Hujan Deras Guyur Palangka Raya
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Hujan deras mengguyur Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada dini hari Senin (26/10/2026), setelah pemerintah kota menggelar musyawarah terbuka penggunaan Bantuan Presiden (Banpres) Karhutla tahap II senilai Rp10 miliar pada Minggu malam.
Turunnya hujan menjadi perkembangan cuaca penting di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian pemerintah serta masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah sebelumnya mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Peringatan tersebut diperbarui pada Senin (26/10/2026) pukul 00.14 WIB, dengan potensi cuaca signifikan mulai pukul 00.25 WIB.
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat
Berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat pada tahap awal mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Selatan, Lamandau, Gunung Mas, dan Barito Timur.
Wilayah yang disebut antara lain Cempaga, Cempaga Hulu, Kapuas Hulu, Dusun Selatan, Delang, Kurun, Tewah, dan Pematang Karau.
BMKG juga memperingatkan bahwa perkembangan awan hujan berpotensi meluas ke wilayah lain di Kalimantan Tengah.
Untuk Kota Palangka Raya, wilayah yang masuk dalam potensi perluasan hujan meliputi Kecamatan Pahandut, Bukit Batu, Sabangau, dan Rakumpit.
Peringatan dini tersebut memperkirakan kondisi hujan yang berpotensi disertai petir dan angin kencang dapat berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.
Meski demikian, cakupan peringatan merupakan wilayah potensi kejadian, bukan konfirmasi bahwa seluruh kecamatan mengalami hujan dengan intensitas yang sama.
Hujan Turun di Tengah Penanganan Karhutla
Hujan deras yang mengguyur Palangka Raya terjadi ketika pemerintah daerah masih berupaya menangani kebakaran lahan dan dampak kabut asap.
Sebelumnya, Kota Palangka Raya menghadapi persoalan kualitas udara akibat karhutla yang melanda sejumlah kawasan.
Turunnya hujan dapat membantu membasahi vegetasi dan permukaan lahan. Namun, dampaknya terhadap titik api, terutama kebakaran di lapisan gambut, masih memerlukan pemeriksaan langsung.
Hujan yang turun pada satu wilayah juga belum tentu menjangkau seluruh lokasi kebakaran.
Karena itu, kondisi karhutla tidak dapat dinyatakan terkendali hanya berdasarkan terjadinya hujan pada dini hari.
Pemantauan titik panas, kondisi lahan, serta kualitas udara tetap diperlukan untuk memastikan perkembangan penanganan di lapangan.
Sebelumnya Fairid Bahas Banpres Rp10 Miliar
Pada Minggu (25/10/2026) malam, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin membuka musyawarah terbuka penggunaan Banpres Karhutla tahap II senilai Rp10 miliar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya.
Dalam agenda tersebut, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palangka Raya Andri Permana memaparkan delapan kelompok kegiatan yang dapat menggunakan bantuan pemerintah pusat.
Sementara itu, Fairid melalui wawancara seusai musyawarah menyampaikan target penyusunan rencana penggunaan bantuan dalam waktu dua hingga tiga hari.
Pemerintah kota melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk mengoordinasikan kebutuhan pemadaman, sarana prasarana, pelayanan kesehatan, dan dukungan sosial masyarakat.
Pelibatan aparat penegak hukum juga menjadi bagian dari upaya pengawasan penggunaan anggaran.
Meski hujan telah mengguyur Palangka Raya, kebutuhan kesiapsiagaan dan penanganan karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Potensi Cuaca Ekstrem Perlu Diwaspadai
Selain memberikan peluang pembasahan lahan yang kering, hujan deras juga membawa risiko tersendiri bagi masyarakat.
Warga perlu memperhatikan potensi genangan air, jalan licin, sambaran petir, serta angin kencang ketika beraktivitas di luar rumah.
Pengendara disarankan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan jarak pandang.
Sementara itu, masyarakat di kawasan rawan genangan perlu memperhatikan kondisi saluran air serta perkembangan cuaca di lingkungan masing-masing.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memantau pembaruan informasi cuaca karena peringatan dini dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
Kondisi kualitas udara dan sebaran karhutla setelah hujan juga masih memerlukan pemantauan untuk mengetahui dampak sebenarnya terhadap wilayah terdampak.
Dengan demikian, hujan yang turun pada dini hari menjadi perkembangan cuaca penting bagi Palangka Raya, tetapi belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan persoalan karhutla maupun kabut asap telah berakhir.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan






Tinggalkan Balasan