Palangka Raya sebelumnya juga telah mengajak masyarakat untuk rutin memantau kondisi kualitas udara. 

Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kabut asap semakin pekat.

Advertisement

Karhutla Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Memburuknya kualitas udara pada 18 Agustus menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla di Kalteng belum selesai meski rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI telah berakhir.

Di Palangka Raya saja, ratusan kejadian karhutla telah tercatat sejak awal Juni dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 241 hektare. 

Penanganan karhutla karena itu tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Pengawasan terhadap kawasan rawan, pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar, pemantauan kualitas udara serta perlindungan masyarakat dari paparan asap juga menjadi bagian penting dari penanganan.

Pada 18 Agustus 2026, data BMKG menunjukkan persoalan itu kembali terlihat jelas: PM2.5 Palangka Raya mencapai 166,4 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja