Estimasi waktu baca: 4 menit

Hilirisasi Tomat Lewat Program Eco-Village

CYRUSTIMES, PULANG PISAU – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR) mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi pertanian lokal melalui program Eco-Village Development di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mengangkat tema “Eco-Village Development: Sinergi Pemberdayaan BUMDes dan Masyarakat Melalui Komersialisasi Kerupuk Tomat di Desa Bukit Rawi” dan dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026).

Advertisement

Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta masyarakat Desa Bukit Rawi.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong hilirisasi hasil hortikultura lokal, khususnya tomat, sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk segar tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk tomat.

Advertisement

Atasi Anjloknya Harga Tomat Saat Panen Raya

Ketua tim pengabdian FEB UPR, Dicky Perwira Ompusunggu, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Desa Bukit Rawi memiliki potensi produksi tomat yang cukup besar.

Namun, selama ini sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk segar. Kondisi tersebut membuat petani menghadapi persoalan ketika produksi melimpah dan harga tomat mengalami penurunan saat panen raya.

Melalui pengolahan menjadi kerupuk tomat, hasil pertanian diharapkan tidak hanya memiliki masa simpan lebih panjang, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Pengolahan hasil pertanian menjadi produk turunan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penjualan produk segar,” menjadi fokus utama dalam program pemberdayaan tersebut.

Pendekatan itu diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat ketika harga tomat segar mengalami penurunan.

Masyarakat Dilatih Produksi hingga Pemasaran

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai formulasi pembuatan kerupuk tomat.

Advertisement

Tidak hanya soal produksi, pendampingan juga mencakup aspek higienitas pangan, pengemasan, pelabelan produk, hingga strategi pemasaran.

Peserta juga diperkenalkan dengan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).

Pemahaman mengenai HPP dinilai penting agar masyarakat dapat menentukan harga jual secara lebih tepat dengan tetap memperhitungkan biaya bahan baku, proses produksi, kemasan, hingga komponen biaya lainnya.

Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga memiliki perhitungan usaha yang lebih terukur.

Gunakan Teknologi Continuous Band Sealer

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan teknologi Continuous Band Sealer.

Teknologi tersebut disampaikan oleh Dr. Miar, M.Si., untuk membantu meningkatkan kualitas pengemasan produk kerupuk tomat.

Advertisement

Penggunaan mesin memungkinkan kemasan produk ditutup secara lebih rapat sehingga membantu menjaga kualitas dan daya tahan produk.

Pengemasan yang lebih baik juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk apabila nantinya dipasarkan di toko ritel maupun pasar yang lebih luas.

Selain aspek teknis, masyarakat juga mendapatkan pendampingan mengenai penyusunan label produk agar kerupuk tomat memiliki identitas yang lebih jelas sebagai produk olahan Desa Bukit Rawi.

BUMDes Didorong Jadi Penggerak Pemasaran

Program FEB UPR tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai produsen.

BUMDes juga didorong mengambil peran dalam membangun rantai usaha produk kerupuk tomat.

Dalam konsep tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) berperan sebagai salah satu kelompok produsen, sementara BUMDes diharapkan dapat menjalankan fungsi pengelolaan usaha, menghimpun produk masyarakat, sekaligus membantu pemasaran secara berkelanjutan.

Advertisement

Sinergi tersebut dinilai penting agar kegiatan pengolahan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Dengan adanya kelembagaan usaha desa, produk yang dihasilkan masyarakat memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari unit usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Dorong Ekonomi Sirkular di Tingkat Desa

FEB UPR berharap program Eco-Village Development tersebut dapat membangun ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan di Desa Bukit Rawi.

Pengolahan tomat menjadi produk makanan olahan diharapkan mampu mengurangi potensi limbah hasil pertanian, terutama ketika produksi tomat melimpah dan tidak seluruhnya terserap pasar dalam kondisi segar.

Konsep tersebut sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Hasil pertanian tidak berhenti pada komoditas mentah, tetapi dapat masuk ke proses pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Kerupuk Tomat Diharapkan Jadi Produk Unggulan Desa

Ke depan, FEB UPR berharap kerupuk tomat dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Desa Bukit Rawi.

Pengembangan produk tersebut tidak hanya diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas ekonomi lokal desa di Kabupaten Pulang Pisau.

Jika dikelola secara konsisten, sinergi antara KWT sebagai produsen dan BUMDes sebagai pengelola usaha dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi pertanian lokal.

Program tersebut juga menunjukkan bahwa hilirisasi tidak selalu harus dilakukan dalam skala industri besar. Di tingkat desa, pengolahan komoditas lokal dengan teknologi yang tepat, kemasan yang baik, serta strategi pemasaran yang terencana dapat membuka peluang ekonomi baru.

Melalui Eco-Village Development, FEB UPR mendorong Desa Bukit Rawi tidak hanya menjadi wilayah penghasil tomat, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus membangun kemandirian usaha berbasis potensi lokal di Kabupaten Pulang Pisau.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja