Estimasi waktu baca: 3 menit

BPBD Kalteng mencatat 516 kejadian bencana hingga 22 Juni 2026. Karhutla mendominasi dengan 323 kejadian dan 456,78 hektare terbakar.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis laporan harian terbaru terkait rekapitulasi penanganan bencana di wilayah setempat.

Hingga 22 Juni 2026, akumulasi kejadian bencana di Kalteng tercatat mencapai 516 kejadian. Bencana tersebut didominasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, kebakaran permukiman, serta cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran atau BPB-PK Provinsi Kalteng sekaligus Komandan Harian, Ahmad Toyib, mengatakan karhutla menjadi kejadian paling dominan dalam laporan tersebut.

Dari total 516 kejadian bencana, karhutla tercatat sebanyak 323 kejadian yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Total luas lahan terbakar dilaporkan mencapai 456,78 hektare.

“Kami terus melakukan kesiapsiagaan penuh di lapangan bersama tim gabungan. Berdasarkan data akumulasi dari awal tahun hingga 22 Juni 2026, wilayah dengan kejadian karhutla terbakar paling banyak berada di Kota Palangka Raya dengan 144 kejadian, disusul Kotawaringin Timur dengan 50 kejadian, dan Barito Utara sebanyak 43 kejadian,” kata Ahmad Toyib.

Menurutnya, laporan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan tim gabungan untuk memperkuat upaya pencegahan, pemantauan, serta penanganan cepat di wilayah rawan.

OMC Dioptimalkan Tekan Risiko Karhutla

Ahmad Toyib menjelaskan, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC untuk menekan potensi perluasan karhutla.

Operasi tersebut dilakukan menggunakan Pesawat C208B-EX dengan menyemai bahan semai berupa NaCl di sejumlah wilayah potensial. Langkah itu diharapkan dapat membantu memicu pertumbuhan awan hujan di kawasan kritis.

“Untuk menjaga kondisi tingkat kemudahan terbakar agar tidak semakin parah, operasi penaburan bahan semai NaCl terus kami lakukan,” ujarnya.

Ia menyebut, pada beberapa sorti penerbangan sebelumnya, tim telah menyemai bahan semai di zona blocking area potensial. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Barito Selatan, Katingan, hingga Kotawaringin Timur.

Saat ini, Kalimantan Tengah masih berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Karhutla. Status tersebut berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026.

Dengan status tersebut, seluruh unsur terkait diminta tetap siaga dan memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.

BPBD Pantau 28 Kamera Pengawas

Ahmad Toyib mengimbau seluruh personel lapangan dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, parameter cuaca dan indeks kemudahan terbakar atau Fine Fuel Moisture Code dari BMKG menunjukkan beberapa wilayah mulai memasuki kategori kering hingga sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama pada kawasan rawan gambut dan wilayah dengan vegetasi kering.

BPBD Kalteng juga terus menggencarkan patroli darat, sosialisasi pencegahan karhutla, serta pemantauan aktif melalui 28 titik kamera pantau.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat deteksi dini dan mempercepat respons apabila muncul laporan titik api di lapangan.

Ahmad Toyib menegaskan, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci agar risiko kabut asap dapat ditekan pada musim kering tahun ini.

Upaya pencegahan dan penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mewujudkan “Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026”.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.