Infinity 2.0 hadir dengan pendekatan Pentahelix, melibatkan lima pilar utama: pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, media, serta masyarakat/ konsumen. Tahun ini, OJK menjalankan empat program strategis, antara lain:
- Skema pendanaan industri kreatif berbasis Web3 seperti game, musik, film, dan animasi.
- Kompetisi Infinity Hackathon bertema pengembangan blockchain di Indonesia.
- Proyek digitalisasi industri sapi perah bekerja sama dengan ILO dan Asosiasi Fintech Indonesia.
- Peluncuran buletin Beyond Infinity edisi perdana yang mengangkat isu keamanan siber.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, menyatakan dukungan atas peluncuran ini. “Infinity 2.0 akan menjadi landasan inovasi berskala luas, mempertemukan regulator, sektor swasta, dan startup untuk solusi yang tangguh menghadapi masa depan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, OJK dan Kementerian Ekonomi Kreatif menandatangani Kesepahaman Bersama tentang penguatan sektor keuangan digital dan ekonomi kreatif. Kerja sama ini mencakup pertukaran data, peningkatan literasi keuangan, penelitian bersama, pengembangan SDM, hingga fasilitasi pendanaan bagi pelaku industri kreatif.
“Harapan kami, makin banyak pelaku kreatif yang bisa mengakses pendanaan dan menjadi bagian dari ekosistem digital yang berdaya saing global,” ujar Riefky.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan