Estimasi waktu baca: 3 menit

Dengan demikian, tiga operasi memiliki fungsi berbeda.

OMC membasahi kawasan secara lebih luas, water bombing menyerang lokasi api dari udara, sementara tim darat memastikan api dan bara benar-benar padam.

Operasi Bahkan Diperpanjang

Besarnya ancaman membuat pemerintah belum menghentikan modifikasi cuaca.

Pemprov Kalimantan Tengah dalam evaluasi terbaru menyatakan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca diperpanjang hingga 19 September 2026.

Di Tumbang Nusa, Pulang Pisau, penanganan bahkan telah memasuki hari ke-71. Pemerintah menyebut api di kawasan prioritas tersebut sudah dapat dikendalikan dan fokus operasi bergeser kepada pendinginan serta pembasahan untuk mencegah api muncul kembali.

Sementara BNPB sebelumnya menyampaikan kebijakan yang lebih fleksibel.

OMC akan terus dijalankan selama BMKG masih mendeteksi adanya awan potensial yang bisa disemai.

“Operasi Modifikasi Cuaca tidak ada kata berakhir selama potensi bibit awan hujan masih ada,” kata Suharyanto.

Karhutla Tetap Membesar Meski OMC Berulang

Fakta bahwa operasi harus terus diperpanjang menunjukkan persoalan karhutla 2026 memang belum selesai.

BPB-PK Kalteng mencatat hingga 8 September, sekitar 105.019 hotspot telah terdeteksi sepanjang 1 Januari–8 September 2026.

Dalam periode yang sama, laporan lapangan mencatat 2.775 kejadian karhutla dengan area terbakar mencapai sekitar 9.169,22 hektare.

Data tersebut menggunakan cakupan hotspot medium-high dan periode akumulasi berbeda dari data harian high confidence Kementerian Kehutanan, sehingga kedua angka tidak dapat dibandingkan langsung.

Namun keduanya menunjukkan satu persoalan yang sama: tekanan karhutla di Kalteng pada 2026 masih tinggi.

Efektivitas Tidak Bisa Diukur Hanya dari Jumlah Hotspot

Menilai keberhasilan OMC hanya dengan membandingkan jumlah hotspot sebelum dan sesudah penerbangan juga berisiko menghasilkan kesimpulan keliru.

Hotspot dipengaruhi banyak variabel.

Mulai dari tutupan awan yang memengaruhi pengamatan satelit, cuaca, angin, suhu permukaan, munculnya kebakaran baru, keberhasilan operasi darat hingga perilaku manusia.

OMC sendiri juga tidak selalu bekerja di lokasi yang sama dengan titik api karena penyemaian harus mengikuti keberadaan awan potensial dan arah pergerakannya.

Ukuran keberhasilan yang lebih lengkap seharusnya melihat curah hujan tambahan, luas wilayah yang berhasil dibasahi, kelembapan gambut, perubahan tinggi muka air gambut, jumlah kebakaran baru, luas area terbakar dan kualitas udara.

Data hotspot tetap penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran.

OMC Membantu, Pencegahan Tetap Kunci

Rangkaian operasi sejak Juni menunjukkan pemerintah terus menggunakan OMC sebagai salah satu senjata utama menghadapi kemarau panjang Kalteng.

Teknologi ini telah membantu menurunkan hujan di sejumlah wilayah dan memperkuat pembasahan lahan.

Namun lonjakan hotspot dari 89 menjadi 689 titik pada 14 September juga memperlihatkan keterbatasannya.

OMC tidak menghilangkan sumber kebakaran, tidak dapat bekerja tanpa awan yang sesuai, dan tidak menggantikan pemadaman api di permukaan maupun bara di bawah gambut.

Karena itu, pertanyaan apakah OMC efektif tidak tepat dijawab hanya dengan “berhasil” atau “gagal”.

OMC efektif sebagai alat bantu untuk menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi pengendalian karhutla, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan harus berjalan bersama pencegahan, patroli, pemadaman darat, water bombing, pembasahan gambut serta penegakan hukum.

Selama sumber api baru masih terus muncul dan musim kemarau masih kuat, hujan hasil modifikasi cuaca hanya menjadi salah satu bagian dari pertarungan panjang menekan karhutla di Kalimantan Tengah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja